Skip links

Asuhan Paliatif Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Pediatri

Asuhan paliatif merupakan suatu tindakan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap pasien yang mengalami penyakit serius. Dengan dilakukannya asuhan paliatif kepada pasien diharapkan mampu meredakan rasa sakit dan gejala yang dialami pasien, serta dapat menyediakan dukungan emosional, sosial, dan spiritual untuk pasien dan keluarganya.

 

Dengan diterapkannya asuhan paliatif yang diberikan oleh perawat kepada pasien ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit serius, serta memberi dukungan kepada keluarga pasien. Melalui asuhan paliatif, diharapkan mampu memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan oleh perawat dan memastikan jika pasien terbebas dari rasa sakit yang dialami. Hal ini disampaikan oleh Ns. Efa Apriyanti, S.Kep., Msc., selaku moderator dalam acara webinar special ulang tahun Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang ke-3, pada Jumat (28/01).

 

Ns. Esti Nur Rohmah S.Kep., sebagai salah satu narasumber menyampaikan bahwa pemberian asuhan paliatif penting diberikan kepada pasien, salah satunya pasien pediatri. Pasien pediatri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berkonsentrasi pada pencegahan, diagnosis, pengobatan dan penanganan seluruh jenis penyakit pada pasien berusia muda, yaitu bayi dan anak hingga remaja atau dewasa muda. Usia maksimal pasien pediatri berkisar antara 18 dan 21 tahun.

 

Melalui topik ”Monitoring Status Hidrasi pada Pasien Anak” Ns. Esti menjelaskan jika pasien anak dengan dewasa tentu berbeda. Pada pasien anak, sebagian besar komunikasi mereka masih terbatas sehingga membutuhkan peran orang tua sebagai pendamping selama perawatan berlangsung. Dalam penjelasannya, ia mengatakan terdapat manfaat kesuksesan monitoring cairan tak hanya bermanfaat bagi pasien namun juga bermanfaat untuk ners dan institusi rumah sakit.

 

Berdasarkan data WHO yang dirilis pada tahun 2019, Indonesia masuk dalam 10 besar negara di dunia dengan angka kematian anak di bawah usia 5 tahun. “Tentu hal ini bukan suatu hal yang patut kita banggakan, dan pastinya sebagai tenaga medis kita harus mengevaluasi diri serta meningkatkan pemberian pelayanan medis salah satunya asuhan paliatif,” tuturnya. Dari sekian banyak penyakit yang menyebabkan kematian pada anak di Indonesia, diare masih terdepan menjadi penyakit dengan angka penyebab kematian tertinggi.

 

Untuk itu, perlunya pemahaman yang baik mengenai manifestasi klinis dan perjalanan penyakit pasien anak agar dapat mengantisipasi risiko ketidakseimbangan cairan pada pasien anak selama menjalani perawatan. Pemantauan dan evaluasi status hidrasi juga penting dilakukan secara berkelanjutan dari pasien hingga keluar perawatan. Bagi pasien anak, keterlibatan orang tua sangat mendukung moral pasien sehingga mampu meningkatkan kesembuhan pasien.

 

Berkenaan dengan hal tersebut, Ns. Ina Islamia S.Kep., melalui pemaparan materi yang berjudul “Perawatan Umum pada Neonatus Risiko Tinggi Bebasis Bukti” menjelaskan betapa pentingnya mengetahui kondisi kesehatan bayi saat baru lahir. Hal ini dialkukan guna menghindari adanya risiko penyakit yang justru dapat membahayakan kesehatan bayi hingga merenggut nyawa sang buah hati. Ns. Ia mengatakan, bayi dengan risiko tinggi dapat memiliki tanda klinis penyakit yang samar dan tidak spesifik. Bila tidak segera dikenali, maka penyakit tersebut dapat berkembang pada kegagalan kardiorespirasi.

 

Lebih lanjut Ns. Ina mengatakan, hal yang perlu diobservasi ketika bayi baru lahir atau neonatus adalah dengan melihat warna kulit, status kesadaran, aktivitas bayi, postur tubuh bayi, dan tonus otot. Untuk bayi yang memiliki riwayat penyakit jantung bawaan, perlu dilakukan pengukuran screening Critical Congenital Heart Disease (CHHD). Untuk pengecekan dilakukan pada usia bayi menginjak 24-48 jam. Pengukuran dilakukan dengan cara mengukur saturasi dengan pulse oksimetri di tangan kanan dan tangan kiri atau kaki.

 

Diakhir acara, Ns. Zumaidah S.Kep., sebagai salah satu narasumber menyimpulkan bahwa perawatan paliatif merupakan suatu konsep perawatan yang bergerak atas koordinasi multidisiplin profesi kepada anak dengan kondisi “Life-Limiting” yang progresif, dan juga keluarga. Sebelum menyudahi materi, ia menegaskan bahwa perawatan ini diberikan mencakup semua aspek seperti fisik, sosial, emosional, dan spiritual juga mencakup lingkungan anak serta pilihan keluarga. Ia berharap dengan diberikannya pelayanan asuhan paliatif mampu meningkatkan kualitas hidup pasien pediatri dan mengurangi angka kematian di Indonesia.

This post is also available in: English