id sipp@ui.ac.id dan humas-ui@ui.ac.id +62 21 786 7222
https://uni.sesc.com.br/rajaslot303/slot gacor hari inislot gacorslot online gacor

TIM PENGABDI UI HADIRKAN PROGRAM INKLUSI BAGI KOMUNITAS DIFABEL DI DENPASAR, BALI

Universitas Indonesia > Berita > Berita Fakultas Kesehatan Masyarakat > TIM PENGABDI UI HADIRKAN PROGRAM INKLUSI BAGI KOMUNITAS DIFABEL DI DENPASAR, BALI

Depok, 6 Oktober 2023. Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Universitas Indonesia (UI), Kamakara Community, menghadirkan serangkaian kegiatan untuk merespons isu inklusivitas bagi difabel di Kota Denpasar, Bali. Kota Denpasar dipilih sebagai area intervensi pengembangan program inklusi karena merupakan kota percontohan ramah difabel. Hal itu dibuktikan dengan diraihnya penghargaan Anugerah Prakarsa Inklusi (API) 2023 dari Komisi Nasional Disabilitas.

Kamakara Community terdiri atas sivitas akademika UI dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Fakultas Teknik (FT). Mereka adalah Dewi Fauziah, Frisca Meidyas Putri, Rochmad Nur Ihsan, Rahmanda Fayyasy Pratama, dan Rahma Rosita Dewi. Kelima anggota tersebut diketuai oleh Azriel Bima Putra Anugrah dan dibimbing oleh Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kep., M.A., Ph.D.

Dengan didukung Program Hibah Kepedulian Masyarakat UI, Kamakara Community bekerja sama dengan Yayasan Graha Nawasena—yayasan yang bergerak di bidang pengembangan karier masyarakat difabel—menyelenggarakan berbagai kegiatan positif untuk masyarakat difabel di Kota Denpasar. Kegiatan bertajuk “Beyond Equality: Membangun Keterlibatan Aktif Masyarakat untuk Kesetaraan Gender dan Inklusi Difabel” ini diselenggarakan pada 16–23 September 2023, di Denpasar, Bali.

Pada hari pertama, diselenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi individu difabel dan masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan kesehatan mereka. Dari kegiatan pemeriksaan tersebut, ditemukan bahwa masih banyak masyarakat yang kurang sadar atas kondisi kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan nutrisi dan tingginya prevalensi asam urat.

Selain pemeriksaan fisik, Tim Pengabdi juga menyelenggarakan kegiatan perawatan kesehatan mental melalui proyek seni kolaboratif. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari SDN 28 Dangin Puri dan anak-anak berkebutuhan khusus dari Pusat Layanan Disabilitas Kota Denpasar. Para peserta diajak untuk menciptakan karya seni lukis bertema “Lukis Mimpimu” untuk menunjukkan bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu dipahami oleh siapa pun.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Kamakara Community juga mengadakan sesi berbagi inspirasi yang menghadirkan Angga—seorang content creator di media sosial yang merupakan penyandang disabilitas fisik—untuk memberikan edukasi sekaligus semangat bagi para disabilitas. Ia berbagi tentang cara membangun rasa percaya diri meski harus menghadapi stigma negatif dan perundungan dari masyarakat. “Keterbatasan bukanlah sebuah halangan atau ancaman bagi seseorang untuk dapat berkarya, menjadi sukses, dan mengatasi berbagai tantangan dalam hidup,” ujar Angga.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pertunjukan bakat dari anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka menampilkan bakat yang luar biasa dalam seni musik, seni tari, dan visual. Bakat-bakat tersebut sekaligus menggambarkan bahwa setiap individu—terlepas dari kondisi fisik atau mental mereka—memiliki potensi untuk sukses dan berkembang.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, S.S., M.Hum., mengapresiasi program yang dijalankan oleh sivitas akademika UI dengan para mitra. Ia mengatakan, “Langkah ini sangat positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan diharapkan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk mengambil langkah serupa dalam mendukung masyarakat difabel.”

Inisiatif “Beyond Equality” yang dicetuskan Kamakara Community mencerminkan kekuatan kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam menciptakan perubahan positif dan mempromosikan inklusivitas difabel di Denpasar, Bali. Melalui kerja sama dengan para mitra, tim pengabdi akan memastikan keberlanjutan inisiatif ini dengan melakukan pemantauan dan menciptakan inovasi inklusivitas lainnya di seluruh Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra yang telah membantu kesuksesan acara ini, khususnya Dinas Sosial Kota Denpasar, Kepala Desa Dangin Puri Kangin, Yayasan Graha Nawasena, dan Pusat Layanan Disabilitas Kota Denpasar,” ujar Rochmad Nur Ihsan, salah seorang pengabdi.

Related Posts