Indeks Berita


Pengukuhan 3 Guru Besar FISIP UI

Posted by humas-ui on 2009-06-25 09:22:05

Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan 3 Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UI), yaitu Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono M.Sc, Prof. Dr. Ilya Revianti Sudjono Sunarwinandi, MSi dan Prof. Dra. M.A Yunita Triwardani Winarto, M.S, M.Sc.,Ph.D. Upacara pengukuhan dipimpin Rektor UI Prof.Dr.der.Soz Gumilar Rusliwa Somantri. Hadir mendampingi Rektor, perwakilan Ketua Senat Akademik Universitas (SAU) , Ketua Dewan Guru Besar (DGB UI), serta para Guru Besar pada Rabu pagi (24/06) bertempat di Balai Sidang UI, kampus UI Depok. Pada kesempatan tersebut juga hadir Ketua Majelis Wali Amanat (MWA UI) dr. Purnomo Prawiro beserta istri, Akbar Tanjung (Ketua DPR RI 1999-2004), Perwakilan dari the Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW), Guru Besar tamu dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta dan Yogyakarta, Universitas Gajah Mada, dan Institut Pertanian Bogor, para dekan, staf pengajar, serta sivitas akademika FISIP UI.

Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono M.Sc, kelahiran Rabat (Maroko), 29 Agustus 1961 adalah alumni Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI (1986). Ia berhasil memperoleh gelar Master pada Faculty of Social Administration, London School of Economics, University of London (1987). Gelar Doktor dari Departemen Sosiologi FISIP UI berhasil ia raih pada tahun 1999. Saat ini ia menjabat sebagai Dekan FISIP UI sejak tahun 2008 dan pengajar tetap pada Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI sejak tahun 1987. Selain itu ia juga aktif dalam keanggotaan organisasi profesi diantaranya anggota American Evaluation Association. Sebagai sumbangsihnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, ia menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Agenda Kesejahteraan di Persimpangan Jalan”. Orasi tersebut membahas mengenai beberapa hal substantif yang perlu dikaji dalam menghadapi dinamika masyarakat.

Sedangkan Prof. Dr. Ilya Revianti Sudjono Sunarwinandi, MSi, kelahiran Jakarta, 9 Oktober 1949 adalah alumni Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu-ilmu Sosial UI pada 1976. Ia berhasil meraih gelar Magister Sains Ilmu Komunikasi pada Program Pascasarjana UI. Gelar Doktor Ilmu Komunikasi pada bidang Ilmu Sosial Program Pascasarjana UI berhasil ia raih pada tahun 2005. Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI. Selain itu ia juga aktif sebagai anggota dalam organisasi profesi diantaranya anggota International Communication Association (ICA) sejak tahun 2006. Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan pidato dengan judul “Komunikasi Antar Budaya Dalam Konteks Globalisasi, Informatisasi dan Perubahan Budaya”. Tulisannya tersebut membahas mengenai hubungan dua kekuatan besar yang berperan penting dalam pembentukan corak dunia yaitu kekuatan kultural disebut juga “globalisasi” dan kekuatan teknologi komunikasi disebut “informatisasi”.

Prof. Dra. M.A Yunita Triwardani Winarto, M.S, M.Sc.,Ph.D., kelahiran Malang, 1 Juni 1950 adalah alumni Jurusan Antropologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1984). Ia berhasil memperoleh gelar Master of Science dalam Environmental Technology pada Centre for Environmental Technology, Imperial College of Science, Technology, and Medicine di London Inggris (1985). Gelar Doktor dari Department of Anthropology, Research School of Pasific and Asian Studies, The Australian National University di Canberra Australia berhasil ia raih pada tahun 1997. Saat ini menjabat sebagai staf pengajar di program Pascasarjana Antropologi Departemen Antropologi FISIP UI dan Academy Professorship Indonesia dalam bidang Ilmu Sosial-Humaniora, the Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada sejak tahun 2006 hingga 2009. Selain itu ia juga Anggota Advisory Board “Yayasan Kampung Halaman” sejak tahun 2006. Sebagai sumbangsihnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, ia menyampaikan hasil karyanya yang berjudul “Merajut Beragam ‘Benih’ Pengetahuan Menuju Kesejahteraan” pada pidato pengukuhan sebagai Guru Besar tetap FISIP UI. Dalam tulisannya ia memfokuskan ide-ide pemikirannya terhadap permasalahan yang dialami oleh petani. Selain itu ia juga mendorong para antropolog Indonesia agar berpartisipasi dengan kolega lain untuk menjadikan petani atau warga komuniti setempat sebagai ”yang pertama dan yang utama”.(lsa)