Indeks Berita


UI Selenggarakan Pekan FRANKOFONI 2010

Posted by humas-ui on 2010-03-26 09:46:58

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kedutaan Besar Perancis, Swiss, Kanada, dan Belgia mengadakan pekan Frankofoni 2010. Acara ini berlangsung tanggal 22 – 27 Maret 2010 dan diadakan di tiga tempat sekaligus yakni Pusat Kebudayaan Perancis (CCF), FIB UI dan UNJ. Namun kegiatan yang diadakan di UNJ hanya berupa pemutaran film dan pameran foto saja.

Acara ini dibuka secara bersamaan oleh Direktur Riset dan Pengembangan Masyarakat Dr. Bachtiar Alam yang mewakili Rektor UI. Tampak hadir Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr.Bambang Wibawarta, mantan Dekan FIB, Prof. Dr. Ida Sundari Husein, Duta Besar Swis,Heinz Walker-Nederkoorn, Duta Besar Belgia, Christian Tanghe, dan Duta Besar Perancis,Philippe Zeller di Auditorium IX FIB UI Kampus Depok. Turut hadir juga perwakilan dari Negara Rumania, Mesir dan Libanon. Frankofoni merupakan sebuah organisasi yang terdiri dari negara-negara penutur Bahasa Perancis yang didirikan pada tahun 1970 dan saat ini anggotanya telah mencapai sekitar 56 negara dan pemerintahan serta 14 negara pengamat dengan total 800 juta orang.

Bahasa Prancis digunakan lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia dan merupakan bahasa resmi dari 32 negara dan pemerintahan serta berada pada urutan kesembilan komunitas bahasa. Hari Frankofoni sendiri dirayakan di seluruh dunia setiap tahun pada tanggal 20 Maret. Ini merupakan kali kelima diadakan pekan Frankofoni di UI dan kali pertama UI bekerja sama dengan UNJ, karena di UNJ juga terdapat Program Studi Sastra Perancis. Meskipun Indonesia bukan bagian dari negara-negara frankofon, studi tentang bahasa dan kebudayaan Perancis berkembang dengan baik di negeri ini, terutama di kota-kota besar. Menurut Koordinator Program Studi Sastra Perancis FIB UI, Tito W Wojowasito, DEA, hingga saat ini diperkirakan lebih dari 50.000 orang belajar Bahasa Perancis di Indonesia. "Di UI sendiri, jumlah peminat Sastra Perancis bersaing dengan peminat Sastra Cina dan Jepang", ujarnya. Jika pada pekan Frankofoni tahun 2009 yang lalu mengusung tema perubahan iklim, maka di pekan Frankofoni tahun 2010 ini bertema utama "world heritage." Yang dimaksud dengan world heritage di sini adalah warisan budaya dari negara-negara frankofon yang telah diterima oleh dunia internasional. Perhelatan yang diselenggarakan selama enam hari ini diisi dengan berbagai acara antara lain pameran foto, pemutaran film-film frankofoni, seminar dalam Bahasa Perancis yang bertema interkultural, dan pelatihan hip-hop. Menurut Ketua Penyelenggara Pekan Frankofoni 2010, Dr. Myrna Laksman, tujuan diadakan acara Pekan Frankofoni untuk mengenalkan kebudayaan negara-negara penutur Bahasa Perancis kepada masyarakat Indonesia.

"Saya rasa yang namanya kedutaan di tiap negara pasti memiliki agenda untuk mengenalkan negara dan budaya mereka ke negara lain supaya masyarakat di negara tersebut tahu", ungkapnya. Lebih lanjut Dr. Myrna mengharapkan melalui acara Pekan Frankofoni ini terjalin kerja sama yang lebih baik dan pertukaran budaya antara Indonesia dengan negara-negara penutur Bahasa Perancis ini. "Kerja sama itu terbukti jika kita melihat di Program Studi Sastra Perancis sendiri, maka telah terjadi pertukaran ilmu dan hal itu sangat didukung sekali oleh Kedutaan Besar Perancis", ungkapnya menutup pembicaraan. (SNT)