Skip links

Aplikasi PAT FIK UI Jangkau Pulau Wakatobi

Tim Pediatric Assessment Triangle (PAT) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (UPTD Puskesmas) Popalia, Puskesmas Taipabu, dan Puskesmas Wali dalam kegiatan ‘Pelatihan penggunaan Aplikasi Pediatric Assessment Triangle (PAT) berbasis Android’. Aplikasi PAT ini dikembangkan menggunakan pendanaan dari Direktorat Inovasi dan Science Techno pdan Tekno Park (DISTP) UI tahun 2020.

Ketua Tim PAT dari FIK UI, Dessie Wanda, S.Kp., M.N., Ph.D., dalam kata sambutannya secara daring menyampaikan apresiasi kepada UPTD Puskesmas Popalia, Puskesmas Taipabu, dan Puskesmas Wali karena memiliki inisiatif untuk mengggunakan Aplikasi PAT. Sementara itu, pada kegiatan luring yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan UPTD Puskesmas Popalia, Bupati Wakatobi H.Haliana, S.E., mengapresiasi Tim PAT FIK UI yang memberikan peluang kepada UPTD Puskesmas Popalia, Puskesmas Taipabu, dan Puskesmas Wali untuk dapat menggunakan Aplikasi PAT sehingga membantu meningkatkan tatalaksana kegawatdaruratan pada anak. “Harapannya, agar ke depan Aplikasi PAT dapat disosialisasikan ke semua Puskesmas yang ada di Wilayah Kabupaten Wakatobi,” ujar Haliana.

Narasumber pertama dalam pelatihan, Ns. Permaida, S.Kep., M.Kep., menyampaikan materi berjudul ‘Konsep Kegawatdaruratan pada Anak di Tatanan Pelayanan Kesehatan’.  Ia mengatakan bahwa angka kematian anak di lima tahun pertama kehidupannya sebesar 5,3 juta pada 2018 dimana 47% terjadi pada bulan pertama kehidupan, 28% pada tahun pertama, 25% pada usia 1-4 tahun & 6,2 juta kematian terjadi pada anak berusia antara 5−14 tahun. Kematian anak ini bisa dicegah jika suatu negara memiliki sistem tatalaksana kegawatdaruratan yang baik.

Menurut Permaida, pengalaman dan pelatihan kegawatdaruratan pada anak masih dinilai kurang sehingga diperlukan sebuah inovasi untuk membantu tenaga kesehatan, khususnya bagi perawat, dokter, dan bidan dalam menangani kasus kegawatdaruratan pada anak. Untuk menjawab masalah tersebut, Tim FIK UI berinisatif membuat PAT menjadi lebih handy dengan menjadikannya sebagai aplikasi berbasis Android.

PAT sendiri dapat digunakan untuk menilai secara cepat kegawatdaruran yang terjadi pada pasien anak melalui penilaian terhadap penampilan (appearance), kerja pernapasan (work of breathing), dan sirkulasi kulit (circulation to skin). Penilaian dengan menggunakan PAT dilakukan dalam waktu kurang dari satu menit, sehingga memungkinkan tenaga kesehatan untuk menentukan status fisiologis sehubungan dengan oksigenasi, ventilasi, perfusi, dan fungsi otak.

Pembicara selanjutnya, Ns. Ricca Olivia Nastasya, S.Kep., M.Kep., memberikan materi terkait cara penggunaan Aplikasi PAT. Ia memaparkan bagaimana cara mengunduh Aplikasi PAT melalui Google Playstore dan pengguna dapat login secara mandiri. Ricca juga menyampaikan bahwa Aplikasi PAT sudah dilengkapi dengan deskripsi di setiap item-nya sehingga memudahkan tenaga kesehatan memahami setiap item yang ada di dalam aplikasi tersebut.

Peserta dalam kegiatan pelatihan penggunaan Aplikasi PAT berbasis Android sangat senang karena Aplikasi PAT dapat membantu mereka dalam menilai kegawatdaruratan pada anak. Salah seorang peserta pelatihan, Ns. Irmawati, S.Kep., mengatakan bahwa Aplikasi PAT membantu tim IGD untuk menyamakan persepsi terkait penanganan kegawatdaruratan pada anak. Ia menyebutkan bahwa Aplikasi PAT yang dilengkapi dengan tatalaksana dapat membantu dirinya dan tim melakukan tindakan yang sesuai dengan tingkat kegawatan pada Anak. “Semoga ke depannya Tim PAT FIK UI dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi lain yang dapat digunakan oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Pelayanan Tingkat Pertama,” ujarnya.

Pelatihan penggunaan Aplikasi PAT berbasis Android ini dilaksanakan secara daring dan luring pada November 2021. Rangkaian tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan pendampingan kepada UPTD Puskesmas Popalia, Puskesmas Taipabu, dan Puskesmas Wali.

Salah seorang anggota Tim PAT, Ns. La Ode Abd Rahman,S.Kep., MBA., yang mendampingi langsung penggunaan Aplikasi PAT di tiga puskesmas, mengatakan “Kegiatan pendampingan sangat penting karena peserta pelatihan yang telah mengikuti kegiatan berkewajiban untuk mengajarkan kepada staf puskesmas khususnya perawat dan bidan, hal ini diperlukan agar ke depan perawat dan bidan di UPTD Puskesmas Popalia, Puskesmas Taipabu, dan Puskesmas Wali dapat mengoptimalkan penggunaan Aplikasi PAT berbasis Android.”

This post is also available in: English