Indeks Berita


Membangun Fakultas Ekonomi UI yang Bersih, Cerdas dan Bersinar

Posted by admin on 2005-03-22 23:22:15

Berikut ini disampaikan makalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D yang disampaikan pada saat presentasi sebagai calon Dekan FEUI di depan pimpinan UI, hari Kamis (10/03). Makalah ini menjadi dasar pijakan bagi pengembangan FEUI 2005 – 2009.Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) yang tahun ini akan berusia 55 tahun tidak dapat disangkal lagi bukanlah suatu fakultas yang “biasa”. FEUI adalah suatu institusi pendidikan yang kehadiran dan dampaknya sudah jauh melebihi tugas dan kewajibannya sebagai fakultas atau institusi pendidikan pada umumnya. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa FEUI sudah menjadi suatu icon di dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia sejak berdirinya pada tahun 1950.

Status yang luar biasa tersebut terjadi sebagai akibat dari akumulasi berkumpulnya orang-orang cerdas dan berwawasan kebangsaan di lingkungan fakultas, awalnya sebagai mahasiswa dan kemudian menjadi pengajar dan peneliti atau menjadi alumni yang disegani di lingkungan kerjanya masing-masing. Keadaan Indonesia sendiri yang mulanya berstatus sebagai negara sangat miskin yang kemudian perlahan-lahan berubah status menjadi lower middle income country jelas membutuhkan keikutsertaan aktif civitas academica FEUI. Bahkan boleh dikatakan bahwa kemampuan Indonesia untuk akhirnya keluar dari status Negara miskin dan mulai masuk batas bawah kelompok Negara menengah sebagian dipengaruhi oleh sumbangan pikiran dan tindakan dari FEUI.

Untuk dapat memelihara “mutiara” bernama FEUI ini jelas jauh dari mudah. Dibutuhkan kepemimpinan yang tangguh, penuh komitmen, bersikap terbuka, dan berwawasan jauh ke depan agar FEUI dapat terus menyesuaikan diri dan tetap menjadi leading institution dalam perkembangan dunia yang sangat dinamis dan kompetitif ini. Dekan sebagai “orang nomor satu” di FEUI jelas dituntut mempunyai sikap kepemimpinan di atas, dan menjadi dekan FEUI adalah once in a lifetime opportunity dimana berhasil tidaknya seorang dekan FEUI melaksanakan amanat jabatannya akan berpengaruh signifikan baik terhadap pamor FEUI itu sendiri maupun terhadap karir pribadi si dekan.

Dengan melihat peluang dan tantangan tersebut, maka saya, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, memberanikan diri untuk mencoba mengajukan diri sebagai calon dekan FEUI periode 2005 – 2009. Mungkin sebagian besar civitas academica FEUI dan pihak UI sendiri akan berpikir apakah pantas atau sudah saatnya saya yang berusia 38 tahun pada saat ini menjalankan tanggung jawab sebagai dekan FEUI yang berat dan penuh tantangan. Melihat hal tersebut, saya sangat yakin bahwa umur bukanlah factor yang mutlak untuk memimpin FEUI yang mempunyai proses regenerasi cukup cepat. Terlebih, FEUI sudah dibangun menjadi suatu organisasi yang modern dan mempunyai budaya korporasi yang tidak mengharuskan “urut kacang” untuk setiap posisi penting di dalam fakultas.

Motivasi saya menjadi dekan FEUI diperkuat lagi dengan status UI sekarang sebagai BHMN (atau mungkin BHPMN nantinya) dimana UI dituntut untuk lebih mandiri dan tidak terlalu tergantung subsidi dari pemerintah. Upaya mencapai kemandirian tersebut tentulah harus dilakukan berdasarkan keunggulan yang dimiliki UI lewat berbagai fakultasnya. Keunggulan tersebut tentunya harus diwujudkan dalam bentuk kualitas pendidikan yang diberikan dan penelitian yang dihasilkan. Dengan kata lain, UI tidak dapat bergantung terus menerus pada reputasi atau nama besarnya sendiri melainkan harus terus menerus mencari terobosan baru dalam berkompetisi tanpa mengorbankan sama sekali standard kualitas yang sudah menjadi trademark UI. Akhir-akhir ini dan kedepannya, arus yang sedang berlangsung di UI makin memperkuat motivasi saya karena yang semakin berkembang adalah internasionalisasi, pengembangan pendidikan pascasarjana, penajaman kompetensi, dan pengembangan riset-riset bertaraf internasional.

Dengan latar belakang dan pengalaman saya selama hampir 7 tahun terlibat dalam jajaran pimpinan unit-unit di FEUI, dari mulai menjadi sekretaris program studi pascasarjana ilmu ekonomi FEUI sampai saat ini menjadi ketua departemen ilmu ekonomi, saya merasa cukup yakin bahwa saya akan mampu menjawab segala tantangan internal dan eksternal FEUI sekaligus memberikan dukungan penuh pada UI dalam mencapai visi dan misi yang sudah ditentukan. Meskipun 7 tahun terlihat tidak cukup lama, pengalaman yang saya miliki cukup bervariasi karena pernah terlibat langsung menjalankan program studi (pascasarjana ilmu ekonomi), mengembangkan aktivitas baru di lembaga penelitian (wakil kepala bidang penelitian regional dan infrastruktur LPEM), dan mengembangkan SDM serta kurikulum (ketua departemen ilmu ekonomi). Di tiga posisi tersebut, tentunya saya langsung berinteraksi dengan proses administrative sehari-hari fakultas dan birokrasi yang melekat di dalamnya. Secara garis besar, 7 tahun yang saya alami telah memberikan gambaran yang cukup jelas bagaimana seharusnya FEUI dibina dan dikembangkan sebagai lembaga pendidikan terkemuka di Indonesia dan diperhitungkan di tingkat dunia. Memang semua pengalaman tersebut lebih banyak terkait pada satu departemen di FEUI yaitu departemen ilmu ekonomi, padahal masih ada dua departemen lain yang tidak kalah penting dan berwibawa yaitu akuntansi dan manajemen. Interaksi saya yang cukup intens dengan kolega dari kedua departemen tersebut sangat menolong saya dalam memahami problem dan potensi di kedua departemen tersebut, sekaligus menciptakan berbagai gagasan untuk dapat memecahkan masalah tersebut dan mengoptimalkan potensi yang ada.

Dengan gaya kepemimpinan saya yang menekankan pada keterbukaan, kelancaran komunikasi, ketegasan, serta kesungguhan melakukan terobosan, “mutiara” bernama FEUI akan kembali memaksimalkan sinarnya yang mungkin sempat redup dalam beberapa tahun terakhir. Sinar tersebut akan muncul kembali apabila sisi manajemen internal FEUI dibenahi secara komprehensif dengan mengedepankan pada budaya korporasi dan keistimewaan layanan akademis.

The Next FEUI (Visi dan Misi)

Semua warga FEUI dan yang mencintai FEUI mengidam-idamkan FEUI yang dapat dibanggakan, bereputasi internasional, istimewa, terpercaya, bermartabat, dan terhormat. FEUI yang dicita-citakan bukanlah sebuah menara gading, tetapi bersama-sama dengan lembaga terhormat lainnya memimpin dan menuntun bangsa Indonesia menuju the next society yang tetap bersatu, terbuka, merdeka, dan makmur. Kita menginginkan FEUI menjadi tempat terbaik bagi knowledge worker untuk berkarya dan menjadi dambaan setiap fakultas ekonomi. FEUI harus menjadi model dari knowledge community yang berhasil serta menjadi habitat yang subur untuk membangun jiwa kewirausahaan yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi pada upaya pembangunan kemakmuran bangsa Indonesia.

Secara singkat, Visi FEUI yang akan menjadi acuan pada periode 2005 – 2009 adalah “Terwujudnya knowledge society FEUI yang berwawasan internasional, peka terhadap kebutuhan bangsa, serta mengedepankan prinsip good governance”. Visi tersebut adalah jawaban FEUI terhadap perkembangan dunia yang begitu cepat dimana pada saat ini Indonesia dilanda dua arus yang kelihatannya saling bertentangan pada saat yang bersamaan : globalisasi dan lokalisasi (desentralisasi). Kedua arus tersebut sudah ditangkap dalam visi FEUI dan dalam empat tahun kedepan, FEUI akan tetap dapat bergerak lincah dalam persaingan internasional yang makin luas tetapi tidak melupakan permasalahan bangsa Indonesia yang sedang mengalami euphoria demokratisasi dan desentralisasi.

Dalam mencapai visi tersebut, FEUI dihadapkan dengan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas mulia (misi) yang harus mampu mencakup keseluruhan aspek “kehidupan” FEUI sendiri :
o Mengutamakan keistimewaan layanan akademis yang dibarengi dengan profesionalisme semua pihak yang terlibat
o Mendorong terciptanya budaya akademis yang kuat di kalangan pengajar disertai insentif yang memadai.
o Berpartisipasi aktif dalam internasionalisasi UI sekaligus menjadi model bagi UI sendiri dan setara dengan fakultas ekonomi terkemuka di ASEAN seperti NUS, University of Philippine, Thammasat University, University of Malaya, dan Chulalongkorn University.
o Mendorong makin terciptanya integrasi FEUI dengan UI serta integrasi dan kekompakan di dalam tubuh FEUI sendiri dengan mengedepankan prinsip good governance (akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi public)
o Membangun network nasional dan internasional yang lebih luas dan kuat disertai dengan partisipasi aktif FEUI dalam kebijakan perekonomian nasional dengan dua focus topic : kemiskinan dan perbaikan iklim usaha.

Program Kerja dan Fokus Kebijakan 2005 - 2009

Program kerja yang disusun untuk empat tahun mendatang tentunya harus diarahkan agar misi yang diemban di atas dapat dicapai pada target waktu tertentu, dan pada akhirnya akan dapat mewujudkan visi yang menjadi keinginan semua warga FEUI. Program kerja berikut dilandasi dengan semangat untuk terus menjadikan FEUI sebagai lembaga professional dengan budaya korporat yang pada akhirnya akan menjadi role model pengelolaan fakultas di era BHMN baik bagi UI maupun bagi BHMN lainnya.

Untuk mencapai misi “Mengutamakan keistimewaan layanan akademis yang dibarengi dengan profesionalisme semua pihak yang terlibat”, beberapa program kerja utama yang akan diimplementasikan dalam periode 2005 – 2009 adalah :
1. Memperbaiki pelayanan pendaftaran online sehingga mencapai tingkat yang setara dengan universitas terkemuka di Negara maju.
2. Menciptakan mekanisme insentif (seperti teaching grant) agar secara bertahap setiap pengajar di FEUI memberikan metode pengajaran yang terbaik di kelas seperti power point presentation, participative learning process, dan e-learning process.
3. Memperbaiki kualitas dan kompetensi para pengajar melalui upaya proaktif untuk mengikuti pendidikan bergelar di universitas terkemuka di luar negeri, short course untuk penyegaran matakuliah, serta penetapan persyaratan secara tegas agar pengajar program S1 harus bergelar minimal S2, dan perlahan-lahan nantinya FEUI akan didominasi pengajar bergelar doktor. Berkait dengan itu, harus in-breeding dengan membatasi jumlah dosen yang mendapatkan S2 atau S3nya darida pengendalian yang ketat akan kemungkinan terjadinya dalam FEUI sendiri atau dari universitas lainnya di Indonesia.
4. Terus memperbaiki kurikulum di semua strata agar dapat berpacu dengan kemajuan ilmu pengetahuan di luar negeri dan kebutuhan pasar kerja di dalam dan luar negeri. Dalam kerangka ini, perlu terus dilakukan benchmarking terhadap kurikulum universitas terkemuka di luar negeri dan mengedepankan magang sebagai salah satu alternatif utama skripsi dibandingkan dengan studi mandiri.
5. Memperbaiki kesejahteraan para karyawan FEUI yang disertai dengan profesionalisme serta proses rekrutmen yang lebih ketat. Promosi kepegawaian di FEUI juga akan dilakukan dengan landasan yang fair.
6. Meningkatkan kualitas sarana penunjang akademis seperti perpustakaan, lab komputer, dan English Self Assessment Center. Dalam empat tahun kedepan, perpustakaan FEUI haruslah tersambung dengan jaringan jurnal on-line seperti yang sudah ada (Proquest) ditambah dengan JSTOR, Taylor Francis, dan Synergy. Lab komputasi harus disesuaikan dengan perkembangan IT terkini dan dalam jangka waktu empat tahun ke depan sebagian besar FEUI sudah harus menjadi hot spot. ESAC harus mampu meningkatkan secara signifikan kualitas bahasa Inggris civitas akademika FEUI sekaligus menjadi salah satu tulang punggung proses internasionalisasi FEUI.

Untuk mencapai misi “Mendorong terciptanya budaya akademis yang kuat di kalangan pengajar disertai insentif yang memadai” beberapa program kerja utama yang diusulkan adalah :
1. Memberikan penghargaan selayaknya bagi pengajar FEUI yang mempunyai publikasi ilmiah di level internasional atau yang terlibat dalam suatu riset unggulan. Penghargaan tersebut haruslah menciptakan insentif yang maksimal agar setiap pengajar menjadikan pencapaian tersebut sebagai tujuan utama karirnya di FEUI.
2. Terus menyediakan berbagai macam hibah yang dapat menunjang tumbuhnya budaya akademis seperti hibah penulisan bahan kuliah, hibah penelitian dasar, hibah konperensi internasional serta memberikan penghargaan bagi peneliti FEUI terbaik setiap tahun termasuk penghargaan bagi peneliti masa datang.
3. Memperbaiki sistim “reward and punishment” bagi pengajar tetap FEUI, termasuk staf UI BHMN dengan mulai menerapkan target waktu bagi setiap kenaikan jabatan fungsional disertai sanksi bagi yang tidak mencapai target waktu tersebut. Sistim reward juga diperbaiki dengan tujuan agar staf tetap tersebut aktif di dalam fakultas dengan tugas utamanya sebagai pengajar dan peneliti, disamping kebutuhan pengabdian masyarakat.
4. Mewajibkan setiap departemen agar mempunyai paling sedikit 2 jurnal ilmiah dimana salah satunya berupa jurnal nasional terakreditasi A, dan yang satunya merupakan jurnal internasional berbahasa Inggris yang terakreditas secara internasional. Jurnal-jurnal tersebut haruslah menjadi outlet utama bagi hasil penelitian di lembaga, karya akhir mahasiswa (skripsi, tesis, disertasi), ataupun hasil dari hibah penelitian.
5. Dengan kondisi di atas, memprioritaskan program “percepatan gurubesar” dengan memperbaiki bagian kepegawaian/personalia FEUI di bawah manajer sumber daya manusia melalui berbagai langkah yang dapat mendorong pengajar menambah dan meng-update kumnya seperti menciptakan sistim online “self assessment” dari kum pengajar yang menciptakan interaksi langsung antara pengajar dan bagian kepegawaian.
6. Mengembangkan laboratorium penelitian di setiap departemen sebagai pusat pengembangan penelitian dasar bertaraf internasional dengan output berupa tulisan atau hasil riset unggulan. Lembaga (LPEM, LD, LM, PPA) akan lebih diarahkan sebagai consulting firm (berbentuk PT, anak/cucu perusahaan PT Makara) unggulan di Indonesia dengan ruang gerak yang lebih bebas seperti layaknya perusahaan konsultan swasta sejenis di Indonesia.

Untuk mencapai misi “Berpartisipasi aktif dalam internasionalisasi UI sekaligus menjadi model bagi UI sendiri dan setara dengan fakultas ekonomi terkemuka di ASEAN seperti NUS, University of Philippine, Thammasat University, University of Malaya, and Chulalongkorn University”, beberapa program kerja yang ditawarkan adalah sebagai berikut :
1. Menjadikan kelas internasional S1 FEUI sebagai unggulan untuk program sejenis di UI dan di Indonesia pada umumnya. Partner dari kelas tersebut haruslah universitas terkemuka di luar negeri yang credible, reputable, dan salable. Pada akhirnya, harus dicapai suatu target memiliki kelas internasional selama 4 tahun penuh sebagai program parallel dari S1 reguler yang selain menaikkan reputasi UI, juga dapat menjadi sumber penerimaan yang tidak terlalu memancing kontroversi.
2. Mengembangkan kelas internasional di S2 untuk berbagai program dimulai dengan model double degree/twinning program yang pada akhirnya menjadi S2 internasional penuh yang bisa menjaring mahasiswa dari negara lain sekaligus eligible untuk menjadi program penerima beasiswa internasional seperti dari World Bank, IMF, maupun ADB.
3. Mengembangkan kemitraan dengan universitas unggulan di luar negeri untuk beberapa topic riset yang mengedepankan keunikan perekonomian Indonesia sendiri. Sumber pendanaan diharapkan dari sumber internasional dan para lembaga serta lab yang ada di FEUI akan menjadi ujung tombak aktivitas ini.
4. Menyediakan hibah pendamping bagi para pengajar FEUI yang berusaha mengejar hibah penelitian internasional
5. Akreditasi internasional untuk semua program studi unggulan di FEUI
6. Memperbanyak pertukaran pengajar dengan universitas terkemuka di luar negeri dengan prinsip saling menguntungkan. Bentuknya dapat berupa exchange professors atau visiting fellowship.

Untuk mencapai misi “Mendorong makin terciptanya integrasi FEUI dengan UI serta integrasi dan kekompakan di dalam tubuh FEUI sendiri dengan mengedepankan prinsip good governance (akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi public)”, beberapa program kerja yang ditawarkan adalah sebagai berikut :
1. Mengusulkan perubahan nama FEUI menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengingat adanya perubahan interpretasi kosa kata ekonomi dan makin lazimnya istilah “school of business”.
2. Menciptakan hubungan yang lebih kondusif dan konstruktif dengan pihak rektorat UI dengan mengedepankan pada prinsip fairness dan keterbukaan.
3. Mendorong terintegrasinya secara penuh departemen dan program studi di dalam fakultas sehingga tidak terjadi pengkotakan atau munculnya istilah “raja kecil”. Program studi dan lembaga tetap akan mempunyai otonomi yang cukup besar tapi harus disertai dengan proses check and balance dengan pihak fakultas.
4. Untuk memperbaiki kinerja dan menerapkan good governance, setiap program studi dan lembaga akan diwajibkan menyiapkan rencana kerja dan anggaran setiap tahun yang harus dievaluasi bersama dulu dengan pihak fakultas pada bulan-bulan akhir tahun yang berjalan.
5. Akan membentuk dan memberdayakan “Satuan Pengawas Internal” yang melakukan audit internal secara regular terhadap semua lembaga/program studi/unit di FEUI serta mewajibkan semua lembaga dan program studi untuk menyiapkan laporan keuangan tahunan yang diaudit oleh auditor eksternal / KAP. Dalam masa empat tahun kedepan, harus mampu dihasilkan laporan keuangan konsolidasi FEUI yang sudah melibatkan semua lembaga/program studi/ unit.
6. Untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan fakultas akan dilakukan rapat pimpinan fakultas lengkap dengan semua program studi dan unit secara regular didahului dengan beberapa rapat kecil.
7. Pimpinan fakultas akan mengedepankan prinsip transparansi dan mendorong partisipasi semua mahasiswa FEUI dalam setiap kebijakan penting yang dapat berkait langsung dengan kepentingan mahasiswa.
8. Mendorong mahasiswa agar terus aktif melakukan kegiatan yang berkualitas dan dapat meningkatkan mutu akademis dan social mahasiswa tersebut. Prestasi dari mahasiswa FEUI akan menjadi bagian tak terpisahkan dari citra FEUI secara menyeluruh.

Untuk mencapai misi terakhir “Membangun network nasional dan internasional yang lebih luas dan kuat disertai dengan partisipasi aktif FEUI dalam kebijakan perekonomian nasional dengan dua focus topic : kemiskinan dan perbaikan iklim usaha”, beberapa program kerja yang ditawarkan adalah :
1. FEUI berperan aktif dalam pertemuan ilmiah internasional dan juga organisasi profesi/ilmiah nasional dan internasional. Terlibatnya beberapa pengajar FEUI secara aktif di berbagai organisasi profesi/ilmiah dalam dan luar negeri akan secara signifikan mendorong reputasi FEUI di dunia luar.
2. FEUI akan terus mempererat jalinan kerjasama dengan ILUNI FEUI sebagai tombak kembar penetrasi FEUI ke dalam kancah pengambilan keputusan di sector pemerintah dan swasta. Sekaligus FEUI harus mampu melakukan komunikasi public untuk menangkal isu-isu negative yang sering ditiupkan sekelompok orang yang tidak suka FEUI atau tidak suka sekelompok orang FEUI.
3. Selalu bersikap terbuka dan akomodatif terhadap tawaran kerjasama dari luar negeri (open minded) dan mencegah rasa bangga yang terlalu berlebihan. Perlu terus diciptakan citra bahwa apabila ada institusi asing yang ingin bekerjasama dalam bidang ilmiah/akademik yang berkaitan dengan bidang ekonomi, akuntansi, dan management, FEUI lah yang terbaik dan paling credible di Indonesia.
4. Mengaktifkan aktivitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang dapat menunjang kontribusi signifikan FEUI dalam kebijakan public terutama untuk permasalahan pengurangan kemiskinan dan perbaikan iklim usaha. Dalam aktivitas ini, tiga departemen harus terlibat secara sinergis dengan mengedepankan kompetensinya masing-masing.
5. Terus aktif menggalang network dengan fakultas ekonomi lain di Indonesia dimana FEUI harus berposisi sebagai pemimpin dan siap memberikan bantuan teknis kepada FE lainnya. Selain itu FEUI juga akan mengoptimalkan network yang telah dikembangkan masing-masing individu pengajar FEUI menjadi network FEUI sendiri yang akan melibatkan lebih banyak civitas academica FEUI sendiri, dan juga UI.
6. Sebagai pelengkap penerimaan yang berasal dari kegiatan pengajaran dan penelitian, FEUI akan terus mengembangkan kemitraan dengan pihak swasta dan internasional dalam penggalian dana dan sponsorship dari pihak ketiga dengan prinsip saling menguntungkan dan tidak merusak citra FEUI sendiri. Karenanya network di dunia swasta dan jaringan internasional akan tetap dijaga agar sumber ini dapat terus memberikan kontribusi yang signifikan.

Demikianlah makalah singkat yang menjadi gambaran kesiapan saya untuk menjadi dekan FEUI 2005 – 2009 dan betapapun bagusnya program kerja yang dibuat, tidak akan ada artinya kalau tidak ada dukungan dari segenap civitas academica FEUI. Karenanya saya akan tetap menjaga tindak tanduk dan perilaku saya agar dapat menjadi teladan dalam FEUI sendiri. Disamping itu, saya tetap mengedepankan apa yang saya rasakan menjadi keunggulan dalam sisi manajerial dan kepemimpinan saya yaitu sikap santun, komunikator, terbuka, inovatif atau pendek kata, saya mengerjakan setiap pekerjaan dengan antusiasme yang tinggi (passion) dan dengan hati.

Pada akhirnya, apabila semua rencana kegiatan (aksi) di atas dapat dilakukan dengan baik, maka pada akhir tahun 2008 FEUI sudah dapat menunjukkan dirinya sebagai salah satu fakultas terdepan dalam rangka membawa UI menjadi world class university dengan penekanan pada kegiatan riset dan pendidikan pascasarjana yang berkualitas tinggi tanpa harus melupakan permasalahan bangsanya dan permasalahan yang ada di sekelilingnya.