Indeks Berita


Partisipasi Pemuda dalam Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja Indonesia

Posted by admin on 2013-04-19 10:37:00

Pusat Kajian Kepemudaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Indonesia (FISIP UI) yang didukung oleh portal informasi inilah.com mengadakan kuliah umum tentang kepemudaan pada Kamis (18/04) di Aula Juwono Sudarsono. Acara dibuka oleh Dekan FISIP UI Prof. Dr.Bambang Shergi Laksmono, M.Sc.. Prof. Bambang mengatakan dalam sambutannya bahwa pemuda adalah inti dari pembangunan bangsa.

Dengan tema “Partisipasi Pemuda dalam Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja Indonesia”, kuliah umum ini berusaha mengajak peserta untuk memahami pentingnya peran anak muda dalam masalah ketenagakerjaan di Indonesia, terutama untuk menghadapi perubahan-perubahan global yang terjadi. Narasumber yang dihadirkan untuk membahas tema ini adalah Drs. H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si. (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia) dan Reza Langi Sofwana (Ilmu Politik 2009) bertindak sebagai moderator.

Dalam membahas tema ini, Muhaimin banyak memaparkan data terkait kondisi tenaga kerja muda di Indonesia, terutama hubungannya dengan permasalahan ketenagakerjaan Indonesia secara umum. Ada beberapa permasalahan ketenagakerjaan yang dipaparkan dalam acara ini, antara lain kesempatan kerja yang terbatas, rendahnya kualitas kerja, besarnya pengangguran, serta globalisasi arus barang dan jasa.

Muhaimin pun memaparkan bahwa komposisi angkatan kerja kita sebagian besar berpendidikan SD ke bawah sebesar 47,37 %, SMP 18,57% dan berpendidikan yang lebih tinggi dari itu hanya sekitar 9% dari total keseluruhan tenaga kerja. Hal ini berdampak pada besarnya angka penggangguran di kalangan pemuda kita, terutama hanya berpendidikan SD dan SMP, padahal merekalah yang paling banyak mengisi piramida ketenagakerjaan di Indonesia. Dengan dipahaminya permasalahan dan kebijakan bidang ketenagakerjaan, diharapkan pembangunan ketenagakerjaan dalam era globalisasi akan semakin baik dan bermanfaat bagi pekerja, khususnya kaum muda, dunia usaha, dan masyarakat luas.

Muhaimin juga mengatakan, terdapat tujuh langkah strategis dalam rangka pembinaan pelatihan dan produktivitas yaitu: penguatan peraturan perundangan di bidang pelatihan dan produktivitas, penguatan infrastruktur kelembagaan pelatihan dan produktivitas, peningkatan kualitas SDM, penguatan sistem dan metode pelatihan dan produktivitas, penguatan sistem pendanaan pelatihan dan produktivitas, revitalisasi kelembagaan pelatihan dan produktivitas, serta pelaksanaan program 3 in 1 melalui penguatan interaksi dan koordinasi kegiatan lembaga pelatihan.

Setelah pemaparan dari narasumber selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif melalui mention ke akun @youthlecture. Tiga penanya terpilih mendapat hadiah oleh panitia. Acara ini diakhiri dengan yel-yel bersama dari peserta dan panitia yang mengumandangkan slogan dari acara ini: “Semangat pemuda, semangat Indonesia!”. (WND)