Indeks Berita


Belajar dari Jepang

Posted by admin on 2010-09-01 08:29:00

Kamis (30/09), Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (PSJ UI) kedatangan banyak tamu dari dua negara yang berbeda, Indonesia dan Jepang. Police Science Studies Postgraduate Program & Urban Development Studies Postgraduate Program and Alumni Association of Japanese Area Studies Postgraduate Program, University of Indonesia mengadakan sebuah simposium internasional, Learning From Japan Symposium, yang mengambil tema “Enriching The Way to Crime-Free Society: The Creation of Safe and Secure Urban Living Environment”.

Simposium internasional ini yang ketigakalinya yang diadakan oleh program studi pasca sarjana tersebut. Dalam simposium ini tampak hadir beberapa tokoh penting dari Indonesia dan Jepang, di antaranya Ketua Kajian Kepolisian UI, Prof.Dr. Sarlito Wirawan Sarwono; Sekretaris Universitas Indonesia, Prof.Dr.I Ketut Surajaya, M.A.; Prof.Dr. Adrianus Meliala; Walikota Jakarta Pusat, Dr.Hj. Sylviana Murni, SH, M.Si.; Dirlantas Polda RIAU, Dr.Chryshnanda, D.L., M.Si.; Perwakilan Duta Besar Jepang untuk RI, Mr. Takayuki Kawai; Perwakilan dari The Japan Foundation, Mrs. Hasimoto; Public Administration Expert dari Universitas Meiji, Prof. Akira Nakamura; dan Sosiolog dari Kagoshima University, Prof. Hishiyama Kosuke.

Simposium diawali dengan sambutan dari Ketua Kajian Kepolisian UI. Dilanjutkan dengan sambutan dari Mrs. Hasimoto, yang mengemukakan pentingnya memperkaya pengetahuan tentang penanggulangan dan pengurangan tingkat kriminalitas. Dan menurutnya simposium ini sangat bagus untuk bertukar dan mempelajari pengetahuan itu dari negara lain. Dalam sambutan perwakilan Duta Besar Jepang untuk RI, Mr. Kawai menyatakan pendapat yang hampir sama dengan Mrs. Hasimoto, dengan adanya simposium seperti ini masyarakat Jepang yang ada di Indonesia dengan masyarakat Indonesia sendiri bisa saling bertukar pikiran untuk mencapai kondisi keamanan yang lebih baik. Simposium internasional terdiri dari tiga sesi, masing-masing membahas tentang National & Government Policy, Local & Operational Policies, Society's Behaviour & Perception.

Dalam simposium ini dipaparkan kriminalitas mempunyai efek jangka panjang terhadap kehidupan sosial dan politik. Dari hasil penelitian tim simposium internasional, disebutkan lingkungan yang bebas dari kriminalitas adalah angan-angan/impian belaka. Bahkan dalam pemaparan Prof. Adrianus Meliala, beliau mengataka, lingkungan yang bebas dari kriminalitas adalah hal yang sangat mewah bagi masyarakat Indonesia. Lain halnya dengan pemaparan yang disampaikan oleh Prof. Nakamura dari Universitas Meiji, beliau menyampaikan pemerintah Jepang adalah pemerintah yang paling kreatif dan inovatif dalam segala hal, termasuk dalam kemanan. Hal ini didukung dengan penelitian yang sebelumnya dibawakan oleh tim peneliti simposium internasional yang menyebutkan angka kriminalitas di negara Jepang pada tahun 2002 yang mengalami kenaikan semenjak perang dunia kedua. Namun mereka mampu menurunkan angka kriminalitas itu sebanyak 37,7% hanya dalam jangka waktu 2 tahun, dari tahun 2003 sampai tahun 2005. Menurut Prof. Nakamura, Jepang bukanlah negara yang selalu benar, mereka juga negara yang melakukan banyak sekali kesalahan, maka dari itu belajar dari Jepang menurutnya memiliki dua arti yaitu belajar dari kesuksesannya dan belajar dari kesalahan-kesalahannya.

Dari simposium ini banyak hal yang bisa didapat dan dipelajari, bahkan mungkin pada akhirnya bisa dicontoh oleh Indonesia dalam hal penanggulangan dan penurunan tindak kriminalitas. Kita tidak perlu sungkan dalam belajar hal apapun, baik dari pengalaman negara sendiri maupun dari pengalaman negara lain. Semoga saja simposium ini bisa menjadi salah satu ajang perbaikan bagi kita dan negara Indonesia.(Hum-UI)