Mahasiswa Departemen Arsitektur FT UI menggelar seminar pameran hasil program ekskursi mereka, Selasa (19/6) di FT UI. Ekskursi merupakan program kerja tahunan mahasiswa Arsitektur UI dengan bentuk kegiatan ekspedisi dan riset untuk mempelajari arsitektur nusantara dalam kurun waktu 2-3 minggu. Tiap tahun, wilayah yang dijadikan tempat tujuan yang berganti guna menambah ragam wawasan dan rekaman arsitektur Indonesia. Pada akhirnya, perjalanan dan penelitian yang dilakukan dikumpulkan dan dikemas dalam sebuah produk yang semakin berkembang. Bermula dari bentuk laporan baku tertulis, kini laporan tertuang dalam format buku hingga video sehingga pengalaman berarsitektur yang disampaikan tidak hanya terbatas pada grafis 2 dimensi seperti foto, gambar kerja dan sketsa tetapi juga visual bergerak pada video-nya.
Kuliah umum dilakukan sebagai upaya pembekalan baik bagi tim yang berangkat atau pun tidak (hanya sebagai peserta) sehingga muncul gambaran yang lebih jelas melalui transfer wawasan tersebut. Kuliah umum terdiri dari 2 sesi dengan moderator Agung Setyawan. Sesi 1 diisi oleh Herrybertus Sukaraja, seorang desainer freelance yang pernah melakukan riset mengenai tato di Mentawai dan masih sering melakukan perjalanan ke Mentawai. Bertus memaparkan kondisi alam dan gambaran kehidupan sehari-hari serta kebudayaan masyarakat Mentawai.
Sesi 2 diisi oleh Rahung Nasution dan Durga Aman Sipatiti. Rahung dan Durga adalah videomaker dari “Mentawai Tattoo Revival”. Sesi 2 diawali oleh pemutaran film “Mentawai Tattoo Revival”yang berlangsung selama 45 menit. Setelah pemutaran film selesai, Rahung dan Durga berbagi banyak mengenai proses mereka merekam kehidupan orang-orang Mentawai. Rahung dan Durga juga banyak menceritakan kehidupan sehari-hari yang mereka alami di Mentawai.
Kegiatan ekskursi ini akan menghasilkan output berupa sketsa, foto, pemetaan kampung, dan maket yang berkaitan dengan hasil penelitian selama ekskursi yang pada akhirnya akan dipamerkan setelah tim yang berangkat ke Mentawai sekitar bulan Oktober atau November 2012 kembali ke Depok. (IB)