Skip links

Tiga Kunci Sukses Berbisnis Kopi Agar Bertahan di Pasar

Ada tiga kunci sukses jika ingin usaha kopi maju dan bertahan, kata Andi Isvandiar Muluk dari Pemberdayaan Masyarakat Sanama. “Menjadi spesialis, bergerak secara dinamis, dan selalu adaptif, ini adalah keyword. Ketiga hal ini harus diwujudkan dengan kolaborasi bersama,” ujar Andi, sewaktu menjadi pembicara dalam pelatihan yang digagas oleh Departemen Ilmu Administrasi Niaga (DIANi) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI).

Ia menyampaikan tentang hal itu di hadapan komunitas kelompok tani kopi di Megamendung. M. Yusuf Solihatul Munawar, selaku Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Megamendung, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Andi –konsultan bisnis dan pakar di bidang Food & Beverage Kopi. “Saya berharap, melalui kerja sama ini, dapat membantu penguatan kapasitas petani kami dan diharapkan kolaborasi ini dapat berkelanjutan,” kata Yusuf.

BUMDes berfungsi melakukan kegiatan usaha ekonomi melalui pengelolaan usaha. Selain itu, pengembangan investasi dan produktivitas perekonomian serta potensi desa. Salah satu BUMDes di Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, adalah Bumdes Megamendung Jaya yang memiliki potensi agrowisata dalam bentuk kebun kopi. Ia juga memiliki potensi UMKM yang mumpuni.

Dalam memasarkan produk, melakukan pemberdayaan, serta memberikan pelatihan-pelatihan, Bumdes Megamendung Jaya merangkul kelompok tani dan pelaku UMKM. Ada empat kelompok tani yang merupakan pemasok utama kopi Megamendung yang dimiliki oleh BumDes.

DIANi FIA UI menilai aset Bumdes Megamendung Jaya tersebut dapat menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari kopi yang dihasilkan diperlukan penguatan kapasitas kelompok tani di bidang produksi. Berangkat dari latar belakang tersebut, DIANi FIA UI menginisiasi kegiatan penguatan kelompok tani di Desa Megamendung melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas).

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, bukan hanya untuk dosen, tetapi juga untuk mahasiswa dalam menumbuhkan kepekaan sosial terhadap masyarakat,” ujar Dra. Eva Andayani, M.Si., pada saat membuka workshop bertema “Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Bidang Produksi Kopi BUMDes Megamendung” pada akhir Desember lalu.

Uniqueness setiap tempat itu pasti ada. Bisnis berhasil apabila memenuhi dua karakteristik. Yang pertama adalah narasi. BUMDes Megamendung harus dapat membuat cerita-cerita Megamendung di sosial media yang menarik publik. Yang kedua adalah number. BUMDes Megamendung harus menghasilkan hal dengan angka kuantitatif yang luar biasa, seperti jumlah kopi yang terjual. Keduanya merupakan inti dan hal yang penting,” kata Andi. Ia mengungkapkan, keberanian dan kreativitas juga menjadi kunci agar bisnis bisa bertahan dan berkelanjutan.

This post is also available in: English