Skip links

Guru Besar Ekonomi dan Bisnis UI Bahas Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelaporan Korporat dan Pencapaian SDG’s

Pandemi Covid-19 membawa pengaruh pada berbagai elemen di masyarakat, antara lain karena adanya upaya yang dilakukan pemerintah guna mencegah penyebaran virus ini. Hal itu mengakibatkan disrupsi terhadap operasi bisnis perusahaan dan peningkatan ketidakpastian, serta risiko yang dihadapi perusahaan karena belum pernah menghadapi kondisi serupa sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan implikasi signifikan terhadap pelaporan korporat.

Bentuk pelaporan korporat tersebut, antara lain laporan keuangan dan laporan keberlanjutan. Isu lain yang muncul terkait pandemi Covid-19 adalah terhambatnya pencapaian target dari Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs diadopsi The United Nations di tahun 2015 dan telah disepakati semua negara anggotanya, termasuk Indonesia, dengan tujuan mengakhiri kemiskinan, melindungi lingkungan, dan mengurangi kesenjangan.

Prof. Dr. Sylvia Veronica Nalurita Purnama Siregar, S.E., dosen departemen Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia (UI), mengangkat isu ini menjadi topik dalam pidato pengukuhan guru besarnya sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi dan Bisnis, yang dilakukan secara virtual pada Sabtu (26/03). Dalam pidato berjudul “Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelaporan Korporat dan Pencapaian Sustainable Development Goals”, Prof. Sylvia memaparkan bahwa dalam periode pandemi, pelaporan keberlanjutan mempunyai peranan penting. Ia menjadi media komunikasi perusahaan kepada pihak eksternal untuk memberikan informasi cara perusahaan melakukan upaya untuk kepentingan para pemangku kepentingan dalam periode pandemi, maupun rencana dan strategi untuk pemulihan dari dampak pandemi tersebut.

“Maka, perusahaan perlu mempertimbangkan dampak dari risiko tersebut dalam laporan keuangannya, bukan hanya sekedar memasukkannya dalam pelaporan berkelanjutan. Pelaporan keuangan tidak hanya mencerminkan transaksi masa lalu, namun sebagian angka di laporan keuangan didasarkan pada estimasi dan asumsi mengenai masa depan,” ujar Prof. Sylvia.

Menurutnya, untuk mengatasi masalah terkait isu keberlanjutan (seperti perubahan iklim tersebut), membutuhkan investasi yang cukup besar. Dengan adanya pandemi Covid-19 menyebabkan terbatasnya dana yang dapat dialokasikan untuk mengatasi isu perubahan iklim tersebut, sehingga sulit untuk meraih target pembangunan keberlanjutan secara umum.

“Saya yakin, kita semua sepakat bahwa pandemi Covid-19 membawa dampak yang sangat signifikan di berbagai aspek kehidupan. Dampak tersebut juga terlihat di pelaporan korporat dan pencapaian SDGs. Akuntan adalah salah satu pihak yang mempunyai pengetahuan yang memadai untuk dapat mengambil peran strategis. Akuntan di perusahaan perlu lebih memperhatikan dampak ketidakpastian dan risiko akibat pandemi tersebut terhadap angka-angka yang dilaporkan di laporan keuangan serta terhadap pengungkapan yang dilakukan, baik di laporan keuangan maupun laporan keberlanjutan, perlu diperhatikan juga dampak dari isu keberlanjutan (seperti perubahan iklim) terhadap laporan keuangan, perlu diperhatikan juga pelaporan terkait kontribusi perusahaan dalam pencapaian SDGs,” ujar Prof. Sylvia.

Ia memberi masukan dari sisi penelitian akutansi, perlu menerapkan system thinking. Hal ini disebabkan adanya saling ketergantungan yang kuat antara perusahaan dengan ekosistem alam tempat perusahaan beroperasi.

Pada pengukuhan guru besarnya, beberapa tamu undangan terlihat hadir, seperti seperti Menteri Sekretaris Negara RI Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc.; dan Kepala Otorita IKN Nusantara Dr. Ir. Bambang Susantono, MCP., MSCE.

Sylvia menyelesaikan pendidikan S1 di UI pada tahun 1998. Kemudian, di kampus yang sama, Sylvia menyelesaikan program Doktor, Pascasarjana Ilmu Manajemen, Kekhususan Akuntansi, pada tahun 2005.

Ia menyelesaikan beberapa karya ilmiah dalam wilayah kajian ekonomi, diantaranya The effect of business uncertainty on IT governance. Journal of Financial Reporting and Accounting (2021), The effect of audit committee characteristics on forward-looking disclosure. Journal of Financial Reporting and Accounting (2021), Sustainability practices and the cost of debt: Evidence from ASEAN countries. Journal of Cleaner Production (2021), The effect of enterprise risk management on financial performance and firm value: the role of environmental, social and governance performance. Meditari Accountancy Research (2021), dan The diffusion and adoption of integrated reporting: a cross-country analysis on the determinants. Meditari Accountancy Research (2021).

 

Selengkapnya: