Skip links

MAC UI Peduli Seniman Kaligrafi, Syiarkan Kebaikan Lewat Seni Dan Budaya Islam

Makara Art Center (MAC) Universitas Indonesia menyelenggarakan pameran kaligrafi di gedung MAC UI sebagai salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Festival Ramadan 1443 Hijriah, bekerjasama dengan Direktorat Kemahasiswaan, Asrama Mahasiswa UI, dan Masjid Ukhuwah Islamiyah Kampus UI Depok, didukung oleh PPKB-FIB UI dan Komunitas Musisi Mengaji (Komiji). Kegiatan berlangsung pada 22-24 April 2022. Dari hasil penjualan pameran kaligrafi yang dibeli oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pada penutupan Festival Ramadan terkumpul dana sebesar Rp50 juta. Dana bantuan hasil pameran tersebut diserahkan oleh Deputi II Baznas, Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, kepada Lembaga Kaligrafi al-Qur’an (LEMKA) sebagai lembaga yang akan menyalurkan kepada para seniman kaligrafi yang mengalami dampak pandemi Covid-19.

“Selama dua tahun pandemi, para seniman kaligrafi tidak dapat pameran dan menjual hasil karyanya. “Semoga dana yang terkumpul ini dapat membantu mereka menjelang Idul Fitri,” kata Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, Kepala MAC UI.  Selain ujud kepedulian terhadap seniman, hal tersebut juga merupakan bentuk pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu darma pengabdian pada masyarakat.

Pada pembukaan Festival Seni Ramadan 1443 H bertema “Spirit Ramadan, Pembangkitan Kreativitas Bangsa”, Kamis lalu (22/04), Ngatawi mengatakan, “Pada dasarnya, dalam mempelajari ajaran agama, kita membutuhkan rasa tenang dan enjoy . Jangan sampai ada rasa tertekan di dalam hati. Untuk itu, kebudayaan dan kesenian hadir untuk membantu masyarakat dalam menerima ajaran-ajaran agama agar lebih mudah dipahami,” katanya.

Festival yang memadukan seni dan budaya ini merupakan agenda tahunan MAC UI, dan tahun ini berlangsung sejak 18-24 April 2022. Menurut Ngatawi, menikmati (enjoy) , kegembiraan, dan keindahan, merupakan tiga hal penting dalam menjaga kebudayaan maupun kesenian yang ada sejak zaman leluhur, agar tetap lestari. “Saya berharap dengan hadirnya Festival Seni Ramadan dapat menumbuhkan semangat anak-anak muda, terutama mahasiswa UI, dalam mengembangkan bakat yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga non-akademik,” ujar Ngatawi.

Kegiatan syiar Ramadan ini menurut Direktur Kemahasiswaan UI, Badrul Munir, Ph.D., merupakan momentum yang harus dimanfaatkan dengan berbagai hal positif. Dengan menggabungkan nilai religius dan seni, kegiatan ini diharapkan mampu menambah inovasi dan kreativitas anak bangsa. “Sebagai salah satu perguruan tinggi yang kaya seni dan keberagaman, UI berkomitmen memperkenalkan seni dan budaya Indonesia di kancah nasional dan internasional. Untuk itu, putra-putri terbaik bangsa harus turut melestarikan beragam seni dan budaya agar keberadaannya tetap terjaga,” ujarnya.

Festival ini dibuka dengan menunjukkan berbagai karya seni anak muda, salah satunya permainan alat musik tradisional bergenre religius oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI. Kesenian ini diharapkan mampu dikembangkan agar menjadi karya yang membanggakan UI maupun Indonesia. Selain pertunjukan seni, Festival Seni Ramadan juga menampilkan pameran kaligrafi yang kemudian dilelang.

Festival Seni Ramadan  turut dihadiri para seniman yang menampilkan dialog kebudayaan dengan diiringi alat musik tradisional, seperti gamelan dan gambus. Di acara penutupan, MAC UI juga menghadirkan beberapa artis nasional, seperti Kikan, Budi Cilok, serta Komunitas Musisi Ngaji; dan komunitas lainnya. “Besar harapan pelaksanaan Festival Seni Ramadan 1443 H ini dapat menjaga reputasi UI yang telah dikenal baik di mata masyarakat. Dengan hadirnya Festival Seni Ramadan yang bernilai religius melalui seni dan budaya, semoga nilai-nilai keagamaan dapat diterima lebih mudah dan dimengerti

masyarakat sekitar,” kata Ngatawi. Ia berharap, semoga setelah acara Festival Seni Ramadan, daya kreativitas dan inovasi sivitas akademika serta masyarakat dari berbagai kalangan dapat meningkat.

This post is also available in: English