Skip links

FKUI dan Doctorshare Kerja Sama Berikan Layanan Kesehatan di Wakatobi

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan DoctorSHARE jalin kerja sama berikan layanan kesehatan di Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang dimulai pada 21 Maret 2022 ini rencananya akan berlanjut sesuai kebutuhan RSA. Bentuk kerja sama keduanya berupa pengiriman dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Konsulen FKUI ke daerah tersebut untuk memberikan layanan medis bagi masyarakat, seperti diagnosis dan tata laksana dasar, penyuluhan masyarakat, dan berbagi ilmu dengan sejawat di RSA Nusa Waluya II.

Dekan FK UI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, mendukung penuh kegiatan ini. “Di tengah kesibukannya, dokter FKUI–RSCM, baik peserta PPDS maupun para konsulen, tetap peduli dan bersedia untuk membantu masyarakat terpencil yang sulit mendapatkan akses kesehatan. Melalui kegiatan ini, segala sesuatu yang seharusnya diselesaikan di kota besar, kini dapat ditangani di Rumah Sakit Apung. Kami mendukung yang dilakukan DoctorSHARE dan non-governmental organization lainnya, serta siap bekerja sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Prof. Ari.

Selama dua periode kerja sama ini berjalan, FKUI telah mengirimkan 2 dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, 2 dokter dari Departemen Ilmu Bedah, 1 dokter dari Departemen Anestesi dan Intensive Care, dan 5 dokter dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata. Di lapangan, dokter-dokter tersebut menangani bermacam penyakit, seperti hipertensi, diabetes, struma (gondok), masalah geriatri (gangguan kesehatan pada orang usia lanjut), osteoarthritis (pengapuran sendi), dan dyspepsia (gangguan pencernaan). “Kala itu, selama dua minggu mengabdi, kurang lebih 200 pasien tertangani,” kata dr. Kresna Adhiatama, dokter PPDS Tingkat 3 Program Studi Ilmu Penyakit Dalam.

Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II
                 Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II

Program pengabdian masyarakat ini juga memberikan pelayanan operasi katarak dan operasi penyakit mata lainnya yang sebelumnya sulit diakses masyarakat Wakatobi. Menurut peserta PPDS Ilmu Kesehatan Mata, dr. Muhammad Dio Syaputra, banyak pasien yang awalnya tidak bisa melihat dan bergantung pada orang sekitar karena ketidaktahuan dan kurangnya fasilitas dan pelayanan kesehatan mata. Setelah dilakukan operasi katarak, pasien dapat melihat dan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Hal ini secara tidak langsung berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi pasien. Hingga saat ini, sebanyak 104 pasien telah menjalani operasi katarak dan 16 pasien telah menjalani operasi pterygium.

Ada berbagai tantangan yang harus dilalui para dokter di lapangan, antara lain bahasa yang bisa menjadi kendala komunikasi. Selain itu, cuaca dan keterbatasan fasilitas juga menjadi tantangan di Wakatobi. Terlepas dari permasalahan itu, dr. Kresna mengapresiasi kinerja RSA Nusa Waluya II karena pelayanan yang diberikan sudah baik. Tenaga kesehatan dan tim penunjang pun memiliki dedikasi untuk melayani.

Selain memberi kontribusi kepada masyarakat, kegiatan ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan pengalaman para dokter. Mereka belajar bekerja sama dalam tim yang solid bersama rekan sejawat yang baru. Menurut Direktur RSA Nusa Waluya II, dr. Ivan Reynaldo Lubis, kerja sama ini berpengaruh besar karena membantu DoctorSHARE dalam memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat di kepulauan atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kegiatan ini memberikan harapan bagi masyarakat di kepulauan/3T bahwa mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, sekaligus menjadi bukti bahwa mereka tidak dilupakan ataupun dipinggirkan.

Semangat untuk mencerdaskan dan menyehatkan bangsa selalu menjadi tujuan utama setiap kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika FKUI. Pemberian akses layanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil menjadi perhatian demi terwujudnya peningkatan derajat kesehatan bangsa. Tujuan inilah yang melatarbelakangi FKUI dan DoctorSHARE melakukan kerja sama yang diprakarsai oleh Prof. Ari dan dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV selaku pendiri DoctorSHARE dan rumah sakit apung swasta pertama di Indonesia.

This post is also available in: English