Indeks Berita


Lebih Serius Jadi Green Campus, UI Adakan Workshop GreenMetric 2012

Posted by admin on 2012-06-21 11:24:32

Selain menjadi world class university, Universitas Indonesia (UI) juga memiliki visi untuk menjadi kampus yang hijau. Dalam menunjukkan keseriusannya untuk menghijaukan kampus, UI menggelar pemeringkatan kampus di seluruh dunia berdasarkan tingkat ke’hijau’annya yang disebut GreenMetric. Untuk semakin mendorong kebijakan green campus, UI juga mengadakan Workshop GreenMetric 2012 pada Kamis (31/5) di Ruang Rapat A lt. 2 Pusat Administrasi UI.

Workshop ini menghadirkan perwakilan-perwakilan dari fakultas sebagai peserta karena peran serta fakultas dalam pemeliharaan lngkungan, baik dalam bentuk penelitian, program, maupun kebijakan, sangat diperlukan. Sistem penilaian GreenMetric disosialisasikan dalam workshop ini agar fakultas menjadi bagian penting dapat mempersiapkan diri menuju GreenMetric 2012. Adapun yang menjadi indikator GreenMetric yaitu setting dan infrastruktur (24%), energi dan perubahan iklim (28%), limbah (15%), air (15%), dan transportasi (24%).

UI menduduki peringkat 22 pada GreenMetric 2011. Hal ini menjadi perhatian bagi UI karena masih banyak yang harus ditingkatkan sehingga perlu upaya lebih keras untuk menjadikan kampus ini lebih hijau dan ramah lingkungan. Untuk itu, UI juga mengajak para perwakilan fakultas untuk mendiskusikan kondisi masing-masing fakultas agar bisa saling bertukar informasi dan memberi solusi bagi apabila terdapat usaha penerapan kebijakan green campus yang mandek.

Dalam workshop ini diundang pula mahasiswa Departemen Teknik Kimia UI, yaitu Nur Muhammad Arifin (23) dan Harsono (22). Mereka diundang untuk mempresentasikan proyek mata kuliah Sustainable Energy, yaitu Photovoltaic Charging Station (PCS) yang dikerjakan oleh seluruh anggota kelas. Photovoltaic sendiri merupakan panel yang dapat mengonversikan cahaya (baik dari matahari atau bukan) menjadi energi listrik.

Lima buah panel photovoltaic sudah dipasang di Gedung Departemen Teknik Kimia FT UI dan PCS sudah diresmikan oleh Ketua Departemen Teknik Kimia FT UI Prof. Dr. Ir. Widodo Wahyu Purwanto, DEA pada 30 Desember 2011. Walau instalasi PCS ini memakan cukup banyak biaya, yaitu sekitar Rp 41 juta, anggota kelas semangat menggalang dana demi terlaksananya proyek ini. Energi yang dihasilkan photovoltaic kini sudah dapat dinikmati mahasiswa FT UI untuk menunjang kegiatan perkuliahan, seperti untuk mengisi baterai laptop.

Apabila photovoltaic terpapar sinar selama 4 jam per hari, lima panel photovoltaic tersebut dapat menghasilkan daya 1.335 KWH dalam setahun. Energi yang dihasilkan photovoltaic merupakan clean energy, yaitu energi yang tidak menyumbang, atau hanya sedikit menyumbang, polutan akibat penggunaannya. Photovoltaic ini dapat menekan 0,6-1,2 ton emisi karbon per tahun atau setara dengan 500% lebih sedikit daripada polutan yang dihasilkan energi dari fosil. Walau biaya instalasi awal cukup mahal, namun penggunaan photovoltaic tetap lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan apabila kita menggunakan listrik yang dihasilkan dari energi fosil karena photovoltaic dapat digunakan sampai 20-30 tahun ke depan tanpa mengeluarkan biaya tarif bulanan. Melihat potensi tersebut, UI memiliki gagasan untuk membuat photovoltaic sebagai sumber energi di kampus UI.

Kepala Pengembangan dan Pelayanan Sistem Informasi (PPSI) Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, MM, M.Sc, IP mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa-mahasiswa ini karena justru mereka yang sudah bisa konkret. Indonesia masih ngomong soal BBM padahal di sini khatulistiwa, banyak sinar matahari yang bisa dimanfaatkan.” Menurutnya, apa yang dilakukan para mahasiswa Teknik Kimia ini dapat mendorong segenap sivitas akademika UI untuk terus mengembangkan gaya hidup yang ramah lingkungan. (YV)