Skip links

Fasilkom UI Gelar Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Jelang Konferensi Internasional Ilmu Komputer dan Sistem Informasi

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menggelar pelatihan penulisan karya ilmiah (coaching clinic) jelang The 14th International Conference on Advanced Computer Science and Information Systems (ICACSIS) dan The 7th International Workshop on Big Data and Information Security (IWBIS) yang diadakan pada 1–3 Oktober 2022. Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi calon partisipan ICACSIS dan IWBIS yang sedang menjalani proses penyusunan karya ilmiah agar tulisan mereka layak dipublikasikan.

ICACSIS merupakan konferensi internasional bidang ilmu komputer dan sistem informasi terbesar di Indonesia yang menghadirkan ilmuwan, peneliti, profesional, serta pakar dari dalam maupun luar negeri untuk menunjukkan perkembangan teknologi dan inovasi terkini. Pada penyelenggaraan sebelumnya, selain pemaparan karya ilmiah, terdapat focus group discussion yang membahas tren teknologi pertahanan, keamanan siber, dan informatika kesehatan. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 500 peserta yang berasal dari Indonesia, Malaysia, India, Taiwan, Jepang, Prancis, Italia, dan Amerika Serikat.

Acara pelatihan penulisan ilmiah untuk ICACSIS dan IWBIS ini diadakan secara virtual, pada Selasa (12/7). Hadir dalam acara tersebut, tiga pemateri dari Fasilkom UI, yaitu Adila Krisnadhi, Ph.D.; Dr. R. Yugo K. Isal; dan Dr. Panca Hadi Putra. Ketiganya menyoroti hasil penelitian di bidang data science, artificial intelligence, informatika kesehatan, dan e-learning. Menurut Dr. Panca, empat topik ini merepresentasikan emerging themes dari penelitian di bidang ilmu komputer dan sistem informasi pada masa pandemi. “Melalui topik-topik ini, kami berharap peserta dapat memahami beberapa contoh research design atau rancangan penelitian yang dapat mengatasi isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat global dan lokal,” kata Dr. Panca.

Dalam pertemuan itu, Dr. Adila memberikan tips agar tulisan dapat diterima dan dipresentasikan di ajang ICACSIS dan IWBIS. Pertama, peserta harus memahami fungsi tulisan agar poin-poin yang ditulis tepat sasaran. Kedua, peserta harus memperhatikan detail penulisan, termasuk hal-hal yang perlu dan tidak perlu dituliskan. Hal ini dilakukan untuk menghindari ketidakefektifan tulisan dan ketidakpaduan informasi.

Ada dua fungsi tulisan yang ditekankan oleh Dr. Adila. Pertama, tulisan adalah media pemberi informasi sehingga bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan audiens. Kedua, tulisan berfungsi mendokumentasikan pendekatan yang digunakan dalam menyelediki masalah sehingga informasi yang dimuat harus bisa dibuktikan. “Terkadang kita lupa bahwa tulisan ini juga dibaca oleh orang di luar bidang Ilmu Komputer dan Sistem Informasi. Padahal, bahasa merupakan faktor penting diterimanya informasi. Oleh karena itu, kita harus menggunakan bahasa yang jelas dan ringkas agar pesan diterima pembaca dengan baik,” kata Dr. Adila.

Kalimat dalam karya ilmiah harus efektif dan format tulisan harus disesuaikan dengan tujuan karya. Tulisan ilmiah memuat judul, abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil penelitian, diskusi, karya terkait (penelitian terdahulu), dan simpulan. Ada tiga tipe judul dalam penulisan ilmiah, yaitu indikatif (menunjukkan area penelitian), informatif (berbentuk kalimat yang mencakup ranah dan hasil studi), dan pertanyaan (untuk menarik perhatian pembaca). Peserta bebas memilih format mana pun asalkan judul karya jelas.

Abstrak merupakan ringkasan dari keseluruhan paper sehingga harus melingkupi tujuan, hasil, serta dampaknya. Indikator abstrak yang baik adalah pembaca mendapat gambaran keseluruhan dari penelitian yang mencakup latar belakang, metode, hingga hasil penelitian. Latar belakang di bagian pendahuluan memuat motivasi terkait masalah yang dipecahkan dan alasan pemilihan topik. Hal ini sekaligus menjawab tujuan dan kontribusi dari penelitian terkait.

Metodologi yang digunakan harus disampaikan secara detail agar penelitian dapat dibuktikan dan dilanjutkan. Data yang dilampirkan pun tidak sekadar disertakan, tetapi harus digunakan dan dirujuk dalam penelitian. Pada bagian diskusi, hasil penelitian harus dimaknai sehingga diketahui kontribusi dan kebaruan jika dibandingkan penelitian sebelumnya. Terakhir, bagian simpulan harus secara eksplisit menjawab pertanyaan penelitian yang disebutkan di awal paper.

“Dalam literature studies ada hal-hal penting yang harus diperhatikan, yaitu compare, contras, synthetize, dan summarize. Compare artinya membandingkan penelitian yang dilakukan sebelumnya untuk mendapatkan penelitian terbaru dengan hasil terbaik. Sementara itu, contras adalah memilih penelitian dengan metode dan hasil terbaik sebagai pembanding. Alih-alih menuliskan lima penelitian dengan hasil yang kurang mendalam, lebih baik memilih satu penelitian dengan hasil yang kokoh. Penelitian harus dilakukan secara objektif agar hasilnya bisa diuji dan dibuktikan oleh penelitian lain,” kata Dr. Yugo dalam pemaparannya.

Penelitian berisi kontribusi baru tentang teori, metodologi, dan aplikasi praktis di bidang ilmu komputer dan sistem informasi tentu dibutuhkan masyarakat saat ini. Oleh karena itu, Fasilkom UI mengundang peneliti dan akademisi untuk memaparkan karya ilmiah mereka di ICACSIS dan IWIBIS 2022 yang akan diselenggarakan secara virtual. Detail informasi terkait konferensi ini dapat dilihat di website icacsis.cs.ui.ac.id dan iwbis.cs.ui.ac.id.