Skip links

Kategori: Berita Sekolah Ilmu Lingkungan

SIL UI Jawab Tantangan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Simposium Internasional ke-3 JESSD

SIL UI Jawab Tantangan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Simposium Internasional ke-3 JESSD

in

Pembangunan berencana merupakan salah satu langkah untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang kini sudah terasa di tengah kehidupan masyarakat, seperti suhu ekstrim, badai, hingga banjir besar. Semua bahaya tersebut jika ditelusuri kembali pada penyebab awalnya, maka sangat berkaitan dengan interaksi manusia dan mengelola lingkungan di sekitar

Guna Ciptakan Keberlanjutan Lingkungan Hidup, SIL Dan SKSG UI Lakukan Aksi Together For One Earth Di CFD Jakarta

Guna Ciptakan Keberlanjutan Lingkungan Hidup, SIL Dan SKSG UI Lakukan Aksi Together For One Earth Di CFD Jakarta

in

Mengingat manajemen sampah di perkotaan semakin penting guna menciptakan keberlanjutan baik dari segi lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Ilmu Lingkungan (HIMPASILING) UI dan Ikatan Alumni SIL UI (ILUNI SIL UI) mengadakan kegiatan aksi bersama yakni pungut sampah dan penggantian kantong plastik

Doni Monardo, Dosen SIL UI:”Satu Komando” Efektif dalam Penanganan Bencana

Doni Monardo, Dosen SIL UI:”Satu Komando” Efektif dalam Penanganan Bencana

in

Dosen Magister Manajemen Bencana Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI) dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana periode 2019-2021, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Doni Monardo menyampaikan bahwa konsep penanganan bencana “satu komando” lebih efektif dan tepat guna. Jika tidak, maka akan sulit untuk

SIL UI: Berdayakan Warga Olah Cangkang Kerang Jadi Pupuk Cair, Pakan Ternak, Hingga Produk Kriya

SIL UI: Berdayakan Warga Olah Cangkang Kerang Jadi Pupuk Cair, Pakan Ternak, Hingga Produk Kriya

in

Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, merupakan salah satu wilayah daratan yang berbatasan langsung dengan laut. Penduduknya mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan pengupas kerang. Setiap hari, nelayan membawa pulang ke daratan ratusan kilogram kerang, yang kemudian mampu dikupas oleh pengupas kerang hingga 200 kilogram. Selama ini,

Teknologi SPAH Sekolah Ilmu Lingkungan UI Mengubah Air Hujan Menjadi Air Minum

Teknologi SPAH Sekolah Ilmu Lingkungan UI Mengubah Air Hujan Menjadi Air Minum

in

Air menjadi sumber daya krusial karena merupakan penopang utama kehidupan manusia. Saat ini risiko krisis air mulai dialami oleh masyarakat pesisir di kota besar. Pemenuhan air bersih menjadi tantangan utama karena kondisi lingkungan mulai terdegradasi. Selaras dengan arah pembangunan nasional dan untuk menjawab tantangan tersebut,

Kolaborasi Pentahelix dalam Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Kolaborasi Pentahelix dalam Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

in

Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB) mengungkapkan data bahwa pada tahun 2021, tercatat 3.018 bencana di Indonesia. Sebagian besar bencana tersebut di bidang hidrometeorologi. Ia merupakan bencana yang diakibatkan oleh adanya parameter meteorologi (curah hujan, kelembaban, temperatur, dan angin), sehingga diperlukan upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana.

Pengelolaan Bakau Berkelanjutan dalam Peningkatan Hasil Tangkapan Nelayan

Pengelolaan Bakau Berkelanjutan dalam Peningkatan Hasil Tangkapan Nelayan

in

Sekitar tahun 1960, masyarakat mulai mengubah hutan bakau yang merupakan ekosistem alami menjadi ekosistem tambak yang mendatangkan keuntungan ekonomi lebih besar. Meningkatnya kebutuhan penduduk menyebabkan terjadinya penebangan tanpa usaha perlindungan dan pelestarian. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kawasan bakau, khususnya di kawasan Pesisir Utara Jakarta (Kecamatan

UI dan The Japan Fund For Global Environment Kaji Konsep Pembangunan Rendah Karbon

UI dan The Japan Fund For Global Environment Kaji Konsep Pembangunan Rendah Karbon

in

Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI) bersama The Japan Fund for Global Environment (JFGE) menyelenggarakan seminar bertema “How to Attain Sustainable Low-Carbon Development of Indonesia with Appropriate Technology Choice” sebagai upaya pengembangan energi terbarukan dan berkelanjutan ramah lingkungan. Acara seminar ini disiarkan secara virtual

Empat Alasan Energi Listrik Ramah Lingkungan (ELRL) Sangat Dibutuhkan

Empat Alasan Energi Listrik Ramah Lingkungan (ELRL) Sangat Dibutuhkan

in

Negara-negara industri dan termasuk Indonesia, menghasilkan emisi karbon yang luar biasa, sehingga menyebabkan pemanasan global yang berdampak pada terjadinya perubahan iklim. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, sehingga penyebab pemanasan global tersebut harus diatasi. “Kita harus mendapatkan energi yang bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan karena saat ini