Skip links

UI – Universitas Trilogi Kerja Sama Gelar Pameran Usaha Ultra Mikro

Penulis: Alfin Heriagus

Rabu (12/01/2022) lalu telah digelar pameran guna mendukung promosi/pemasaran usaha ultra mikro Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Program Kewirausahaan Sosial (ProKus) di DKI Jakarta.

Pameran yang diselenggarakan di Atrium Universitas Trilogi ini merupakan kolaborasi Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM), Universitas Trilogi melalui Inkubator Bisnis Trilogi (INBISTRO), dan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Dalam sambutannya, Direktur DPPM UI, Agung Waluyo, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan pameran ini merupakan lanjutan dari pendampingan ProKus. “Peserta adalah sebagian yang terpilih dari proses seleksi yang cukup ketat dari 301 KPM, terpilih 100 keluarga yang memiliki usaha rumahan. Sebanyak 30 KPM setelah melalui pendampingan oleh para mentor masing-masing diberi kesempatan mengikuti ajang expo ini,” ujarnya.

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D., dalam sambutannya menuturkan bahwa di tengah pandemi terdapat dua fenomena yang patut diketahui. Pertama adalah tingkat kemiskinan naik. Data skala nasional menunjukkan adanya kenaikan jumlah kemiskinan dari 9.1% di September 2019 menjadi 10.1% pada Maret 2021. Kedua, angka pengangguran semakin meningkat. Maka dari itu, dirinya sangat menyambut baik adanya pameran semacam ini untuk memperkenalkan usaha para KPM, terlebih ia senang bisa berkolaborasi dengan Universitas Indonesia dalam menyelenggarakan expo tersebut.

Sementara itu Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho,M.M., IPU., CMA., MSS., sebagai Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta, mengungkapkan rasa bahagianya bisa menghadiri langsung kegiatan expo pada hari ini. Pada penyampaiannya, ia mengatakan bahwa di DKI Jakarta, ProKus telah berjalan sejak tahun 2020. Dan pada tahun ini, Alhamdulillah Kemensos masih mendukung adanya pendampingan ProKus. Total, sebanyak 3 inkubator bisnis terpilih yang diminta mendukung pendampingan ini, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Trilogi dan Yayasan Bina Swadaya.

Prof. Arissetyanto sangat mengapresiasi rangkaian ProKus sejak awal hingga saat ini masih terlihat antusias dan semangat dalam mengembangkan usaha. Lebih lanjut ia memperlihatkan data yang menunjukkan jumlah KPM sebanyak 309 dari 3 inkubator bisnis baik UI, Trilogi maupun Swadaya. Hal ini sangat penting dan bagus dilakukan guna membantu pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan angka pengangguran. Dengan adanya ProKus, diharapkan para mentor dapat membantu membina para KPM agar usaha yang sedang dijalaninya dapat berkembang dan maju.

Kesuksesan kolaborasi ini tidak terlepas dari kerja keras tim yang diketuai oelh Dr. Rambat Lupiyoadi dosen FEB UI mewakili DPPM UI dan Siti Khusnul Rifani, S.E., M.S.M. (Kabiro Kewirausahaan dan Keinovasian, Inbistro) mewakili Universitas Trilogi.  Menurutnya, acara ini sebagai sebuah ajang untuk memperkenalkan hasil usaha yang dikembangkan oleh masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM), belajar langsung cara berjualan melalui bazar, sarana networking dan saling belajar usaha dengan KPM lain dan para mentor yang sudah berhasil.

Sebagai salah satu mentor dari UI, Supriani, menceritakan pengalaman dan kisahnya selama membina KPM. Ia bercerita KPM binaanya banyak yang berjuang dan tak patah semangat dalam membangun usahanya. “Ada yang jualan usaha kue, rumahnya di gang-gang, jadi untuk berpergian keluar untuk jualan penuh tantangan,”jelasnya. Namun ia menambahkan hal tersebut tidak menjadi sebuah penghambat ibu Herni, salah satu KPM binaannya untuk berhenti berusaha. Ia menjelaskan  hal tersebut justru membuat bu Herni semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha yang dijalaninya.

Agenda expo hari ini ditutup dengan seminar/sharing pengalaman usaha oleh bu Muslimah, S.Pd., seorang ibu rumah tangga yang sukses usaha kripik singkong. Sama halnya dengan KPM yang saat ini mengikuti pendampingan, pada tahun 2010 dirinya juga mengikuti pendampingan. Dulu, mentor terdahulunya adalah Dr.Rambat yang saat ini menjadi ketua tim ProKus UI. Berkat semangat dan dukungannya mengikuti pendampingan, Muslimah mengatakan usaha yang dijalaninya sudah berkembang bahkan sudah ekspor ke luar negeri.

Ia berpesan untuk para KPM saat ini untuk terus berusaha dalam mengembangkan usaha dengan tidak patah semangat. “Intinya jangan patah semangat, kegagalan adalah langkah awal dalam menuju keberhasilan,”ujar Rambat.

Berjalannya ProKus ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Menteri Sosial Tri Rismaharini, ia berharap para KPM dapat meningkatkan standar kehidupan yang berkelanjutan. Pendampingan kewirausahaan ini juga telah mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yakni memberdayakan masyarakat melalui usaha yang dijalankan guna bebas/terentas dari kemiskinan dan memiliki kehidupan yang lebih sejahtera serta membantu peningkatkan angka pertumbuhan ekonomi di daerah.

 

This post is also available in: English