Skip links

Mahasiswa FTUI Kembangkan Model Untuk Tekan Angka Kematian Penderita Diabetes Indonesia Semasa Pandemi

Menurut data Kementerian Kesehatan RI pada 2020, 34,5% kasus kematian Covid-19 adalah penderita diabetes melitus. Kekhawatiran yang berkembang ini menyebabkan tren pemodelan penyakit menular untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan mencoba untuk menemukan solusi terbaik untuk meratakan kurva. Tiga Mahasiswa Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTI FTUI), melakukan penelitian terkait model perkembangan kasus penderita diabetes di Indonesia selama pandemi Covid-19, serta upaya yang dilakukan untuk menekan angka kematian penderita diabetes di Indonesia.

Ketiga mahasiswa DTI FTUI tersebut adalah Alivanza Firdaus Rhufyano, Daffa Aqilah Sofiyan, Hanif Rahman Arifin di bawah bimbingan Dr. Komarudin, ST, M.Eng., dosen Departemen Teknik Industri FTUI. Berkat penelitian mereka, ketiga mahasiswa FTUI tersebut meraih Juara Dua pada Mathematics Modelling Competition (MMC) 2022. Kompetisi Pemodelan Matematika ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) ITB pada 27 Desember 2021—20 Maret 2022.

“Penelitian kami mengarah pada model efek diabetes selama pandemi Covid-19 dalam korelasi tingkat kematian. Dengan model ini, kami mengusulkan strategi yang dapat mengarah pada penurunan angka kematian penderita diabetes di Pandemi Covid-19. Kami menganalisis dinamika populasi diabetes selama pandemi Covid-19 dan menghasilkan model yang terdiri dari sebelas kompartemen, S, D, Dc, I, Id, Ic, R, Rd, Rc, M, dan Md, dimana masing-masing mewakili klasisfikasi populasi berdasarkan kondisi diabetes dan infeksi Covid-19. Model kemudian dipasang ke data penduduk indonesia saat ini. Kami mengusulkan lima strategi untuk membantu mengurangi risiko tingkat kematian pada penderita diabetes selama pandemi,” kata Alivanza, ketua tim.

Kelima strategi tersebut adalah wajib masker dan pembatasan sosial, program vaksinasi massal,  program kesadaran diabetes publik, menyediakan perawatan kesehatan yang dapat diakses, dan menerapkan pajak atas makanan tidak sehat, termasuk gula. “Kelima strategi ini kemudian diimplementasikan dalam tiga skenario yang berbeda. Berdasarkan hasil simulasi, skenario yang paling efektif adalah skenario kedua, yaitu kombinasi dari penerapan wajib masker dan pembatasan sosial, vaksinasi massal program, program kesadaran diabetes publik, dan menyediakan aksesibel perawatan kesehatan. Implementasi strategi kedua menghasilkan penurunan angka kematian pada penderita diabetes sebesar 0,3444%, dari 1,1022% menjadi 0,7578%,” ungkap Daffa.

“Hasil penelitian para mahasiswa ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh penderita diabetes di dunia dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Risiko kematian yang meningkat di kalangan penderita diabetes sebagai efek pandemi global Covid-19. Semoga dengan permodelan yang dikembangkan oleh tim mahasiswa FTUI, dapat menjadi masukan dalam pengambilan kebijakan pemerintah kedepannya,” kata Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU.

This post is also available in: Indonesian