Indeks Berita


Promosi Doktor Demsa Simbolon

Posted by admin on 2012-07-13 11:29:09

Dr. Demsa Simbolon, SKM, MKM berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Prediksi Indeks Massa Tubuh Remaja Berdasarkan Riwayat Lahir dan Status Gizi Anak (Studi Longitudinal IFLS 1993-2007)” di hadapan tim penguji yang diketuai oleh Prof. dr. Anhari Achadi, S.K.M., Sc.D. di Auditorium Gedung G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Rabu (11/07). Dengan anggota penguji Prof. Dr. dr. Purwantyastuti Ascobat, M.Sc., SpFK, Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH., Ph.D., Dr. Soewarta Kosen, MPH., Dr. Abas Basuni Jahari, M.Sc, Dr. dr. Ratna Juwita, MPH., dan Ir. Ahmad Syafiq, MSc. PhD.

Dalam disertasinya, Dr. Demsa membahas peningkatan populasi remaja yang diikuti dengan peningkatan masalah gizi ganda di Indonesia. Usia remaja menjadi salah satu kelompok umur yang rentan terhadap masalah gizi sebagai akibat riwayat lahir dan status gizi sebelum yang buruk sehingga mempunyai konsekuensi buruk pula dalam daur hidup berikutnya.

Penelitian bertujuan memperoleh model untuk memprediksi indeks massa tubuh (IMT) remaja berdasarkan riwayat lahir dan status gizi anak dengan mengontrol karakteristik anak, orang tua, kesehatan lingkungan, dan status sosial ekonomi keluarga. Penelitian yang dilakukan oleh lulusan Ilmu Kesehatan Mayarakat Universitas Sumatera Utara 1998 ini menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) dengan desain studi longitudinal dengan 837 sampel balita yang dipilih secara multistage random sampling.

Wanita yang mengambil program magister di Jurusan Biostatistika Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini menyatakan bahwa risiko remaja gemuk/ obesitas dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu anak berjenis kelamin perempuan, riwayat ASI noneksklusif, ibu pendek, dan ibu gemuk/ obesitas.

Untuk memutus mata rantai kelanjutan gangguan pertumbuhan sejak lahir sampai remaja, perlu intervensi yang diprioritaskan pada remaja wanita yang berperan penting dalam melanjutkan siklus kehidupan, sehingga saat dan sebelum hamil dapat mencegah bayi lahir kurang bulan dan fetal programming. Satu hal yang menarik dari temuan penelitian ini yaitu, perempuan mempunyai dua kali risiko menjadi remaja gemuk.

Dr. Demsa yang sedang mengabdikan diri sebagai Dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu inidapat menjawab dengan lugas, tepat, dan meyakinkan kepada dewan penguji. Oleh karena itu, di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. dr. Sudijanto Kamso, SKM dan kopromotor Prof. Dr. dr. Kusharisupeni, MSc., wanita kelahiran Kebun Kopi, Asahan, 17 Agustus 1976 ini berhasil memperoleh IPK akhir 3,8.

Dengan prestasi yang diperolehnya ini, membuat Dr. Demsa masuk ke dalam jajaran lulusan doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat yang memperoleh predikat cum laude yang sejak tahun 2008 hanya 10 orang yang dapat meraihnya. Prestasi ini diharapkan dapat membuat wanita memberikan pencerahan pada kebijakan-kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. (MONA)