Dwi Rahmalina berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul, “Pengembangan Komposit Matriks Aluminium Sebagai Material Armor dengan Keunggulan Kinerja Balistik.” Sidang promosi diselenggarakan pada (04/07) di Ruang Chevron, Gedung Dekanat FT UI. Bertindak sebagai ketua sidang, Prof. Dr.Ing. Ir. Bambang Suharno; promotor, Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si.; kopromotor, Prof. Eddy Siradj. Panitia penguji terdiri dari Prof. Dr. Ir. Anne Zulfia Syahrial, M.Sc., Prof. Jamasri, serta Dr. Eng. Hery Mochtadi.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan komposit matriks aluminium untuk dipakai sebagai alternatif pelat material armor yang mempunyai kemampuan menahan beban impak balistik ripe III (peluru kaliber 7.62 mm). Pengembangan dilakukan dengan dua jenis teknik manufaktur yaitu teknik laminasi dan proses squeeze casting. Teknik laminasi dikembangkan pada pelat Al 5083 dan Al 6061 berpenguat kawat tali baja, yang berasal dari pilinan wire rope berjenis baja karbon tinggi dilaminasi menggunakan adhesif polyurethanedengan tekanan konstan. Sementara itu, proses squeeze casting dikembangkan pada dua jenis paduan dasar yaitu Al-Si dengan variasi penambahan unsur Mg, Cu dan Zn; dan Al-Zn dengan variasi kandungan Zn dan Mg. Proses squeeze casting dilakukan dengan pemberian tekanan 1 MPa dan 764 MPa dalam cetakan logam.
Untuk peningkatan karakteristik balistik dilakukan proses pengerolan proses pengerasan pengendapan dan pengerasan permukaan. Karakterisasi komposit dilakukan dengan pengujian komposisi kimia, pengamatan struktur mikro, dan makro dengan mikroskop optik dan mikroskop elektron, pengujian sifat mekanis serta pengujian balistik yang diamati sesuai pengujian standar NU.
Hasil penelitian menunjukkan baik pelat komposit cor maupun laminat mempunyai ketahanan balistik yang baik pada pengujian tipe I dengan peluru berkaliber 0.38 sp dan ripe II dengan peluru berkaliber 9 mm, walaupun terdapat retak di bagian belakang pelat. Panel yang disusun dari komposit matriks Al5Zn6Mg berpenguat 20 % fraksi volume sillikon karbida dengan proses pengerasan pengendapan dan pengerasan permukaan berhasil mempunyai kinerja balistik yang baik untuk uji balistik tipe III dengan peluru berkaliber 7.62 mm dengan penurunan berat yang signifikan. (Humas FT)