Indeks Berita


Promosi Doktor Cosmas Rinaldi Adithya Lesmana

Posted by admin on 2012-06-22 10:24:23

Dr. dr. Cosmas Rinaldi Adithya Lesmana, SpPD-KGEH, FACP, FINASIM berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Hubungan Antara Covalently Closed Circular Deoxyribo Nucleic Acid (cccDNA) dan Pre-Genomic Ribo Nucleid Acid (PgRNA) Intrahepatik dengan Petanda Serum Infeksi Virus Hepatitis B serta Dampak Terapi Anti Virus Oral terhadap Aktivitas Replikasi Virus” dihadapan tim penguji pada Rabu (13/6) lalu di Aula FKUI. Disertasi dibawah bimbingan promotor Prof. dr. H. Ali Sulaiman PhD, SpPD-KGEH, FACG, FINASIM dan ko promotor Prof. Seng Gee Lim, MD, FRCP, FRACP, FAMS (National University of Singapore) dan Assoc. Prof. Scott Bowden, PhD (University of Melbourne – Australia) berhasil membawa dr. Cosmas menjadi doktor ke 181 di FKUI. Sidang hari itu dipimpin oleh Prof. dr. Pratiwi P. Sudarmono, SpMK(K) dengan ketua tim penguji Prof. Dr.dr Sarwono Waspadji, SpPD-KEMD, FINASIM dan anggota tim penguji yang terdiri dari Prof. dr. Suzanna Immanuel, SpPK ; Dr.dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, FINASIM ; Dr. dr. Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, FINASIM ; dan penguji tamu dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Prof. dr. Nelly Tendean Wenas, SpPD-KGEH.

Disertasi dr. Cosmas menitikberatkan pada infeksi virus hepatitis B (VHB) kronik yang saat ini menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Pada wilayah Asia Pasifik, penularan dari ibu ke bayi adalah jalur yang paling dominan. Setiap tahunnya, infeksi VHS kronik menyebabkan hingga lebih dari 1 juta kematian akibat sirosis dan kanker hati.

Pada penelitiannya, dokter kelahiran 8 September 1977 ini melakukan penelitian di beberapa lokasi, di antaranya adalah Divisi Hepatologi Departemen Ilmu penyakit Dalam FKUI-RSCM, dan berkolaborasi dengan Victorian Infectious Disease Reference Laboratory North Melbourne, Australia. Sebanyak 104 pasien dilibatkan dalam penelitian yang berlangsung selama kurun waktu Januari 2010-Desember 2011. Keseluruhan pasien didiagnosis menderita infeksi hepatitis B kronik, bersedia menjalani biopsi hati dan bersedia ikut serta dalam penelitian. Penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis awal yang diajukan oleh dr. Cosmas. Harapan terbesar adalah bahwa penelitian beliau dapat menjadi penelitian awal untuk menanggulangi peningkatan penderita infeksi virus hepatitis B kronik. (Mel/Die)