Skip links

Strategi Bertahan Pelaku Bisnis Petahana di Tengah Gempuran Teknologi Digital

Teknologi merupakan bagian penting dari ekosistem bisnis. Perubahan teknologi berdampak pada komponen lain, seperti pelaku bisnis dan regulasi dari pemerintah. Lompatan teknologi yang cepat dan masif menjadi disrupsi bagi semua komponen ekosistem bisnis, termasuk perusahaan, perbankan, dan unit kecil menengah (UKM). Teknologi yang dikembangkan satu perusahaan dapat menggoncang peta persaingan bisnis sehingga perlu adanya reka ulang strategi, model, dan proses bisnis bagi petahana agar dapat bersaing dengan pendatang baru.

Ruslan Prijadi, dalam pidato pengukuhan guru besarnya, “Strategi ke Luar Batas-batas Perusahaan dalam Ekosistem Berbasis Digital”, menyampaikan strategi yang mungkin dilakukan perusahaan, perbankan, dan UKM agar mampu bersaing di era digital. Teknologi digital menjadi ancaman bagi perusahaan petahana karena memudarkan batas-batas antar-unit bisnis, perusahaan, bahkan industri. Di dunia perbankan, gelombang teknologi digital tidak hanya memunculkan fintech sebagai fasilitas sistem pembayaran, tetapi juga mendorong munculnya pesaing lain seperti shadow bank. Sementara itu, UKM belum tentu memiliki keterampilan untuk memanfaatkan teknologi digital.

Untuk menjawab tantangan tersebut, menurut Ruslan, diperlukan strategi yang tepat. Perusahaan harus memetakan ancaman dan peluang, mengerahkan sumber daya yang dimiliki, serta membangun kapabilitas baru. Petahana dapat berpegang pada prinsip dasar strategi perusahaan untuk mencapai tujuan korporasi, namun juga memanfaatkan peluang dari luar perusahaan. Perlu ada kemitraan dan kolaborasi yang tecermin dari pembentukan bisnis baru, tindakan spin off, dan akuisisi dengan perusahaan lain. Oleh karena itu, kemampuan mengorkestrasi sumber daya menjadi salah satu kunci keberhasilan membangun keunggulan daya saing perusahaan.

“Perusahaan juga harus memiliki strategi “non-pasar”, yakni cara untuk memengaruhi pembuat aturan agar menetapkan aturan yang melindungi petahana dari dampak negatif akibat disrupsi teknologi. Adanya berbagai aturan dapat memperlambat gerakan perusahaan baru, sedangkan bagi petahana ini merupakan langkah untuk mengurangi dampak disrupsi teknologi saat melakukan transformasi digital,” kata Ruslan yang juga merupakan Dewan Penasihat Indonesia Strategic Management Society (ISMS).

Di bidang perbankan, ada beberapa faktor yang diperkirakan menjadi pendorong pilihan strategi ketika perbankan melakukan transformasi digital. Yang terpenting adalah teknologi digital yang dipilih harus mengubah kegiatan bisnis menjadi lebih efektif. Di masa depan, layanan perbankan akan menyatu dengan layanan non-bank sehingga diperlukan sumber daya dan kapabilitas tinggi. Regulasi menjadi penting karena pengoperasian perbankan digital membutuhkan kepastian hukum. Pesatnya perkembangan fintech serta memudarnya batas antara bisnis perbankan dan bisnis yang terkait dengannya membuat kepastian hukum menjadi lebih sulit.

Serupa dengan perusahaan besar, UKM juga menghadapi disrupsi akibat teknologi digital. Sebenarnya, teknologi digital dapat dimanfaatkan UKM untuk bersaing dan terus tumbuh. Akan tetapi, teknologi yang terkait dengan operasional perusahaan memerlukan investasi besar sehingga tidak banyak UKM yang mampu mengadopsinya. Untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital bagi UKM, diperlukan pembangunan ekosistem pemberdayaan UKM dengan memanfaatkan momentum kolaborasi antara perbankan dan fintech. Selain pembiayaan, pemberdayaan UKM sebaiknya fokus pada pembangunan kapasitas UKM demi berkembangnya jaringan usaha. Bagaimanapun, bergeraknya UKM bergantung pada keinginan UKM untuk berkembang, sedangkan pemerintah berperan sebagai fasilitator.

Setelah pidato tersebut, Ruslan Prijadi resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap FEB UI. Pengukuhan guru besar dipimpin Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D. dan disiarkan langsung secara virtual melalui kanal Youtube UI Teve. Acara yang diadakan Sabtu (26/3) tersebut juga dihadiri tamu undangan, di antaranya Menteri Sekretaris Negara RI Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc.; dan Kepala Otorita IKN Nusantara Dr. Ir. Bambang Susantono, MCP., MSCE.

Ruslan merupakan staf pengajar FEB UI. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung (1982), S2 di University of Wisconsin (1992), dan mendapat gelar Ph.D., Business School dari University of Wisconsin (1997). Beberapa karya ilmiahnya yang telah dipublikasikan beberapa tahun terakhir, antara lain Strategy for Sustainability of Social Enterprise in Indonesia: A Structural Equation Modeling Approach (2022), Bifurcating the Dynamic Dominant Logic: Technical and Evolutionary Patterns of Action (2021), Financing Needs of Micro-Enterprises Along Their Evolution (2020), dan Role of Middle Managers in Strategic Renewal (2019).

 

Selengkapnya:

This post is also available in: Indonesian