Skip links

Imam Besar Masjid Istiqlal Beri Tausiah Pada Halalbihalal FKM UI Ajak Maknai Silaturahmi Secara Global

“Silaturahmi tidak hanya dilakukan kepada manusia, tetapi juga terhadap makhluk hidup lainnya. Seperti kepada tumbuhan, bentuk silaturahmi dapat diwujudkan dengan merawat dan menyiraminya. Sebagai manusia yang berakal, kita jangan merusak alam dengan menebang pohon atau membuang sampah sembarangan,” kata Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. selaku Imam Besar Masjid Istiqlal, dalam halalbihalal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKM UI), Kamis (12/5).

Menurut Prof. Nasaruddin, istilah silaturahmi ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, dan silaturahmi diwajibkan tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi juga kepada seluruh umat manusia. Ia mengisahkan hubungan Asma binti Abu Bakar dan Qutailah binti Abdul Uzza—ibunya yang berbeda keyakinan. Asma ragu menemui ibu kandungnya tersebut, dan ia bertanya kepada Rasulullah. “Wahai Rasulullah, ibuku datang kepadaku dan dia sangat ingin aku berbuat baik padanya. Apakah aku harus tetap menjalin hubungan dengan ibuku?” Rasulullah menjawab, “Ya, sambunglah silaturahim dengannya.”

Dari kisah tersebut, Prof. Nasaruddin membaca adanya keutamaan dalam menjalin silaturahmi. Silaturahmi merupakan anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya, agar hubungan baik sesama manusia tetap terjalin. Selain itu, silaturahmi memudahkan rezeki dan memanjangkan umur. “Saya senang, karena berkesempatan memberikan tausiah sekaligus menjalin tali silaturahmi dengan keluarga besar FKM UI. Kegiatan halalbihalal ini penting dilaksanakan guna mempererat tali persaudaraan, saling memaafkan, dan menebar kebaikan,” kata Prof. Nasaruddin menutup tausiahnya.

Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D., menyampaikan, Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah terasa berbeda dibandingkan dengan dua tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah dan tenaga kesehatan dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Menurutnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah data pasien terpapar Covid-19 pada 2022 semakin menurun dibandingkan dua tahun sebelumnya.

“Halalbihalal yang digelar FKM UI merupakan momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan, menghargai adanya keberagaman, dan meningkatkan ibadah sesuai kepercayaan yang dianut. Kami mengajak sivitas akademika UI, baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan untuk memperkaya sudut pandang, menambah pengetahuan, dan mempererat kekeluargaan dengan menjalin tali silaturahmi,” kata Prof. Ari dalam pidato sambutannya.

Dekan FKM UI, Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, M.S., D.Sc., mengajak sivitas akademika untuk menjadikan Idul Fitri 1443 Hijriah sebagai momentum untuk saling memaafkan, membuka semangat baru dalam beraktivitas, serta menjalin tali silaturahmi. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menjadikan diri pribadi yang lebih baik agar dapat berkontribusi untuk nama baik FKM dan UI dengan meraih berbagai prestasi di kancah Indonesia, Asia, dan global.

Acara bertajuk “Memaknai Silaturahmi Secara Global” ini juga dihadiri Sekretaris UI, dr. Agustin Kusumayanti, M.Sc., Ph.D.; Kepala Direktorat Pengembangan Karir Lulusan dan Hubungan Alumni; Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc., Ph.D.; serta perwakilan dewan guru besar FKM UI. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini dilaksanakan di Aula Gedung G FKM UI dan disiarkan secara online melalui Zoom Meeting. Jumlah peserta yang hadir dibatasi 125 orang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

This post is also available in: English