Skip links

FIK UI Sosialisasikan Virtual Laboratorium Berbasis Virtual Reality Simulation For Nursing (VRSN)

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020 (pasca ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia/WHO) menyebabkan gangguan sosial ekonomi secara global, penundaan atau pembatalan acara olahraga dan budaya, dan kekhawatiran luas tentang kekurangan persediaan barang. Pada bidang pendidikan di Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Pemerintah menerbitkan beberapa kebijakan, salah satunya adalah pembelajaran daring.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi setiap individu dalam menggunakan teknologi dan “memaksa” seluruh kegiatan termasuk proses pembelajaran dilakukan secara daring. Dengan latar belakang kondisi tersebut, tim peneliti Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) yang dipimpin oleh NS. La Ode Abdur Rahman, S. Kep., MBA., mengembangkan virtual laboratorium berbasis virtual reality simulation for nursing (VRSN) bagi mahasiswa keperawatan.

VRSN merupakan website VR yang menjadi solusi alternatif metode pembelajaran untuk melatih keterampilan dosen dan mahasiswa keperawatan, dalam melakukan tindakan keperawatan. Project purwarupa ini mendapat pendanaan dari Direktorat Inovasi and Science Techno Park (DISTP) UI dengan tujuan mempermudah mahasiswa dalam belajar. “Pengembangan virtual laboratorium ini diharapkan menjadi solusi praktikum selama masa pandemi, yang menerapkan pendidikan jarak jauh (PJJ),” ujar La Ode Abd Rahman, Tim VIT-R Nurse, dalam sosialisasi VRSN di Akademi Keperawatan (AKPER) Al-Ikhlas, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (23/3/2022).

Sosialisasi VRSN tersebut sebagai bentuk implementasi hibah Program Pendanaan Perancangan dan Pengembangan Purwarupa (P5) DISTP UI. La Ode Abd Rahman berharap melalui website virtual reality ini, mahasiswa bisa lebih maksimal dalam belajar. “Saat melakukan praktik ke laboratorium, mahasiswa sudah benar-benar memahami materinya,” katanya.

Materi yang diberikan dalam bentuk video 3600 ini juga membantu mahasiswa lebih mudah dalam menangkap visual secara luas. Meski demikian, disarankan penggunaan VR berdurasi maksimal 15 menit. “Setelah itu istirahat dahulu. Oleh karena itu ke depannya, materi VR ini tidak lebih dari 15 menit,” ujar La Ode memberi saran.

Tarisa Nur Awalia, mahasiswi semester tiga Akper Al-Ikhlas yang merupakan peserta sosialisasi dan pelatihan VRSN mengatakan bahwa selama pembelajaran daring sangat terbantu dengan menggunakan VRSN. “Penggunaan VRSN dapat lebih mudah dalam memahami materi pembelaran di laboratorium. Ini sangat bagus dengan desain alat yang keren. Cara pengoperasiannya juga tidak sulit. Sangat membantu sekali dalam belajar,” ujarnya.

Direktur Akper Al-Ikhlas Astri Safariah mengatakan, “Ada 70 mahasiswi Akper Al-Ikhlas terlibat dalam sosialisasi dan pelatihan VRSN yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Tentunya ini sangat bagus dan membantu. Kami bermitra dengan FIK UI sejak lama.”

Setiap mahasiswa diberikan kesempatan mencoba VRSN dengan didampingi oleh tutor-tutor dari tim VIT-R Nurse FIK UI. “Keberadaan VRSN sangat diperlukan saat ini dan masa depan, sehingga dapat menjadi alternatif untuk mengasah kemampuan psikomotor mahasiswa keperawatan dan menjadi role model VRSN di seluruh indonesia. Saat ini, Akper Al-Ikhlas merupakan institusi pendidikan pertama yang mendapatkan pelatihan penggunaan VRSN. Diharapkan, dengan pengguna VR ini mampu meningkatkan kualitas perawat di Kabupaten Bogor,” ujar La Ode Abd Rahman.

This post is also available in: English