Skip links

UI-KOICA-Ditjen Diktiristek RI Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Pengembangan Sistem Pengetahuan Terpadu

Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengembangan sistem pengetahuan terpadu berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Universitas Indonesia (UI), UI bersama Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek RI) sepakat menjalin kemitraan. “Kemitraan kami dengan KOICA benar-benar krusial dan penting, tidak hanya untuk UI, tetapi juga untuk Indonesia,” kata Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UI.

Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UI

“Kami berharap ada dampak yang kuat dari kerja sama dua negara ini untuk memberikan kontribusi terhadap dunia yang lebih bersahabat. Dari perjanjian ini, kami menantikan hasil yang positif,” katanya lagi.

Mewakili KOICA, Jeong Yun-gil menyatakan, sistem MOOCS memiliki peran penting dalam mengembangkan kapasitas dosen dan mahasiswa UI, terutama di masa pandemi. Proyek ini didesain untuk menguatkan dan meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

Sebagaimana di Korea, pembangunan SDM bukanlah satu-satunya kunci untuk mencapai pembangunan ekonomi, namun merupakan salah satu dari berbagai agenda pembangunan untuk memajukan negara. “Kita memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan proyek ini, kata Jeong.

The Country Director of The Korea International Cooperation Agency (KOICA) Indonesia, Mr. Jeong Yun-gil

Ia menambahkan, “KOICA berbagi pengalaman terkait pembangunan SDM di Korea kepada Indonesia dan Indonesia bertanggung jawab untuk menjalankan proyek ini demi pembangunan SDM di Indonesia. Saya dan tim KOICA berjanji akan mendukung dan berusaha penuh untuk proyek ini. Kemendikbud dan UI dapat berfokus pada projek ini. Kami yakin projek ini akan memperoleh hasil yang diharapkan, yaitu dapat membangun sumber daya yang berkualitas,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Prof. Nizam menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KOICA yang terus menjalin kerja sama dengan Indonesia, terutama pada bidang pembangunan SDM melalui pendidikan. Menurut Prof. Nizam, kerja sama yang dibangun KOICA, pemerintah Indonesia, UI, terutama dalam pembangunan MOOCS, merupakan langkah yang tepat untuk membangun kekuatan SDM Indonesia demi tercapainya bonus di masa depan.

Selama tiga tahun masa pandemi, mayarakat akhirnya menyadari pentingnya teknologi sebagai media untuk menyampaikan edukasi. “Kami percaya melalui kolaborasi dan kerja sama, banyak permasalahan yang dapat teratasi dan banyak pencapaian yang diperoleh lebih cepat. Di era pembangunan ini, hal lain yang juga penting adalah bahwa segala hal berkaitan dengan kemanusiaan. Jadi, ini bukan hanya soal teknologi, melainkan juga tentang kemanusiaan. Untuk itu, saya mengapresiasi UI melalui FIB yang telah menjalankan proyek ini. Teknologi dan kemanusiaan harus berjalan berdampingan di era 4.0. Kami mendukung penuh kerja sama yang dibangun KOICA dan UI dan berharap kerja sama ini akan terus berlanjut dalam jangka panjang,” ujar Prof. Nizam.

Kerja sama UI dan mitranya tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama, yang ditanda tangani pada Senin (29/1), di Gedung D Diktiristek, Jakarta. Selain Prof. Dedi, hadir  Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng.; The Country Director of The Korea International Cooperation Agency (KOICA) Indonesia, Mr. Jeong Yungil; Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya (FIB) UI, Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum.; Direktur Kerja Sama Dr. Toto Pranoto, S.E,, M.M.; Manajer Kerja Sama dan Ventura FIB UI, Eva Latifah, Ph.D.; dan Program Manager for KOICA Indonesia, Mr. Nikka Sasongko.

Melalui penandatanganan Record of Discussion (RoD) tersebut, proyek Peningkatan Kapasitas Pengembangan Sistem Pengetahuan Terpadu berbasis TIK di UI dilaksanakan dengan beberapa tujuan. Salah satu tujuan proyek itu adalah membangun gedung ramah lingkungan berteknologi tinggi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB)  UI yang akan menjadi tuan rumah Connectivity Hub (CHub).

Pembangunan gedung di FIB UI tersebut akan dilengkapi dengan ruang kelas pintar dan studio pengembangan modul jarak jauh untuk Massive Open Online Courses (MOOCS). Dengan demikian, pengembangan platform MOOCS beserta modul pembelajarannya turut mendorong dan mempromosikan sektor bisnis dan industri untuk mengambil peranan yang lebih besar dalam mendukung penelitian inovatif universitas dan program pemberdayaan masyarakat dengan menggunkan infrastruktur C-Hub yang tersedia.

Menurut Prof. Dedi,  C-Hub yang didukung, dibangun, dan diimplementasikan dengan baik akan dapat meruntuhkan rintangan dalam koordinasi dan komunikasi, dan dapat bersinergi dengan para pihak pemangku kebijakan untuk meraih tujuan bersama, yaitu peningkatan kualitas dan kapasitas SDM di Indonesia. Faktanya, jaringan dan kerja sama di sektor industri non-pemerintah masih terbatas.

Ada banyak organisasi non-pemerintah dan organisasi sosial yang memiliki ide, visi, dan misi yang baik, namun sumber daya dan kapasitas yang dimiliki untuk mewujudkannya terbatas. Oleh karena itu, melalui program Massive Open Online Courses (MOOCS) yang dirancang UI, KOICA, dan Kemdikbudristek seiring dengan dibangunnya C-hub, akan ada media pembelajaran tanpa batas yang dapat diakses oleh siapa saja terwujudnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Melalui MOOCS, UI berkomitmen membangun strategi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Modul pembelajaran pendidikan jangka panjang ini didesain dan diproduksi bersama dan universitas akan memanajemen dan mengorganisasikannya. Profesor dan dosen juga dapat bekerja sama dengan pelaku kegiatan sosial, praktisi industri, profesional, dan masyarakat untuk menciptakan dan menyebarkan pengetahuan dalam bentuk data, informasi, serta keterampilan praktis yang dapat diakses oleh publik. Oleh karena itu, C-Hub bukan hanya memiliki kapasitas sebagai pusat produksi MOOCS, melainkan juga memberikan berbagai program pelatihan, workshop, pelayanan konsultasi, dan co-working space dengan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.

Kerja sama antara UI dan KOICA merupakan awal untuk pengembangan pendidikan nasional. Konsep yang dikembangkan dalam kerja sama ini adalah dengan membangun infrastruktur dan operasional yang memungkinkan anggota sivitas akademika dan masyarakat untuk belajar secara interaktif dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Kerja sama ini bertujuan memberdayakan potensi dan kapasitas untuk melakukan pembangunan di universitas, pemerintah, industri, dan masyarakat. Dengan didukung penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang maju, MOOCS akan membantu para pemangku kepentingan di Indonesia dan Korea untuk memecahkan masalah yang terkait dengan akses pengetahuan yang tidak merata,” kata Dr. Bondan dalam sambutannya.

This post is also available in: English