Skip links

Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 Universitas Indonesia

Najwa Shihab, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dengan mengenakan jaket kuning Universitas Indonesia (UI) mengatakan, “Selain belajar, haus dan terus dahaga terhadap ilmu, mahasiswa juga harus menjadi penjaga moral bangsa ini. Mahasiswa harus bisa bergerak dan gerakannya harus berdampak. Mahasiswa harus mau turun mendengarkan apa yang menjadi keseharian dan kegelisahan orang banyak.” Sebagai kakak alumni, kehadirannya di Balairung UI di antara ribuan mahasiswa baru (maba) angkatan 2022 disambut antusias. Najwa Shihab menjadi salah seorang pembicara pada hari ketiga Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UI, pada Rabu (10/08).

Menurut Najwa, mahasiswa UI harus mampu menjadi inisiator perubahan, terutama pada bidang sosial dan politik. Hal utama yang harus ada dalam diri seorang mahasiswa adalah kepedulian dan kesadaran kritis. “Diskusi, cari tahu apa yang penting, kemudian lantangkan suara jika kemudian melihat sesuatu yang tidak sesuai,” katanya.

Dalam pemaparannya, Najwa mengutip pesan dari seorang negarawan dan ekonom Indonesia, Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama, Dr. Drs. H. Mohammad Hatta atau akrab disapa Bung Hatta, yaitu “Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta”. Dari pesan tersebut, Najwa berharap, peduli dan bersatu adalah salah satu kunci yang harus ada dalam diri mahasiswa.

“Cari terus keresahan-keresahan kalian. Jangan tepikan keresahan itu, justru harus terus menerus resah. Peduli dan bersatu itu adalah kuncinya, adik-adik. Karena, maba itu adalah singkatan dari manusia yang bertanya-tanya. Mari resah berjamaah dan mari menggunakan keresahan itu untuk mengambil tindakan. Mahasiswa harus terus bergerak, berkarya, dan berdampak,” ujar Najwa.

Pada kesempatan yang sama, penulis, wartawan, dan presenter, Andy F. Noya, turut memberikan pembekalan pada mahasiswa baru UI dengan mengangkat topik bahwa seorang mahasiswa harus mampu menjadi penggerak di masyarakat. Ia menyampaikan, anak muda harus memiliki mimpi yang besar tidak hanya untuk dirinya, namun juga untuk bangsa.

“Jangan semata-mata orientasinya hanya materi atau uang, karena hal ini tidak akan berujung pada kebahagiaan. Saya dan teman-teman telah membuat berbagai program yang mendorong anak-anak muda untuk mulai terjun ke dunia sociopreneurship. Jadi, sociopreneurship ini adalah kewirausahaan sosial, yang dibangun adalah social enterprise. Jadi, anak-anak muda ketika membuat usaha, dari awal sudah harus memikirkan apa dampak sosial dan juga ekonomi bagi masyarakat di sekitar. Dampak ekonomi dan sosial ini bisa dalam bentuk pemberdayaan,” ujar Andy.

Lebih lanjut Andy menyampaikan, terdapat satu tahapan lagi di atas kesuksesan, yaitu signifikan. Signifikan adalah hidup ini tidak hanya semata-mata untuk diri sendiri, tetapi mampu berbagi dengan orang lain. Lebih dari itu, ketika hidup ini mampu memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi orang lain.

Kegiatan PKKMB hari ketiga ini bertema “Berkarya dan Peduli pada Masyarakat”, dilaksanakan secara hybrid.  Kegiatan ini menghadirkan beberapa pembicara lainnya untuk memberikan paparan kuliah umum interaktif, seperti Co-Founder Ruangguru, Iman Usman; dan Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Mumpuni.

Dalam pidato pembukaannya, Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA., menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan nasehat bagi mahasiswa baru UI. “Pertama, manfaatkan waktu untuk mengembangkan diri, ada begitu banyak wadah di Universitas Indonesia untuk meningkatkan keterampilan dan mengasah nalar kritis. Kedua, manfaatkan fasilitas-fasilitas terbaik yang sudah kami sediakan. Ada fasilitas penunjang akademik, seperti Perpustakan Pusat yang merupakan perpustakaan terbesar di Asia Tenggara, ada sarana minat bakat seperti gedung olah raga, gymnasium, stadion, kolam renang, golf dan lain-lain. Selain itu, ada fasilitas transportasi yang kami sediakan untuk memastikan kalian hadir tepat waktu, seperti Bis Kuning (Bikun) dan Sepeda Kuning, serta banyak fasilitas lain yang bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sivitas akademika UI,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Prof. Dedi, mahasiswa hendaknya mengikuti berbagai pembinaan karier. Melalui center for career development (CDC UI) telah menyediakan berbagai bentuk program upskilling serta pembekalan kehidupan pasca kampus. Pesan terakhir adalah perbanyak kenalan dan jejaring dengan para alumni. Universitas Indonesia memiliki ribuan alumni yang sudah berhasil di berbagai medan kontribusi, seperti pemimpin negara, Menteri, Professor, peneliti, entrepreneur, aktivis dan lain-lain.

Kegiatan PKKMB diharapkan mampu memberikan motivasi dan pembekalan pada mahasiswa baru, sehingga UI dapat mencetak lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara, serta disegani oleh para insan akademik Indonesia dan di dunia internasional. Informasi terkait kegiatan ini selengkapnya dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=_e1ELyXDeKc.

This post is also available in: English