Skip links

UI Kukuhkan 2 Guru Besar FKUI: Upaya Mengatasi Permasalahan Stunting dan Hipertensi pada Anak dan Remaja

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, SE, MA. Ph.D memimpin upacara pengukuhan dua Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran UI (FKUI) dengan kepakaran dalam bidang ilmu kesehatan anak, yaitu Prof. Dr. dr, Damayanti Rusli Sjarif, SpA (K), dan Prof. Dr. dr. Partini Pudjiastuti Trihono, SpA(K), MM(Paed).

Dalam upacara yang berlangsung pada Rabu (18/12/2019) di Aula IMERI FKUI, Kampus Salemba, Prof Damayanti memaparkan pidato bertajuk “Pendekatan Nutrisional Genomik dalam Penanggulangan Stunting: Upaya Mendapatkan Tata Laksana yang Tepat untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia”.

Dalam pidatonya tersebut dikatakan bahwa penanggulangan stunting (pertumbuhan kerdil pada anak) cukup sederhana, yaitu setelah bayi lahir, bayi harus diberikan penerapan ASI dan MPASI yang bergizi lengkap, cukup, dan seimbang.  Khususnya perbandingan protein hewani terhadap total energi 10-15% dengan memanfaatkan sumber pangan hewani lokal. Inilah yang disebut dengan pendekatan nutrisional genomik.

Orangtua juga dianjurkan untuk memantau tumbuh-kembang dengan menerapkan cara menimbang berat badan yang benar, yaitu tanpa baju, juga mengukur panjang badan dengan alat pengukur baku yang berbeda untuk anak dibawah dan diatas 2 tahun, menganalisis hasil timban-ukur untuk deteksi dini weight faltering (kenaikan berat badan yang tidak adekuat) dan masalah gizi lain.

“Dalam uji coba yang dilakukan selama 6 ulan dengan cara mengaktifkan Posyandu-Puskesmas-RSUD di Desa Bayumundu, Pandeglang. Hasilnya menunjukkan bahwa uji coba tersebut berhasil menurunkan stunting pada balita 8,4% dalam 6 bulan pengamatan. Metode ini bila dilkaukan di seluruh Indonesia, maka diproyeksikan akan terjadi penurunan prevelansi stunting di Indonesia di bawah 20% dalam setahun,” ujar Prof. Damayanti.

Sedangkan Prof. Partini menyampaikan pidato berjudul “Hipertensi pada Anak dan Remaja: Eskalasi Masalah yang Belum Terungkap”. Pada pidatonya tersebut, Prof. Partini mengungkapkan perlunya mengurangi eskalasi masalah hipertensi pada anak dan remaja.

Menurutnya, diperlukan sebuah program terintegrasi promosi kesehatan terkait hipertensi di tingkat sekolah. Terkait hal ini, beliau merekomendasikan pentingnya peranan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Dengan adanya peranan UKS, maka upaya edukasi dan skrining benar-benar dapat menyasar sasaran yang tepat, yaitu anak-anak dan remaja.

“Demikian juga diperlukan program promotif dan preventif di fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas untuk mengukur tekanan darah secara rutin pada anak mulai usia 3 tahun. Upaya promos dan preventif ini diperlukan agar penyakit kardiovaskular ini nantinya tidak akan menjadi masalah utama dunia kesehatan Indonesia,” tambah Prof. Partini

This post is also available in: English

Leave a comment