“Penelitian, teknologi, kerja sama, dan pendidikan. Itulah misi dari CERN yang kita jalankan selama ini,” kata Prof. Emmanuel Tseismellis Director Office CERN dalam acara kuliah umum yang bertajuk “CERN and Its Particle Physics Programme” pada Selasa (26/6) di Ruang Sinema Perpustakaan UI, kampus Depok.
CERN (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire) merupakan organisasi penelitian nuklir Eropa yang berpusat di Jenewa, Swiss. Organisasi yang terbentuk sejak tahun 1952 ini mempunyai kurang lebih 3.000 peneliti dari ratusan negara dan telah mengaplikasikan berbagai temuannya terkait dengan teknologi yang berhubungan dengan penelitiannya dalam bidang fisika partikel.
Temuan yang terbaru dari CERN antara lain dalam bidang kedokteran menemukan teknologi Hadron Therapy untuk melawan kanker dan alat untuk mendeteksi partikel yaitu PET (Positron Emission Tomography) scanner untuk mengukur metabolisme gula, penggunaan oksigen, dan mengukur aliran darah.
Penemuan yang sedang digarap sekarang menurut Prof. Emmanuel adalah LHC (Large Hadron Collider) akselerator partikel terkuat dan terbesar di dunia. Instrumen penelitian yang sangat besar ini ada di Jenewa, ditanam sedalam 100 meter dari permukaan tanah dan luasnya meliputi perbatasan antara Swiss dan Prancis.
Selain berbagai penelitian yang dilakukan oleh CERN, aktifitas pendidikan juga menjadi salah satu konsentrasi dari CERN sebagai wujud dari misinya. “Sekolah pengajaran CERN, sekolah musim panas, peneliti muda, dan tempat buat pelajar yang menyukai bidang fisika merupakan aktivitas pendidikan yang dilaksanakan oleh CERN,” kata Prof. Emmanuel.
Menurut Prof. Emmanuel penelitian tentang partikel tidak hanya terhenti pada penemuan partikel quark, akan tetapi penemuan partikel baru yang disebut dengan Higgs akan menjadi penemuan yang besar. “Kita sekarang masih mencari partikel Higgs yang masih belum ditemukan hingga sekarang,” lanjutnya. (HDI)