Skip links
Depok, 22 April 2022 – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) melalui Community Development Center dan Alumni Peduli Center (APC) melakukan peluncuran program menanam 5.000 Vetiver (Vetiveria zizanioides) atau Akar Wangi di Danau Puspa, UI Depok, Jumat (22/4). Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bumi.
“Sesuai tema Hari Bumi 2022, Invest our Planet, ini adalah upaya ILUNI UI mengambil peran dalam menjaga bumi dengan menginvestasikan kegiatan yang mendukung Sustainable Development Goals,” ungkap Andre dalam sambutannya di acara peresmian, Jumat (22/4).
Selain itu, Andre mengatakan, kegiatan ini menjadi komitmen ILUNI UI untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan alam UI. Saat ini, diketahui enam danau yang berada di UI menjadi tempat perlambatan jalur air dari Puncak Bogor menuju Jakarta. Daerah laluan air tersebut kemudian mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, serta menjadi daerah yang rawan longsor.
Lebih lanjut, Andre menekankan pentingnya merealisasikan program pembangunan yang mempertimbangkan Environmental Social Governance (ESG). Program “Vetiver untuk Bumi” melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan Yayasan Kita Jaga Alam (KJA) yang memberikan dukungan penyediaan bibit vetiver.
“Program penanaman vetiver ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret untuk ikut memelihara dan mengembangkan lingkungan alam kampus UI. Menjaga air juga masuk dalam presidensi G20. Ini peran kita dengan bekerja sama dengan banyak pemangku kepentingan seperti KLHK, BNPB, dan organisasi seperti KJA,” imbuh Andre.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Kita Jaga Alam (KJA) Doni Monardo mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas inisiasi dari kegiatan “Vetiver untuk Bumi”. Menurutnya, Hari Bumi adalah momentum untuk kembali merefleksikan apa kontribusi yang telah diberikan untuk menjaga bumi. Dia juga memaparkan, vetiver yang bentuknya alang-alang efektif sebagai tanaman untuk menjaga tanah karena akar serabutnya mencapai beberapa meter ke dalam tanah.
“Hari ini dengan menanam pohon mengingatkan kita akan pentingnya merawat bumi bersama-sama. Upaya ini tidak bisa dilakukan sendirian. Kita semua harus ikut membantu agar bumi tidak makin parah,” kata dia.
Menambahkan Doni, Ketua KJA yang juga wartawan senior Egy Massadiah mengungkapkan komitmennya dalam mendukung kegiatan “Vetiver untuk Bumi” di UI. “Dalam acara Vetiver Untuk Bumi yang bertepatan dengan Hari Bumi 22 April 2022 di kampus UI ini, kami memberi dukungan 5.000 tanaman vetiver untuk ditanam di UI, khususnya sekitar kawasan danau UI,” tuturnya.
Direktur Direktorat Pengembangan Karir Lulusan dan Hubungan Alumni (DPKHA) UI Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD. menyampaikan apresiasi atas inisiasi yang dilakukan ILUNI UI untuk menjaga lingkungan UI. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan kepedulian ILUNI UI dan UI terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Dia pun memaparkan, sejak 2010 UI telah merintis UI Green Metric sebagai indikator bahwa kampus harus peduli lingkungan.
“Menjadi smart dan green campus itu harapan kita. Terima kasih kepada ILUNI atas aktivitas yang luar biasa jadi penanda bahwa kita punya kesadaran untuk merawat bumi,” ujar dia.
Ketua Community Development Center ILUNI UI Indri L. Juwono mengatakan, program ini merupakan salah satu terobosan melalui solusi berbasis alam dengan melibatkan komunitas yang peduli lingkungan di kawasan kampus UI. Selain KJA, ILUNI UI juga melibatkan komunitas-komunitas lingkungan di UI yang hari ini diwakili Resimen Mahasiswa Universitas Indonesia (Menwa UI) dan Kamuka Parwata Fakultas Teknik Universitas Indonesia (KAPA FTUI).
“Bersama komunitas lingkungan di UI kami mengadakan Komitmen Komunitas untuk terus terlibat menjaga bumi dan merawat alam UI. Harapannya kegiatan ini tidak hanya terlaksana hari ini tapi upaya menjaga alam dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ucap Indri.
Sementara itu, Ketua APC Missi Lawalata menambahkan, ke depan, ILUNI UI juga berencana untuk menanam bibit vetiver di berbagai lokasi yang lain. “Akar Wangi ini sangat dibutuhkan untuk mencegah sedimentasi. Kegiatan penanaman akan dilanjutkan setelah hari ini hingga semua bibit vetiver tertanam di Danau Puspa,” pungkasnya. (*)

This post is also available in: Indonesian