iden sipp@ui.ac.id dan humas-ui@ui.ac.id +62 21 786 7222
https://uni.sesc.com.br/rajaslot303/slot gacor hari inislot gacorslot online gacor

Hari Sumpah Pemuda 2021: Alumnus UI Ajak Pemuda Membangun Negeri

Universitas Indonesia > Berita > Berita Highlight > Hari Sumpah Pemuda 2021: Alumnus UI Ajak Pemuda Membangun Negeri

Penulis: Humairah Nur

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2021, Universitas Indonesia menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Semangat Membangun Negeri dalam Harmoni Keberagaman Indonesia” pada Hari Kamis (28/10). Diskusi disiarkan langsung melalui Zoom dan kanal YouTube Universitas Indonesia. Pada sesi kedua, UI menggandeng empat narasumber kunci, diantaranya adalah Aloysius Selwas Taborat, alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) 2010 yang kini menjadi seorang diplomat di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Selwas membuka paparannya dengan bercerita tentang hasratnya dulu untuk keliling dunia sembari memperkenalkan negaranya ke dunia luar. Pertemuannya dengan Dr. Hassan Wirayuda (Menteri Luar Negeri RI 2001-2009) di kuliah umum semasa kuliah di UI mengantarkannya ke dunia diplomat. Sebagai putra daerah Maluku, ia tidak berkecil hati akan latar belakangnya. Ia mengubah tantangan menjadi motivasi untuk menekuni profesi ini. “Kita ini hidup hanya sekali. Saya ingin memberikan yang terbaik sesuai panggilan hidup saya, dimana itu melalui jalan diplomasi dan politik luar negeri,” ujarnya.

Dalam menjalankan profesinya sebagai diplomat, Selwas selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Salah satunya adalah pada saat sidang Majelis Umum PBB ke-71 pada September 2016, saat Indonesia dituding melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) kepada warga negaranya sendiri di Papua Barat. Saat itu ia menolak tegas tuduhan terhadap Indonesia tersebut, dan mengatakan bahwa segala tindakan yang Indonesia lakukan mempunyai dasar dan tujuan yang jelas, bukan sebuah tindakan serampangan dan sembarangan. Ini adalah salah satu contoh semangat kepemudaan yang ia laksanakan dalam konteks profesinya sebagai diplomat.

Selwas kemudian mengajak para pemuda untuk turut berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Hal ini tentunya berlaku bagi siapapun dari segala latar belakang dan identitas. Menurutnya, silahkan berkontribusi selama hal tersebut bertujuan baik untuk Indonesia. Terlebih, tahun ini, Indonesia akan mengalami bonus demografi dengan 70% dari populasi merupakan angkatan kerja. Penting bagi para pemuda, termasuk mahasiswa untuk memanfaatkan sebaik mungkin peluang tahun 2021 sebagai tahun ekonomi kreatif. Saat ini, pemuda-pemudi Indonesia mengemban potensi yang besar untuk membangun Negeri. Para pemuda diharapkan mampu mengembangkan inovasi dan kreativitas dan selalu menerapkan prinsip gotong royong.

Dalam proses mengembangkan kreativitas dan inovasi, tentunya banyak tantangan dan hambatan yang akan ditemui. Salah satu tantangan yang terjadi adalah pandemi Covid 19. Selwas selanjutnya bercerita mengenai peran diplomat RI yang terus berusaha menaikkan posisi Indonesia di mata dunia.

Para diplomat terus mendorong Indonesia untuk berperan aktif serta menjalankan fungsi permadaimannya meskipun di kala pandemi. Tahun 2020 silam, Indonesia dan enam negara lainnya mampu mendorong 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengeluarkan pernyataan solidaritas internasional mengenai pandemi COVID 19. Desakkan ini diterima secara konsensus oleh semua anggota. Berkaca dari cerita ini, para pemuda harus senantiasa memiliki semangat juang tinggi untuk menghadapi tantangan dan hambatan sebagaimana para diplomat yang terus bekerja memupuk kreativitas dan inovasi agar pembangunan terus berjalan.

Pandemi bukan satu-satunya tantangan, kehidupan bangsa Indonesia yang beragam juga termasuk di dalamnya. Bagi Selwas, kehidupan berbangsa dan negara tidaklah selalu dalam keadaan damai. Keberagaman masih menjadi ujung dari beberapa konflik di Indonesia dan tantangan yang telah berakar. Akan tetapi, keberagamaan tidak sepenuhnya dapat kita salahkan dalam konteks tantangan. Banyaknya tantangan justru dapat kita kemas sebagai penguatan identitas kita sebagai Bangsa Indonesia. “Saya sangat yakin bahwa kemajuan pemuda dengan banyaknya tantangan akan dapat dilewati, mengingat kita sebagai bangsa telah berbagai macam proses penguatan secara historis. Kita sebagai pemuda, kita harus gotong royong,” ujar Selwas.

Pada kesempatan kali ini, UI mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk terus aktif berinovasi dan berkreasi demi membangun Indonesia yang berkelanjutan. Dengan menerapkan nilai gotong-royong, niscaya kita dapat melewati tantangan, terutama tantangan global. Hal ini sejalan dengan subtema diskusi, yaitu “Gotong Royong Pemuda dan Pemudi Demi Indonesia Bangkit”.

Related Posts