Skip links

SKSG UI Luncurkan Booklet Pariwisata Indonesia Hasil Kolaborasi dengan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kemenlu

Pandemi yang makin melandai belakangan ini, mulai menumbuhkan kepercayaan diri bagi mereka yang berada di sektor industri untuk menggeliat mengembalikan situasi ke titik sebelum adanya Covid-19. Perubahan kondisi ini diantisipasi oleh Sekolah Kajian dan Stratejik Global Universitas Indonesia (SKSG UI) melalui peluncuran booklet pariwisata pasca pandemi 2022, yang disusun bersama Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI).

Booklet disusun dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Indonesia yang sempat menurun sejak awal pandemi 2020 lalu, salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan negara-negara di kawasan Amerika. Kemitraan ini merupakan wujud dari kolaborasi erat antara pemerintah dan lembaga pendidikan melalui kajian ilmiah yang menawarkan solusi atas persoalan kekinian yang dihadapi oleh Indonesia. Peluncuran ini disiarkan secara virtual melalui Zoom dan kanal Youtube SKSG UI, pada Selasa (15/03).

“Pariwisata sangat krusial, dan ketika pandemi mulai membaik, semoga pariwisata bisa kembali menjadi ujung tombak pemulihan ekonomi. Seperti yang telah kita diskusikan sebelumnya saat pembuatan booklet ini dilaksanakan. Pariwisata akan mengambil peran terdepan (dalam pemulihan ekonomi di Indonesia). Model booklet ini saya kira bisa menjadi contoh untuk kegiatan-kegiatan kami ke depan agar bisa memunculkan bookletbooklet lain dalam upaya kontribusi terhadap masyarakat luas,” ujar Athor Subroto, S.E., M.M., M.Sc., Ph.D., Direktur SKSG UI.

Fungsional Diplomat Madya Pusat Strategi Kebijakan Kawasan (SKK) Amerop (Amerika-Eropa) BKSLN Kemlu RI, Listyowati, menjelaskan booklet dengan judul “Booklet pariwisata Indonesia Pasca Pandemi, Pemulihan Pasar, dan Kerja Sama dengan Kawasan Amerika: Perlunya Konsolidasi Nasional” ini berhasil disusun selama enam bulan oleh tim penyusun dari SKSG UI dengan Pusat (SKK) Amerop BKLSN Kemlu RI. Booklet tersebut berisi rangkuman artikel dari para narasumber acara webinar kolaborasi Pusat SKK Amerop dengan SKSG UI, pada 29 Juli 2021 lalu.

“Penyusunan booklet menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama kemitraan antara Pusat SKK Amerop dengan SKSG UI yang telah dikukuhkan melalui nota kesepahaman kerja sama pada bulan Juli 2021. Diharapkan, kerja sama ini dapat bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Listyowati.

Dalam booklet pariwisata pasca pandemi yang dirilis, beberapa kontributor turut serta dalam penulisan dan penyusunannya, yaitu Direktur SKSG UI, Wakil Rektor UI (Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset), Pejabat Kemlu, Kemenparekraf, dan dinas Pariwisata, Para Duta Besar/Konsul/Kuasa Usaha Ad Interim (Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Meksiko), dan Akademisi/ Kepala Pusat Kajian di Indonesia.

Menurut data Kemlu RI, kondisi pasar wisatawan mancanegara global mengalami penurunan di tahun 2020 dan 2021, dari sebelumnya mencapai 1,5 miliar jiwa menjadi 400 juta pada 2020 dan 415 juta pada 2021. Meskipun menurun, pada 2021 inilah terdapat tren positif pertumbuhan sektor pariwisata global sebesar 4%, dengan sektor pariwisata Amerika sendiri naik sebesar 19% dan Eropa sebesar 17% dibandingkan awal pandemi 2020 lalu.

Lebih rinci, dampak pandemi terhadap pariwisata Indonesia mengalami penurunan sebesar 80% dari pendapatan sektor wisata pada 2020 dan menyebabkan 11,83% pekerja sektor pariwisata kehilangan pekerjaannya. Plt. Kepala BSKLN Kemlu RI, H.E. Dr. Teuku Faizasyah mengatakan, hampir satu juta pekerja di sektor pariwisata beralih profesi dari sektor tersebut. Pulihnya sektor pariwisata sebagai kunci pulihnya sektor ekonomi pasca pandemi diharapkan dapat berkontribusi dalam pemulihan valuta dan investasi asing dan menumbuhkan 10 – 12% dari GDP dalam 5-10 tahun ke depan.

Booklet ini merupakan sebagian dari tugas pokok BSKLN sebagai tim internal Kemlu RI yang menyusun rekomendasi strategi kebijakan dan pemulihan sektor pariwisata Indonesia melalui potensi kerja sama negara-negara mitra potensial. Peluncuran booklet ini sangat tepat momentumnya, karena sektor pariwisata diharapkan dapat membangkitkan pemulihan ekonomi di Tanah Air (terutama di situasi pasca pandemi). Pemerintah juga turut berupaya untuk membuka kembali pariwisata di Indonesia,” kata Faizasyah.

Bayu Kristianto, Ph.D., Ketua Program Studi Kajian Wilayah Amerika (KWA), Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia, sebagai bagian dari tim editor booklet, menekankan tiga poin pemahaman baru yang bisa didapat dari booklet ini. Pertama, Indonesia bisa banyak belajar dari strategi penanganan pandemi COVID-19 dalam kaitannya dengan pariwisata di Kawasan Amerika, namun Indonesia memiliki situasi dan konteks yang berbeda, sehingga membutuhkan strategi-strategi khusus. Hal ini menjadi tugas pihak-pihak terkait, misalnya institusi pemerintah, perwakilan RI di luar negeri, dan akademisi/pusat-pusat kajian.

Kedua, upaya pemulihan pariwisata harus dilakukan seiring dengan peningkatan kualitas pariwisata Indonesia (terutama dari hulu ke hilir), intensifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE), dan pemetaan tren-tren baru pariwisata yang timbul karena pandemi. Ketiga, masih banyak potensi yang bisa digali dari sektor pariwisata Indonesia terkait dengan negara-negara Kawasan Amerika; perlu kajian-kajian lebih lanjut mengenai minat, preferensi, gaya dalam berwisata para wisatawan, serta faktor-faktor penghambat dan pendukung secara empiris dari datangnya wisman Kawasan Amerika ke Indonesia.

Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) adalah Program Pascasarjana khusus yang bersifat multi/lintas disiplin ilmu dengan Jenjang Pendidikan Magister (S2) dan Doktoral (S3) sedangkan Program Studi Pascasarjana yang bersifat monodisplin berada pada lingkup fakultas-fakultas terkait dengan bidang ilmunya. Kampus SKSG UI terletak di kampus UI Salemba, Jakarta Pusat.

This post is also available in: English