Skip links

MAC dan Fasilkom UI Gelar Karya Seni untuk Merajut Kebersamaan

Bertempat di gedung Makara Art Center Universitas Indonesia (MAC UI), Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) menyelenggarakan event Gelar Karta Seni Fakultas (GKF) berkerja sama dengan MAC UI. Event ini digelar selama tiga hari, sejak  tanggal 13 sampai 15 Juni 2022, menampilkan  pameran wastra Nusantara, lukis dan forografi, pentas musik dan pemutaran thriller film pendek musikal karya para seniman Fasilkom.  Ada puluhan lukisan dan foto karya sivitas akademika (Dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa) Fasilkom yang dipamerkan dalam Gelar Seni ini. Sedangkan wastra yang dipamerkan merupakan karya dari para penenun dari Nusa Tenggara Timur.

Event ini mengambil tema “Merawat Keberagaman Dengan Berkesenian”. Menurut Dekan Fasilkom UI, Dr. Petrus Mursanto, M.Sc. kesenian merupakan alat paling strategis untuk menjaga keberagaman. “Kita bisa melihat seni musik yang terdiri dari bergam bunyi dan peralatan, namun semua bisa menyatu dalam harmoni yang indah,” kata Dr. Petrus. Selanjutnya, Dr. Petrus menyatakan event ini merupakan bentuk komitmen Fasilkom untuk memberikan sentuhan seni budaya pada tehnologi.

Melalui sentuhan seni budaya, tehnologi akan menjadi lebih indah dan menyentuh rasa sehingga lebih manusiawi. “Kita memenuhi tantangan dari MAC untuk membuktikan Fasilkom mampu mengintegrasikan seni dan tehnologi,” kata Dr. Petrus.

Pernyataan Dekan Fasilkom ini diamini oleh Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, Kepala Makara Art Center. Dalam sambutannya Zastrouw menyatakan, teknologi komputer merupakan garda depan dalam pengembangan seni budaya.

Komputer tidak saja dapat menyebarluaskan karya-karya seni secara cepat dan meluas kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi alat bantu yang canggih dalam menciptakan suatu karya seni. Zastrouw juga menyatakan bahwa seni budaya adalah sarana untuk melembutkan hati dan meningkatkan kepekaan jiwa. “Orang yang hatinya lembut dan jiwanya peka tidak akan mudah bersikap radikal, intoleran dan eksklusif, sebaliknya mereka akan menjadi orang yang toleran, moderat dan inklusif. Dengan demikian dia akan dapat merawat keberagaman,” ujar Zastrouw.

Pada puncak acara penutupan, ditampilkan pagelaran musik dari Uluwatu Chamber Orkestra Fasilkom dan dialog kebudayaan mengenai musik dan wastra yang menghadirkan Yessy Gusman (artis senior), Ria Prawiro (pencipta lagu), dan Dr. Yugo K. Isal (dosen Fasilkom UI, komponis dan musisi) sebagai narasumber dialog musik. Sedangkan pada dialog wastra, hadir narasumber Benny Gratha (pakar wastra Indonesia) dan Anita Ayu (penggiat wastra). Dialog dipandu oleh Dr. Ngatawi Al-Zastrouw.

Menurut Aya Prakoso, kordinator panitia GKF event ini juga  merupakan ajang sosialisasi film pendek muskal berjudul “Indah Dalam Prasangka” karya para seniman Fasilkom. Aya menjelaskan film pendek ini merupakan pengembangan dari lagu-lagu ciptaan Dr. Yugo yang kemudian dikonstruksi menjadi suatu cerita. Ada lima lagu yang dikonstruksi menjadi cerita dalam film ini.

“Produksi film ini merupakan kerja bareng antara Fasilkom UI, orkestra simponi UI Mahawaditra, dan komunitas seni Uluwatu,”  kata Aya yang juga penulis cerita dalam film ini. Rencananya film ini akan dirilis pada saat dies natalis Fasilkom.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dikunjungi oleh ratusan mahasiswa dan sivitas akademika. Pada acara penutupan yang merupakan punak GKF hadir para pejabat UI diantaranya, Ibu Rektor UI, Dr. Lana Soelistianingsih Ari Kuncoro S.E., M.A., Dekan Fisip UI Prof. Semiarto Aji Purwanto, Senat Akademik, Guru Besar, dan jajaran Dekanat Fasilkom serta mahasiswa.

This post is also available in: English