Indeks Berita


Pancang Tiang Gedung Sekolah Seni dan Gedung Fasilkom UI

Posted by admin on 2010-09-23 14:06:01

Universitas Indonesia (UI) membangun dua gedung baru yaitu gedung Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) dan gedung Sekolah Seni dengan pemancangan tiang pertama oleh Rektor UI, Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri pada Senin (20/09), berlokasi di dekat Mesjid UI. Dalam acara tersebut, hadir Walikota Depok, Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc, pimpinan universitas dan pimpinan fakultas.

Gedung baru fasilkom yang terletak di zona ilmu science berdiri dilahan seluas satu hektar dengan total luas gedung mencapai 20.000 meter persegi. Dalam laporannya, ketua pembangunan gedung, Prof. Dr. Ir. Emirhadi Suganda M.Sc., menyampaikan bahwa pada tahap pertama, area yang akan dibangun seluas 4800 meter persegi meliputi delapan lantai yang terdiri atas laboratorium, ruang kuliah, kantor, auditorium dan ruang penunjang. Gedung ini diperkirakan mampu menampung 10.000 mahasiswa, 200 staf pengajar dan 100 orang karyawan.

Sementara gedung Sekolah Seni dan Perancangan lingkungan terletak di zona sentrum antara Balairung dan Mesjid UI. Didirikan di atas lahan seluas 11.600 meter persegi, gedung hasil rancangan arsitek kenamaan Mochamad Ridwan Kamil ini berfungsi untuk menampung minat mahasiswa UI yang tertarik dengan dunia seni. Sama seperti gedung fasilkom, gedung sekolah seni dan perancangan lingkungan ini dibangun untuk tahap pertama dengan seluas 4800 meter persegi meliputi auditorium, galeri, kantor dan ruang penunjang. Direncanakan kedua gedung yang memiliki desain yang khas dan unik ini akan selesai pada tahun 2012.

Dalam sambutannya, Rektor UI Gumilar mengaku bangga dan bersyukur karena UI bisa merealisasikan pembangunan kedua gedung tersebut. “Gedung ini akan menjadi ikon baru UI,” tuturnya. Membangun sekolah pusat seni dan budaya sudah menjadi impian UI sejak 10 tahun yang lalu. “Ini sudah menjadi harapan beberapa rektor sebelumnya,” Untuk merealisasikan sekolah Seni, UI akan mengirimkan perwakilan ke University of California Los Angeles (UCLA) untuk melakukan studi banding serta kajian mengenai sekolah desain dan seni yang berada di sana. Sedangkan mengenai pembangunan gedung baru fasilkom, Gumilar mengaku prihatin dengan bangunan fisik gedung fasilkom saat ini yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. “Padahal fasilkom merupakan fakultas masa depan namun jarang ada yang menyadarinya,” Di akhir sambutannya ia berharap dengan dibangunnya kedua gedung tersebut dapat meningkatkan citra kampus dan suasana kultural akademik. (SNT/WND)