id sipp@ui.ac.id dan humas-ui@ui.ac.id +62 21 786 7222

Vokasi UI Beri Pelatihan kepada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Depok

Universitas Indonesia > Berita > Vokasi UI Beri Pelatihan kepada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Depok

Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) yang terdiri dari 4 orang Dosen dan 30 mahasiswa Vokasi UI menggelar Pelatihan skill Fisioterapi dan Okupasi Terapi bagi para guru pendidik anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Nusantara Kota Depok Jawa Barat pada Sabtu – Minggu (14-15/9).

Para tim Pengmas ini memberikan pelatihan kemampuan dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus berbasis fisioterapi dan okupasi terapi terkait kemandirian seperti skill memindahkan dari tempat tidur ke kursi roda, skill dalam beraktifitas sehari-hari seperti toileting, mandi, makan memakai baju. Kegiatan ini sendiri melibatkan 70 murid, 15 orang guru dan pengasuh dengan pendamping dokter.

Dalam pelaksanaannya, tim Pengmas Vokasi UI juga menggandeng Psikolog dari Fakultas Psikologi UI yang memberikan pemahaman tentang aspek psikologis yang perlu diperhatikan dari sisi orang tua, guru, masyarakat dan anak-anak disabilitas dan dokter THT.

Selain itu, tim Pengmas juga menggandeng Akademi Terapi Wicara Jakarta dan Surakarta untuk memberikan screening dan terapi wicara bagi anak-anak disabilitas yang mengalami gangguan makan, menelan dan wicara lainnya.

Ketua Tim Pengabdi yang juga Dosen Program Studi Fisioterapi Aditya Denny menuturkan, “kemampuan ajar dalam bidang Fisioterapi dan Okupasi terapi sangat penting untuk dimiliki guru SLB mengingat anak-anak disabilitas memerlukan perhatian khusus baik dalam permasalahan kesehatan, kemandirian beraktifitas dan masalah psikososial. Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus, maka kami melibatkan dokter, terapi wicara, psikolog serta kelompok mahasiswa dengan melakukan pemeriksaan gangguan fisik, tumbuh kembang dan keluhan kesehatan anak.”

SLB Nusantara yang menjadi penerima manfaat program ini telah berdiri sejak 1989 dengan 120 orang murid dari jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas ini memiliki jenis disabilitas antara lain tuna rungu, tuna grahita, tuna wicara, tuna netra, down syndrome, autism, cerebral palsy dan keterbelakangan mental.

Related Posts

Leave a Reply