Skip links

Rancang Inovasi Panel Surya, Mahasiswa FMIPA UI Raih Juara II Kompetisi Essay Ilmiah Nasional

Muhammad Al-Haqiqi, mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA UI meraih juara II Kompetisi Penulisan Essay Ilmiah Nasional Environmental Research Event (VIRULEN) 2020 yang diselenggarakan secara virtual oleh Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar.

Kabar menggembirakan itu diumumkan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting oleh Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Biologi FMIPA UNHAS pada hari Jumát (14/08/2020). Dalam kompetisi bertema “Peran Pemuda dalam Menghadapi Problematika Lingkungan Menuju Indonesia SDGs 2045” tersebut, Qiqi memilih subtema energi untuk karangan ilmiahnya yang berjudul “ “PANEL-E+” Teknologi Panel Surya Efisien, Optimal, dan Ramah Lingkungan Menuju Indonesia Energi Terbarukan 2030”.

Melalui essaynya, Qiqi menawarkan sebuah inovasi yang diharapkan dapat menjadi energi terbarukan di masa mendatang. Inovasi tersebut berupa PANEL-E+ yang dilengkapi dengan 3 sintesis lapis tipis berbasis nanopartikel titania.

“ Jadi inovasi rancangan saya ini adalah PANEL-E+ yang dilengkapi dengan tambahan 3 lapisan sol-gel SiO2-TiO2 dan nanotekstur pada lapisan terluar”. ungkap Qiqi kepada tim humas FMIPA UI melalui pesan Whatsapp.

Keunggulannya SiO2-TiO2 ini, kata Qiqi, mampu mengoptimalkan efisiensi panel dalam menyerap elemen quantum cahaya (foton) sebesar ~ 40%, dan Nanoteksturnya dapat meningkatkan efisiensi pembersihan partikel debu yang terdapat pada panel hingga 98%.

Hal itu dikarenakan gaya adhesi partikel air menjadi lebih kecil, sehingga memudahkan air meluncur dengan cepat pada permukaan panel ketika membersihkan partikel debu.

Qiqi mengungkap, latar belakang rancangannya tersebut mengacu pada salah satu PLTS terbesar di Indonesia yakni PLTS Oelpuah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dinilai belum maksimal dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakatnya, sehingga sekitar 25.000 rumah di NTT pada tahun 2020 ini masih belum dapat menikmati layanan listrik.

“Menurut Menteri ESDM, tahun2020 terdapat sekitar 25.000 rumah di NTT belum menikmati listrik. Artinya, energi listrik yang dihasilkan oleh PLTS tersebut masih belum optimal atau efisiensi dari panel surya nya masih rendah. Oleh karena itu, Saya mengajukan inovasi bernama PANEL-E+ yang memiliki nilai efisiensi tinggi untuk memenuhi kebutuhan listrik di NTT”. jelas Qiqi sekaligus menutup wawancara.

This post is also available in: English

Leave a comment