Indeks Berita


Ujian Mandiri Bersama 12 PTN 2010

Posted by humas-ui on 2010-05-25 09:49:47

Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Nusantara (P-SPMBN) menyelenggarakan Ujian Mandiri Bersama (UMB) yang diadakan pada Sabtu, (22/05) di 20 kota, meliputi 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan delapan outlet. Jumlah peserta UMB tahun ini tercatat 126.404 calon mahasiswa. Hal ini dijelaskan pada saat konferensi pers yang dilakukan di ruang rapat kantor pusat P-SPMBN, Jalan Salemba 4 Jakarta. Hadir saat konferensi pers tersebut Ketua Pelaksana Operasional P-SPMBN, Prof. Dr. Sutjipto, Ketua P-SPMBN, Prof. Dr. dr. Asman Boedisantoso R. dan beberapa rektor universitas yang ikut bergabung dalam UMB seperti Rektor Universitas Negeri Jakarta, Bejo Sujanto dan Pembantu Rektor I Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jamhari Makruf. Sutjipto mengungkapkan, UMB yang ketiga kali ini, sebanyak 12 PTN di seluruh Indonesia berpartisipasi, termasuk salah satu di antaranya Universitas Indonesia (UI).

Total bangku yang diperebutkan di UMB 2010 berjumlah 10.300 buah. UI sendiri telah mengalokasikan 28% bangkunya untuk diperebutkan melalui ujian ini. "Maka rasionya di tahun ini, satu kursi diperebutkan oleh sekitar 12 calon mahasiswa," ujarnya. Calon mahasiswa yang ingin mengikuti UMB 2010 dapat mendaftar melalui online dengan mengklik website www.spmb.or.id yang dimulai sejak 12 April hingga 19 Mei 2010. "Ini adalah kali kedua, kami menggunakan sistem pendaftaran online," kata Sutjipto. Ia pun menjelaskan panitia P-SPMBN menyediakan beasiswa bagi peserta UMB-PTN. Jenis beasiswa yang disediakan terbagi ke dalam tiga jenis yaitu: (1) Beasiswa Mengikuti Ujian (BMU) bagi korban gempa Padang yang mendaftar UMB-PTN, (2) beasiswa yang diberikan kepada calon mahasiswa yang nilai rapor Bahasa Inggris dan Matematikanya sama dengan atau di atas 70, namun berasal dari keluarga yang kurang mampu secara finansial dan (3) beasiswa bagi calon mahasiswa yang memiliki nilai UAN tertinggi. Untuk beasiswa yang disebutkan terakhir, akan diberikan setelah calon mahasiswa yang bersangkutan mendaftarkan diri di PTN yang ia pilih. “Karena kami prihatin dengan kenyataan banyak anak yang nilai UANnya sangat bagus, namun mereka tidak memiliki biaya untuk berkuliah,” imbuhnya.

Untuk menghindari tindak kecurangan yang bisa saja terjadi, Sutjipto dan tim menggunakan sistem pengawasan bernama Anti Crime Devices level I dan II yang digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi terjadinya kecurangan selama ujian berlangsung. “Ini adalah sebuah sistem yang kami kembangkan sendiri,” tuturnya. Sutjipto juga mengungkapkan calon mahasiswa juga tidak diperkenankan membawa telepon seluler saat mengerjakan ujian. “Semua itu harus diletakkan di dalam tas dan seluruh tas diletakkan di depan ruang ujian,” katanya tegas. Selain itu soal-soal ujian pun mendapat perlakuan khusus mulai dari proses pengepakan, penyegelan hingga pendistribusian ke seluruh lokasi ujian. “Intinya kami berusaha untuk profesional menangani hal ini,” ungkapnya. Ia berani memastikan tidak ada keterlambatan soal dan tindakan perjokian yang terjadi selama ujian berlangsung.

Dengan mengikuti UMB, calon mahasiswa tidak hanya bisa memilih untuk masuk ke PTN, namun juga sudah bisa untuk ikut memilih masuk ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Hal ini diungkapkan Prof.dr.Usman Chatib Warsa, Sp.MK,Ph.D selaku Koordinator Pelaksana UMB PTS. Ditemui di ruang kerjanya saat makan siang, mantan rektor UI ini mengungkapkan UMB PTS telah diadakan sejak 2008 dengan 27 PTS yang berpartisipasi, sedangkan di 2010 ini jumlahnya naik menjadi 34 PTS yang ikut bergabung. “Para rektor universitas swasta yang kami ajak merespon positif tawaran kami,” tuturnya. UMB PTS ini direncanakan diselenggarakan pada Juli 2010.

Prof. Usman mengharapkan ujian masuk ke PTN dan PTS bisa dilakukan secara bersamaan melalui UMB. "Saya sedang merencanakan ketika seorang calon mahasiswa mendaftar untuk ikut UMB, mereka mempunyai tiga pilihan. Pilihan pertama dan kedua bisa memilih PTN, sedangkan pilihan ketiganya mereka bisa memilih PTS," paparnya. Namun begitu, Prof. Usman mengakui jumlah peserta UMB PTS tidak terlalu banyak. “Hanya berkisar dua ribu calon mahasiswa,” tuturnya. Ketika disinggung mengenai jenis soal yang diujikan, Guru Besar Mikrobiologi ini menjelaskan pada soal UMB, soal yang digunakan merupakan tipe soal prediktif dan tidak ada Tes Potensi Akademik (TPA). "Ketika seseorang lulus SMU, maka materi yang diajarkan hanya sebatas sampai X, tetapi kami memberikan soal hingga materi Z misalnya, sehingga kami mengharapkan calon mahasiswa bisa berkreasi dengan pikirannya," katanya. Mengenai TPA, pria yang pernah meraih predikat dosen teladan tingkat DKI Jakarta dan nasional ini menilai tes tersebut kurang sesuai jika diterapkan di UMB, karena itu merupakan tes yang sering digunakan oleh para psikolog untuk mengetahui kebakatan seseorang. “Jadi soalnya harus dibuat khusus untuk tiap orang. Tidak bisa digunakan secara massal. Kesannya malah akan ada penyeragaman,” tegasnya.

Melalui UMB, calon mahasiswa juga bisa melanjutkan kuliahnya hingga ke Australia. P-SPMBN telah menjalin kerja sama dengan IDP, sebuah perusahaan global yang membantu menempatkan mahasiswa internasional di berbagai institusi pendidikan di Australia, mulai dari pendidikan tinggi, sekolah vokasi dan pelatihan hingga kursus intensif Bahasa Inggris bagi seluruh mahasiswa di seluruh dunia. Prosedur yang harus ditempuh yaitu, calon mahasiswa mengikuti terlebih dulu UMB. Kemudian jika mereka memiliki nilai-nilai terbaik, calon mahasiswa tersebut akan dikelompokkan ke dalam kategori platinum, gold dan silver. Jika nilai mereka layak, maka mereka akan direkomendasikan oleh P-SPMBN ke IDP supaya bisa diterima di universitas di Australia. Untuk saat ini jalur yang bisa ditempuh, calon mahasiswa bisa mengambil melalui UMB PTS. Dengan catatan jika mengambil UMB PTS, maka universitas yang bisa dipilih di Australia juga harus universitas swasta. Untuk UMB PTN, baru bisa dilakukan tahun 2011. (SNT)