iden sipp@ui.ac.id dan humas-ui@ui.ac.id +62 21 786 7222
https://uni.sesc.com.br/rajaslot303/slot gacor hari inislot gacorslot online gacor

Mahasiswa Magister UI Juara Poster SARDJITO LEARNING FORUM 2024

Universitas Indonesia > Berita > Berita Fakultas Ilmu Keperawatan > Mahasiswa Magister UI Juara Poster SARDJITO LEARNING FORUM 2024

Depok, 18 Mei 2024. Poster berjudul “Prototype Electronic Critical-care Pain Observation Tool (e-CPOT)” karya Tim Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI) meraih Juara 1 Kategori Keperawatan pada Lomba Poster Sardjito Learning Forum (SLF) 2024. Poster karya tujuh mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Keperawatan Peminatan Keperawatan Medikal Bedah (KMB) tersebut memuat informasi seputar prototipe media pengkajian nyeri pada pasien kritis.

Menurut Ketua Tim Mahasiswa, Ns. Nita Aprilia, S.Kep., pembuatan poster ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang urgensi penggunaan e-CPOT. Hal itu karena seluruh pasien kritis pasti mengalami rasa nyeri. Lebih dari 80% pasien dengan ventilasi mekanik mengalami nyeri sedang hingga berat. Namun, pasien kritis sulit melaporkan kondisinya secara verbal, sehingga diperlukan ketelitian dalam menilai nyeri. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik berisiko memperpanjang waktu penggunaan ventilator, lama rawat inap, dan meningkatkan risiko delirium serta kematian.

Untuk itu, e-CPOT yang merupakan prototipe aplikasi telepon pintar diciptakan untuk membantu perawat dalam menilai nyeri pada pasien kritis dengan lebih mudah, cepat, dan komprehensif. Alat ini memiliki beberapa fitur unggulan. Pertama, Edukasi CPOT yang dilengkapi dengan video tutorial, sehingga memudahkan para perawat dalam mempelajari metode pengkajian ini. Kedua, Kuis Pengkajian CPOT berupa studi kasus dan video untuk yang membantu perawat mengasah keterampilan. Ketiga, Kalkulator CPOT yang mampu menghitung skor CPOT dengan cepat dan memberikan rekomendasi intervensi yang tepat.

“Kami berharap prototipe ini dapat terus dikembangkan untuk mendukung para perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai nyeri pada pasien kritis. Semoga setelah lomba poster ini, pengembangan prototipe e-CPOT dapat dilanjutkan menjadi aplikasi yang tepat guna untuk mendukung pengkajian nyeri pasien pada kritis,” ujar Ns. Nita.

Ns. Nita juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota tim yang telah bekerja keras menciptakan inovasi ini. Keenam anggota tim tersebut adalah Ns. Heru Nurinto, S.Kep., Ns. Ngakan Nyoman Rai Bawa, S.Kep., Ns. Maria Devi Novarita, S.Kep., Ns. Muhammad Fikri Indra, S.Kep., Ns. Tutut Riana Hapsari, S.Kep., dan Ns. Josua Edison, S.Kep. Seluruh anggota tim berharap pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan mereka, tetapi juga memotivasi rekan-rekan sejawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik pada pasien.

Dekan FIK UI, Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N., memberikan apresiasi kepada Tim Mahasiswa KMB atas capaian yang diraih. Ia mengatakan, “Prestasi yang diraih oleh mahasiswa kami adalah bukti nyata dedikasi dan kreativitas mereka dalam mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi dunia keperawatan. Kami bangga dan akan mendukung mereka dalam menciptakan terobosan-terobosan baru.”

Gelaran SLF tahun ini mengusung tema “Transformasi Pelayanan Kesehatan yang Bermartabat di Era Precision Medicine”. Selain Kategori Keperawatan, lomba poster ini juga memilih pemenang untuk tiga kategori lainnya, yakni Medis, Kesehatan Lain, dan Manajemen. Kategori Medis dimenangkan oleh dr. Mahmud, M.Sc., SpAn-TI, Subsp.An.M.N(K)., FIFPM (RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta); Kategori Kesehatan Lain oleh apt. Pratiwi, M.Clin. Pharm (RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta); dan Kategori Manajemen oleh Isman Susanto, S.Kep., Ners (RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta).

SLF merupakan wadah bagi para profesional kesehatan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi. Tahun ini, SLF kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pelayanan kesehatan yang bermartabat dan berorientasi pada teknologi. SLF 2024 memberikan ruang bagi para inovator muda untuk menunjukkan karya terbaik yang dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan di masa depan.

Related Posts