Skip links

FIA UI Beri Pendampingan Studi Kelayakan Usaha di Megamendung Bogor

Studi kelayakan usaha dibutuhkan saat seseorang akan memulai dan menjalankan bisnis. Bagi orang awam apalagi pebisnis pemula, studi kelayakan usaha masih terdengar asing. Padahal, studi ini mempunyai peran penting dalam bisnis, karena berorientasi pada berhasil atau tidaknya bisnis tersebut.

Studi kelayakan usaha juga menentukan apakah suatu bisnis layak dijalankan atau tidak, selain aktivitas operasionalnya yang berkesinambungan. Fakta-fakta tersebut melatarbelakangi Departemen Ilmu Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia (FIA UI) memberikan pendampingan studi kelayakan usaha bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Megamendung Jaya, Bogor, Jawa Barat.

Saat ini BUMDes Megamendung Jaya memiliki dua unit usaha, yaitu, Klinik Kesehatan Megamendung Jaya dan Kedai Kopi Rasio. Pendampingan lewat program pengabdian masyarakat (pengmas) ini dilaksanakan untuk pengembangan produk dan penyusunan strategi dalam rangka menjamin keberlanjutan usaha BUMDes Megamendung.

“Penyusunan strategi yang dikaitkan dengan permintaan dan penawaran, pemasaran, kebutuhan SDM, produksi dan analisis keuangan untuk Klinik Megamendung Jaya dan Kedai Kopi Rasio. Pendampingan ini disampaikan oleh dua orang narasumber yaitu, Dra. Maria Eurelia Wayan, M.Ak., dan Dr. Fibria Indriati, M.Si., dengan fasilitator dari mahasiswa Departemen Ilmu Administrasi Niaga,” kata Dra. Novita Ikasari, M.Comm., Ph.D. selaku Ketua Pengabdi kegiatan tersebut.

Menurut Novita, program pengmas Departemen Ilmu Administrasi Niaga FIA UI ini merupakan tahap awal, dan ia berharap dapat terus berlanjut karena pendampingan memerlukan waktu cukup panjang. “Sehingga, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi semua pihak yang terkait dan mampu menyelesaikan masalah yang saat ini dihadapi BUMDes Megamendung Jaya,” ujarnya.

Direktur BUMDes, M. Yusuf Solihatul Munawar memberikan respon positif dengan mengatakan bahwa studi kelayakan usaha dari berbagai aspek, terutama keuangan memang diperlukan, terutama ketika mengajukan proposal kepada para mitra. “Program ini sangat membantu supaya BUMDes ke depannya bisa mandiri. Harapannya, Klinik Megamendung Jaya ini bisa segera bekerja sama dan menjadi rujukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sekaligus buka 24 jam. Terkait hal ini, perlu adanya penambahan SDM tetap, karena SDM yang ada sekarang merupakan tenaga kesehatan sukarela/volunteer,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diambil oleh mahasiswa Departemen Ilmu Administrasi. Selain itu, program pengmas FIA UI ini juga bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan yang layak bagi warga desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

BUMDes Megamendung Jaya merupakan salah satu Badan Usaha Milik Desa di Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, yang memiliki lima unit usaha diantaranya Klinik Megamendung Jaya – yang didirikan pada awal pandemi Covid-19 –, Kedai Kopi dan Makanan Bernama ‘Rasio Kopi’,  divisi pariwisata, UMKM, dan Payment Point Online Bank (PPOB).

Didirikannya Klinik Megamendung bertujuan untuk memberikan pelayanan Rapid dan Swab sekaligus sebagai ruang konsultasi kesehatan masyarakat. Sedangkan di Kedai Kopi Rasio, kopi yang disajikan berasal dari Coffea canephora varietas Robusta yang dihasilkan dari hutan Paseban, hutan di kaki Gunung Gedogan, serta pegunungan yang berada di wilayah desa Megamendung Bogor dengan permodelan tanam Agroforestry.