Staff : Hoshino Etsuro and Yosi Kusuma Eriwati
Students :
Sponsors : DIKTI‐Hibah Bersaing 2007
Email contact : ‐
Kehilangan gigi pada usia muda masih menjadi masalah utama di negara berkembang dan tingkat kehilangan gigi akibat karies gigi di Indonesia cukup tinggi. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan rendahnya tingkat hidup masyarakat di Indonesia dapat memberi dampak prevalensi kehilangan gigi yang cukup tinggi akibat kurangnya perawatan pada gigi. Hilangnya gigi yang terlalu dini dapat menyebabkab masalah kelainan gigi dan mulut lebih lanjut yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Untuk mengatasi kehilangan gigi yang terlalu dini ini diperlukan suatu cara perawatan alternatif yang dapat mencegah gigi dicabut dengan menggunakan konsep Lesion Sterilization and Tissue Repair (LSTR). Tujuan penelitian ini adalah melakukan intervensi terapi dengan LSTR pada pelayanan kesehatan gigi pada pasien dewasa di Puskesmas dan murid‐murid kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar dalam menurunkan resiko pencabutan gigi. Perawatan gigi dengan konsep LSTR ini dilaksanakan di Puskesmas ( BPG Puskesmas Kunciran, Tangerang) untuk pasien dewasa dan Taman Kanak‐kanak serta Sekolah Dasar (TK/SD Al Fath, Tangerang) untuk murid‐murid umur 3‐8 tahun (TK dan kelas 1‐ 2) secara Non‐randomized pretest‐posttest control group design. Gigi karies dengan infeksi pulpa dilakukan perawatan dengan 3Mix‐MP ( campuran 3 macam antibiotika dengan macrogol dan propilen glikol). Pada murid‐murid TK dan SD akan diberikan pula pencegahan karies gigi melalui penyuluhan Kesehatan Gigi atau Dental Health Education (DHE), berkumur dengan larutan Fluor dan menyikat gigi bersama dengan pasta gigi berfluor. Evaluasi dilakukan 1 minggu setelah perawatan untuk mengetahui apakah masih ada keluhan sakit atau tidak. Pada program penelitian ini telah dilaksanakan: Penyuluhan (UKGS) pada Guru dan Murid SD Cipinang Muara, Jakarta Timur disertai perawatan gigi karies yang mencapai pulpa dengan teknik LSTR maupun ART (Atraumatik technique) yang mengikuti program ini. Telah pula dilakukan Pelatihan bagi para dokter gigi Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Tangerang banten dan Puskesmas Serpong, Tangerang, mengenai cara merawat gigi terinfeksi pulpa dengan konsep LSTR ini. Program perawatan gigi karies mencapai pulpa terus dilanjutkan di Puskesmas Kunciran Tangerang, Banten, dan Hands‐on diberikan oleh Tim Jepang untuk melatih perawatan LSTR pada Penyandang cacat sehingga perawatab dapat lebih sederhanan dan lebih cepat namun efektif.
[Kembali]