Skip links

FEB UI-T20_OPHI Oxford University Bahas Upaya Tangani Kemiskinan Global pada Ajang OPHI Summer School 2022

Lead Co-Chair T20, Prof. Bambang Brodjonegoro

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas (FEB UI) bersama T20 dan OPHI Oxford University gelar rangkaian diskusi dan summer program bertajuk “Multidimensional Poverty Measurement and Analysis” dalam OPHI Summer School 2022. Acara ini diadakan di Auditorium Gedung Departemen Manajemen, Kampus FEB UI Depok, pada 1–13 Agustus 2022. Sebanyak 88 peserta OPHI Summer School dari 29 negara menghadiri acara tersebut secara luring maupun daring.

Dekan FEB UI, Teguh Dartanto, Ph.D.

Dekan FEB UI, Teguh Dartanto, Ph.D., dalam pidato sambutan menyampaikan, Summer School 2022 masuk dalam rangkaian side event G20 sebagai kontribusi nyata FEB UI kepada bangsa karena program ini mendiskusikan konsep, penerapan praktis, dan tinjauan kebijakan untuk pengukuran kemiskinan multidimensional. “Kami berharap seluruh peserta dapat memiliki kemampuan untuk menentukan kebijakan yang relevan, khususnya saat pandemi Covid-19. Selamat menjalin hubungan baik dengan antarpeserta untuk berkolaborasi di masa mendatang,” kata Teguh.

Topik kemiskinan dipilih karena merupakan permasalahan krusial di negara berkembang, terlebih kondisinya semakin memburuk setelah adanya pandemi Covid-19. Menurut Lead Co-Chair T20, Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D., kemiskinan, terutama di negara berkembang, perlu dipahami karena kemiskinan termasuk masalah pembangunan yang paling penting. Apalagi, jika kemiskinan telah memicu keterbatasan akses air bersih, sanitasi, kesehatan, dan pendidikan berkualitas. Bahkan, kemiskinan tercatat sebagai prioritas Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 1.

“Pemerintahan perlu pertumbuhan ekonomi. Tanpa pertumbuhan sebagai alat pembangunan, akan sulit untuk mengurangi kemiskinan yang dampaknya signifikan terasa oleh seluruh masyarakat. Lebih dari itu, pertumbuhan ekonomi mungkin mampu menangani masalah ketidaksetaraan di posisi yang lebih baik,” kata Prof. Bambang.

Terkait dengan masalah kemiskinan, Indonesia masih menggunakan indikator dasar, yakni garis kemiskinan. Padahal, faktor pembentuk kemiskinan lebih dari sekadar isu sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, dalam pertemuan ini dibahas mengenai Multidimensional Poverty Index (MPI), yaitu konsep pengukuran yang melihat dimensi kemiskinan secara lebih luas. Direktur OPHI, Prof. Sabina Alkire, dan Tim OPHI, termasuk peneliti dan akademisi, melalui diskusi ini berbagi pengalaman terkait pengembangan dan penerapan MPI.

Summer School 2022 bertujuan untuk memberikan pengenalan teknis pengukuran kemiskinan multidimensi menggunakan metode Alkire-Foster (AF) dan contoh aplikasi praktisnya. Setelah menyelesaikan modul, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menyusun dan menganalisis ukuran kemiskinan multidimensi dan mampu menjelaskan relevansi serta kegunaan kebijakan untuk tujuan analitis. Berdasarkan pendekatan kapabilitas Amartya Sen dan contoh empiris MPI nasional dan global, motivasi konseptual dan empiris untuk mengukur kemiskinan multidimensi disajikan dengan perangkat pengukuran yang lengkap.

Peserta Summer School 2022 ini terdiri atas staf profesional kantor statistik nasional atau kementerian yang menangani pengentasan kemiskinan, profesional dari lembaga pembangunan internasional, akademisi, serta mahasiswa doktoral. Setiap peserta mengikuti sesi pengajaran dan sesi kelompok kerja, serta harus aktif berdiskusi dalam penyelesaian kasus atau masalah.

Direktur OPHI, Prof. Sabina Alkire.

Topik yang dibahas selama Summer School meliputi Unidimensional Poverty Measures; Multidimensional Poverty Measures and Methodologies; The Alkire Foster (AF) Method of Multidimensional Poverty Measurement; Measurement Design–Purpose, Dimensions, Indicators, Cutoffs, and Weights; Estimation of Multidimensional Poverty and Interpretation of The Results; Subgroup Decomposition and Dimensional Break-Down; Multidimensional Poverty Changes Over Time; dan Interpretation and Analysis of Multidimensional Poverty.

Tim OPHI yang hadir secara luring, antara lain Prof. Sabina Alkire (Director OPHI), Monica Pinilla Roncancio (Researcher), Corinne Mitchell (Director Programmes and Operations), Ricardo Nogales (Research Associate), Putu Geniki Natih (Researcher), Alexandra Fortacz (Research Analyst), Fanni Kovesdi (Research Analyst), dan Ana Maria Marin Morales (Events and Communications Officer). Sementara itu, peserta yang hadir secara daring meliputi Rizwan ul Haq (Research Officer), Agustin Casarini (Researcher), Jakob Dirksen (Research and Policy Officer), Juliana Milovich (Researcher), James Foster (Research Associate), Davina Osei (Researcher), Michelle Muschett (Senior Public Policy Advisor), dan Derek Apell (Researcher).

This post is also available in: English