Indeks Berita


Jadi Pengusaha Muda, Siapa Takut?

Posted by admin on 2011-10-05 13:09:00

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) pada Selasa(4/10) bertempat di Student Center, ramai dipadati para mahasiswa dari berbagai fakultas. Mereka datang untuk menyimak kuliah umum dari Raditya Priamanaya Djan tentang Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah melalui Model Inkubator Bisnis. Pria, panggilan akrab Raditya Priamanaya Djan, adalah UI angkatan 1995. Saat ini ia juga tengah menjadi calon ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Menurutnya, Indonesia negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, namun jumlah pengusahanya masih sangat kecil. Pria mengajak para mahasiswa yang datang untuk menjadi pengusaha.

Pengusaha bisa menciptakan pekerjaan, yang saat ini sangat dibutuhkan mengingat banyaknya pengangguran. Untuk menjadi pengusaha sukses memang tidak mudah. Pada awal memulai, pasti kita akan banyak mengalami perkembangan dan perubahan. Pengusaha harus mempunyai mentalitas yang baik, siap kalah, siap rugi, dan siap belum sukses. Pengusaha juga harus kreatif dalam mencari jalan keluar dan mencari ide-ide baru. Untuk memulai, menurutnya, mulailah suatu usaha dengan yang kecil. Semua pengusaha sukses telah memulai dengan yang kecil. Ia memberikan contoh tokoh-tokoh Indonesia yang menjadi pengusaha sukses seperti Bob Sadino dan Jusuf Kalla. Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai pengusaha segala keputusan harus diambil dengan cepat. Selain itu, ia juga bercerita bagaimana membangun kembali Blok A di Tanah Abang. Dulu, terjadi kebakaran pada tahun 2003 hingga semua bangunan hangus. Ia kemudian mencoba menawarkan diri untuk mengelola dan membangun kembali gedung itu dengan konsep yang lebih modern. Ia mengubah konsep dari yang kuno menjadi modern. Dulu tidak ada parkir, sekarang ada. Dulu tidak ada AC, sekarang ada. Sekarang juga ada lift dan ada satpam. Mesjid dibangun dengan kapasitas 2000 orang. Saat ini orang merasa nyaman. Ia juga menyebutkan, selain dari dalam Indonesia, pengunjung Tanah Abang juga berasal dari luar Indonesia seperti Malaysia, Brunei, Australia, hingga Eropa.

Pria menjelaskan tentang model inkubator bisnis, seperti halnya bayi yang baru lahir harus dimasukkan dalam inkubator terlebih dahulu. Pelaksanaan model ini akan bekerja sama dengan UI. Programnya yaitu mengadakan pelatihan kepada pemilik kios, sebagai suatu titik tolak bagi pengusaha-pengusaha muda di usaha kecil menengah. Model inbubator bisnis ini, menyediakan tempat untuk pengusaha dari seluruh Indonesia, untuk dapat menggunakan Tanah Abang sebagai tempat pembelajaran usaha. Mereka yang mencoba untuk berusaha di bidang garmen dapat turut dalam program ini. Kedepannya, Pria bermaksud untuk mengembangkan grosir-grosir di Indonesia. Ia ingin membangun replika Tanah Abang di daerah-daerah, sehingga dapat menghemat biaya transportasi pengiriman barang. Sebelum hadir membagikan pengalaman-pengalaman tentang wirausaha di UI, Pria hadir di Manado, Padang, Batam, dan daerah-daerah lain juga. Di akhir sesi, ia dihujani pertanyaan dari para peserta tentang wirausaha.(KHN)