Pada Jumat (8/6), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menggelar Seminar “Kapitalisme Indonesia dari Negara ke Pasar”. Dalam seminar dibahas buku karya Prof. Richard Robison berjudul Soeharto dan Bangkitnya Kapitalisme Indonesia. Hadir sebagai pembicara yaitu Prof. Richard Robison, Prof. Vedi Hadiz, Hilmar Farid dan Dr. Rochman Achwan, MHD. Sedangkan bertindak sebagai moderator adalah Francisia SSE Seda, P.hD. Seminar diselenggarakan atas kerja sama Labratorium Sosiologi FISIP UI, Pusat Kajian Politik FISIP UI, dan penerbit Komunitas Bambu.
Sebagai penulis buku, Prof. Robison membuka dengan menyampaikan isi buku yang ditulisnya. Ia menyatakan, buku tersebut ditulis sebagai sebuah kritik sosial terhadap semakin kuatnya pengaruh kaum kapitalis pada masa Orde Baru. Prof. Robison mengatakan bahwa pada kebijakan yang akan diambil oleh pemerintahan Soeharto, kepentingan kaum kapitalis menjadi kepentingan yang sangat diperhatikan.
Setelah Prof. Robison menyampaikan apa yang menjadi isi bukunya, seminar dilanjutkan dengan pembahasan melalui berbagai sudut pandang ilmu. Hilmar Farid selaku sejarawan membahas mengenai aspek sejarah dari buku ini. Pada masa tersebut, diskusi-diskusi yang mencoba mengkritik pemerintah harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Buku karya Prof. Robison yang mengkritik pemerintah termasuk dalam daftar buku yang dilarang beredar di Indonesia. Walau buku ini resmi dilarang beredar di Indonesia, buku ini amat laris disalin dan disebarluaskan dari tangan ke tangan. Frekuensi dikutipnya buku ini oleh para sarjana sangat tinggi ketimbang buku-buku tentang politik Indonesia lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa buku karya Prof. Robison menjadi sebuah simbol perlawanan terhadap Orde Baru.
Prof. Vedi yang menjelaskan aspek politik dari buku ini memuji Prof. Robison atas kritiknya terhadap pemerintahan Soeharto melalui tulisannya. Masa Soeharto, menurut Vedi, merupakan masa berkembangnya kapitalisme. Prof. Robison berhasil menganalisa perubahan situasi ekonomi politik Indonesia, terutama yang terjadi di era 1970-an. Pada masa tersebut, kapitalisme Indonesia merupakan hal yang kompleks. Buku Prof. Robison berhasil menjelaskan mengenai dikekangnya demokrasi yang menyuburkan pertumbuhan kaum kapitalis.
Pembicara selanjutnya, Dr. Rochman Achwan, mencoba memberi sudut pandang sosiologis terhadap buku ini. Dalam pandangannya, buku ini merupakan salah satu buku klasik yang pada masa Orde Baru sering dijadikan buku pegangan dalam menganalisa kondisi ekonomi politik Indonesia. Secara sosiologis, pada masa Orde Baru terjadi apa yang disebut sebagai domestic capitalism. Negara menjadi pendorong tumbuhnya kaum kapitalis dalam negeri yang mencari keuntungan dari bangsa sendiri. Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan kesimpulan dari masing-masing pembicara. (KUN)