Dr. Tiara Aninditha meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul, “Hambatan Heparin terhadap Tissue Factor dan Vascular Endothelial Growth Factor melalui Tissue Factor Pathway Inhibitor di jaringan Meningioma” dalam promosi doktor yang dilaksanakan pada hari Selasa (04/09) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kampus Salemba, Jakarta.
Dr. Tiara memaparkam peran heparin dalam menghambat TF (Tissue Factor) dan VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) melalui jalur TFPI (Tissue Factor Pathway Inhibitor) pada meningioma, juga hubungan derajat keganasan meningioma dengan kadar TF, VEGF dan indeks proliferasi Ki67. Meningioma merupakan tumor primer intrakranial tersering dan memiliki penatalaksanaan yang sulit. Salah satu jalur pendekatan yang dapat dilakukan yaitu melalui jalur koagulasi.
Penelitian yang dilakukan oleh dr. Tiara menggunakan metode studi potong lintang dan eksperimental terhadap jaringan meningioma.yang diambil secara konsekutif. Jaringan dibagi menjadi tiga bagian antara lain untuk histopatologi dan imunohistokimia, ekstraksi protein dan kultur sel.
Berdasarkan penelitian tersebut, didapatkan bahwa terdapat hubungan antara faktor koagulasi (TF) dengan angiogenesis (VEGF). Didapatkan indeks proliferasi Ki67 yang berhubungan bermakna dengan derajat meningioma. Penambahan heparin cenderung menurunkan kadar VEGF walaupun tidak bermakna. (IB)