Indeks Berita


Sitor Situmorang, Penyair Paling Produktif

Posted by humas-ui on 2006-05-29 09:20:00

Buku kumpulan sajak-sajak karya penyair Sitor Situmorang (82), dibahas oleh Harry Aveling dan Riris toha Sarumpaet, di Fakulas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, selasa siang (23/05) di Kampus Depok.Inilah buku yang berisikan kumpulan sajak terbanyak, sekitar 600 sajak yang ditulis dari tahun 1948 hingga 2005, termuat lebih dalam 1000 halaman, yang pernah dibuat oleh seorang penyair Indonesia. Buku terdiri dari dua jilid, jilid pertama berisi kumpulan sajak yang dibuat dalam kurun waktu 1948 – 1979. Sedangkan buku kedua, kumpulan sajak periode 1980 – 2005. Selain diskusi buku, pada acara itu juga dibacakan sajak oleh penulisnya sendiri dan juga para mahasiswa FIB UI, serta pemutaran film dokumenter, yang menggambarkan “sepenggal” perjalanan hidup Sitor Situmorang, komentar teman-temannya pada peringatan HUTnya yang ke-80 serta pertemuan dengan teman lamanya, Pramudya Ananta Toer.

Riris Sarumpaet, Guru Besar Bahasa dan Sastra FIB UI, menelaah sajak-sajak Sitor Situmorang, yang ternyata penuh berisikan “pemihakan” kepada kaum perempuan, serta keterikatannya pada tanah kelahirannya di Tanah Samosir. Kekuatan cintanya kepada ibunya ini yang membuat Sitor Situmorang bertahan hingga sekarang ini. Aspek lain yang menonjol dari sajaknya yaitu senantiasa memberi satu pandangan penafsiran baru yang bereda, jika dibaca pada kesempatan berbeda.

Harry Aveling, Director of Asian Studies School of Social Science La Trobe University, Australia, melihat sajak Sitor Situmorang banyak berisikan hasil renungan pengalaman religiusnya., sebagai seorang pemeluk agama Kristen. Harry Aveling menjuluki Sitor Situmorang sebagai penyair agung, karena selama 60 tahun lebih terus berkarya yang telah menghasilkan lebih dari 600 an sajak. Kalau dalam jagat penulisan prosa awal tahun 1980 an, orang dikejutkan dengan munculnya novel “Bumi Manusia” karya Pramudya Ananta Toer, maka di jagat sajak dalam dekade yang sama Sitor Situmorang meluncurkan buku kumpulan puisi yang berjudul “Bunga di atas Batu”, setelah dia keluar dari penjara (1979), karena dituduh menganut ideology yang bertentangan dengan Pancasila.