Indeks Berita


Delegasi UI Tampilkan Isu terkini di Harvard

Posted by admin on 2012-02-21 14:48:31

Delegasi Universitas Indonesia (UI) yang terdiri dari Astri Wulandari (Ilmu Manajemen UI 2008), Edi Saputra (Ilmu Manajemen UI 2008), Gilang R. Hernanda (Ilmu Komunikasi UI 2008), Kiki Amalia Tazkiyah (Sosiologi UI 2008), dan Windy Natriavi (Ilmu Manajemen UI 2008) hadir dalam forum internasional Harvard Project for Asian and International Relations (HPAIR) Harvard Conference 2012, di Harvard University, Amerika Serikat pada 17-20 Februari lalu. Pada konferensi tersebut yang bertema Cross-Cultural Connections: Weaving New Silk Roads, delegasi UI mendisuksikan isu-isu penting terkini yang terjadi di Asia baik dalam bidang kewirausahaan sosial (social entrepreneurship), bisnis dan keuangan (business and finance), maupun soal media di Asia.

HPAIR Harvard Conference 2012 adalah sebuah konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan Harvard University Amerika Serikat. Tahun ini, terselenggara untuk yang ke-22 sepanjang sejarah HPAIR. Dalam konferensi ini, delegasi UI berkesempatan berdiskusi dengan para tokoh bisnis internasional serta tokoh akademis, khususnya profesor Harvard University, antara lain William Overholt (Research Fellow, Harvard Kennedy School), Shadia Marhaban (President dan Co-founder, the Aceh Women’s League), Ezra Vogel (Henry Ford II Professor of the Social Sciences Emeritus, Harvard University), dan Masaaki Maeda (President/CEO, NTT Docomo Amerika Serikat). Melalui berbagai sesi pleno (plenary), panel, seminar, dan studi kasus yang ada dalam HPAIR Harvard Conference 2012, delegasi universitas mencoba memahami dan merumuskan ide mengenai permasalahan-permasalahan penting di Asia. Kecenderungan pertumbuhan ekonomi Asia, khususnya Asia Timur, yang semakin melambat memunculkan kekhawatiran dari berbagai belahan dunia. Di samping itu, kondisi kebebasan media yang penting dalam proses demokratisasi negara-negara di Asia dalam banyak kasus pun masih dinilai buruk.

Jalinan hubungan informal di antara 180 delegasi dari seluruh dunia telah memunculkan ide-ide segar yang cemerlang untuk Asia yang lebih baik. Salah satu delegasi UI misalnya, bersama delegasi dari Jepang ingin mewujudkan media sosial di mana seseorang dapat belajar mengenai literasi media (media literacy) melalui kasus-kasus yang ditulis pelajar dari negara masing-masing. HPAIR Harvard Conference 2012 menjadi wadah untuk melaju ke arah Asia yang lebih baik dan kuat. HPAIR Harvard Conference 2012, khususnya, dan konferensi sejenis lainnya tentu merupakan pengalaman bernilai dan bermanfaat bagi mahasiswa, apalagi bagi mereka yang mendalami kajian regional. HPAIR Harvard Conference 2012 telah sedikit banyak menghembuskan semangat optimisme bagi penduduk Asia untuk meraih masa depan Asia yang lebih baik . “Saya merasa setelah menghadiri [HPAIR] ini, saya lebih cinta kepada Indonesia dan makin percaya diri untuk bisa memajukan Indonesia di mata Asia dan dunia,” tukas Windy.

Senada dengan itu, Edi dan Astri pun semakin tergerak untuk memajukan sektor kewirausahaan sosial di Indonesia. Menurut Edi, social entrepreneurship adalah elemen esensial untuk ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan dunia saat ini. “Maka dari itu, saya ingin mendirikan dan menyebarluaskan social entrepreneurship di Indonesia,” tegas Astri. Di sisi lain, Gilang dan Kiki yang hadir dalam panel media pun berharap pada media di Indonesia, supaya di samping kepentingan komersial yang diutamakan saat ini, mereka masih menjunjung idealisme dunia jurnalistik yang luhur. Kiki menilai, di era kebebasan seperti ini, akan susah menemukan saluran televisi yang berkualitas. Akan tetapi, lanjut Gilang, kepercayaan-kepercayaan baru timbul dari berbagai saluran televisi komunitas dan televisi lokal yang kian kreatif dan edukatif. Keberangkatan delegasi UI ke konferensi internasional HPAIR Harvard 2012 ini didukung PT Minamas Plantation dan PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero). (GRH)