Skip links

Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Warga Desa Sasak Panjang oleh FFUI

Gaya hidup dapat berpengaruh terhadap tingginya tingkat prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM), yakni penyakit katastropik dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Penyakit yang termasuk dalam kategori PTM adalah jantung koroner, kanker, hipertensi, hiperkolesterol, diabetes militus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan.

Perkembangan PTM di Indonesia kian mengkhawatirkan, diikuti dengan pergerseran pola penyakit, menggerakkan Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Farmasi (FF) melakukan Pengabdian Masyarakat (pengmas) berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan kepada warga Desa Sasak Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pada kegiatan pengmas tersebut, FF UI berkolaborasi dengan Klinik Satelit Makara UI melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat kepada kurang lebih 100 orang warga Desa Sasak Panjang. Dalam pelaksanaannya, acara yang dilakukan pada Rabu (29/6) ini dilakukan oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa serta dibantu oleh Human Initiative.

Acara tersebut dihadiri oleh Dekan FFUI, Prof. Dr. apt. Arry Yanuar, M.Si; Koordinator Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian Klinik Satelit UI Makara, dr. Trevino Pakasi, Ph.D, Sp.KKLP; dr. Fathimah Ismail dari Klinik Satelit UI Makara; Dosen Farmasi Klinis FFUI, apt. Larasati Arrum Kusumawardani, M.Si.; Dosen Fitokimia dan Farmakognosi FFUI, apt. Nuraini Puspitasari, M.Si; dan Kepala Desa Sasakpanjang, Andi Umi Yulaikah. Dalam kata sambutan, ia berharap agar pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan dapat menyadarkan warga akan pentingnya menjaga kesehatan. “Kami berharap acara pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kesadaran para warga di sini untuk selalu menjaga kesehatan dan menjaga pola hidup yang baik untuk menghindari penyakit degeneratif dengan melakukan pemantauan rutin”, ujarnya.

Dekan FFUI, Prof. Dr. apt. Arry Yanuar, M.Si

Senada dengan Dekan FFUI, dr. Trevino juga mengaku bahwa Klinik UI Makara sangat antusias untuk melakukan kolaborasi pengabdian masyarakat dengan FFUI. Ia sangat mendukung kegiatan penyuluhan ini yang mengajarkan kepada masyarakat cara pencegahan penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh masyarakat. “Saya juga ingin menyampaikan bahwa yang mau diajarkan di sini bukan tentang pengobatannya melainkan bagaimana mencegah penyakit degeneratif, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat”, ujar dr Trevino.

Pada sesi pemaparan, dr. Fathimah melakukan penyuluhan berjudul “Serba-serbi Penyakit Degeneratif (Penyakit Tidak Menular)”. Menurutnya, faktor-faktor risiko penyakit degeneratif di antaranya adalah merokok, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol, serta kurangnya konsumsi sayur dan buah. “Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan menghimbau agar masyarakat dapat menerapkan gaya hidup CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres,” ujarnya.

Salah seorang narasumber, apt. Larasati yang merupakan dosen Farmasi Klinis FFUI membahas tentang DAGUSIBU Obat Penyakit Degeneratif, yaitu Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan baik dan benar. Ia mengimbau kepada seluruh warga untuk memastikan obat yang akan digunakan masih dalam keadaan baik, membaca peringatan dan aturan dalam kemasan obat, serta bertanya kepada apoteker atau petugas farmasi cara penggunaan obat yang benar sebelum menggunakan obat. “Obat juga harus digunakan secara rutin sesuai ketentuan,” katanya.

Narasumber selanjutnya, apt. Nuraini yang merupakan dosen Fitokimia dan Farmakognosi FFUI, melakukan penyuluhan mengenai Tanaman Herbal untuk Penyakit Degeneratif. apt. Nuraini menjelaskan bahwa tanaman herbal memiliki manfaat yang beragam, seperti Rosela dengan sifat antioksidan yang sangat tinggi, Brotowali yang sangat baik untuk terapi diabetes, Bawang Putih yang baik untuk terapi dislipidemia, dan Sidaguri yang dapat digunakan untuk terapi gout. Disamping manfaat yang beragam tersebut, ada hal-hal yang perlu diperhatikan yang diantaranya adalah Rosela belum dapat dikonsumsi oleh anak-anak, Brotowali dikontraindikasikan pada kehamilan dan laktasi, Pare dikontraindikasikan pada kehamilan dan dapat menurunkan fertilitas, serta Akar Kucing dapat menyebabkan reaksi alergi.

Kepala Desa Sasakpanjang, Andi Umi Yulaikah

Sementara itu, Andi selaku Kepala Desa Sasakpanjang menyampaikan apresiasi atas kegiatan pengabdian masyarakat ini dan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Sasak Panjang untuk terus memperhatikan kesehatannya. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran panitia dari FFUI dan Klinik Satelit UI Makara. Saya berharap agar acara penyuluhan yang disampaikan oleh para pakar dari UI serta pemeriksaan kesehatan nantinya dapat bermanfaat bagi seluruh warga desa dan menyadarkan warga desa pentingnya mengecek kesehatan secara berkala,” kata Andi.

Kegiatan pengmas diakhiri dengan memberikan post-test untuk menguji peningkatan pengetahuan warga desa setelah diadakan penyuluhan. Hasil post-test menunjukkan bahwa setelah penyuluhan berakhir, 100% warga mengalami peningkatan skor yang signifikan mengenai pengetahuan yang diberikan pada saat penyuluhan.

This post is also available in: English