Skip links

Peringati Hari Anak Nasional, MAC UI Tumbuhkan Bakat Anak Lewat Pentas Wayang Dalang Anak

Memperingati Hari Anak Nasional, Universitas Indonesia (UI) melalui Makara Art Center (MAC) menggelar pertunjukan wayang dengan dalang bocah cilik hingga remaja. Pentas wayang dalang anak ini merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional dengan mengangkat tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Tiga hari sebelumnya, MAC UI telah mengadakan pameran foto dengan tema “Potret Anak Indonesia”, pameran lukisan karya anak-anak, dan sarasehan budaya. Acara ini diselenggarakan di Gedung MAC UI dan ditayangkan secara langsung melalui akun resmi Youtube Makara Art Center.

Pertunjukan wayang tersebut dipersembahkan oleh sembilan dalang yang merupakan siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, serta mahasiswa. Sembilan dalang tersebut membawakan satu lakon secara bergantian. Pada acara yang dilaksanakan pada Sabtu (23/07), Ketua Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi), Dr. Sri Teddy Rusdy, hadir untuk meresmikan sekaligus membuka pementasan. MAC UI bekerja sama dengan Sanggar Saeko Budhoyo dan Sanggar Panji Larasdalam penyelenggaraan pementasan. Kegiatan ini juga didukung PT Bank Central Asia Tbk, Akar Insula, serta Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya (PPKB FIB) UI.

Kepala MAC UI, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, S.Ag., M.Si., mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional ini tidak hanya mengapresiasi karya dan potensi anak-anak, tetapi juga mendorong kemampuan anak untuk berkarya. “Pertunjukan wayang dengan dalang anak ini merupakan salah satu upaya UI sebagai institusi pendidikan untuk mendukung kreativitas anak bangsa Indonesia. Melalui pertunjukan wayang, kami berharap generasi muda mampu menjaga tradisi budaya bangsa dan mengambil hikmah dari akar nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Dr. Zastrouw.

Mahasiswa Sastra Jawa FIB UI 2022, Yuliana Putri Pratama, merupakan salah satu dalang dalam pertunjukan tersebut. Ia mendapat pujian langsung dari Dr. Zastrouw karena telah menunjukkan bakat dan kualitas diri, bahkan sebelum kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF) dimulai. “Ini keren. Masih mahasiswa baru, tetapi sudah berani menunjukkan kreativitas yang dimiliki dengan penuh percaya diri. Mudah-mudahan kedepannya Yuliana mampu berkembang dan bersemangat dalam menjaga tradisi budaya bangsa,” kata Dr. Zastrouw.

Selain memperkenalkan tradisi budaya, pertunjukan wayang ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar mengedepankan toleransi, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai keberagaman. Menurut Dr. Zastrouw, anak-anak adalah calon penerus bangsa yang harus dilindungi haknya untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, identitas dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan.

Sebagaimana yang pernah disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, terdapat empat hak dasar anak, yaitu hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak mendapatkan perlindungan, serta hak berpartisipasi. Hak-hak tersebut dijamin semua pihak, baik orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha, pemerintah, maupun agama.

Meskipun Hari Anak Nasional dirayakan hanya sekali setiap tahun, Dr. Zastrouw menegaskan pemenuhan hak anak harus dilakukan setiap hari. Terpenuhinya hak-hak dasar anak mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Oleh karena itu, hak-hak dasar harus dapat dinikmati setiap anak tanpa terkecuali. MAC UI hadir sebagai salah satu pusat penampung hak partisipasi dan tumbuh kembang anak untuk menunjukkan bakat individu yang dimiliki.

“MAC UI memfasilitasi anak-anak yang ingin mengembangkan jati diri, seperti pertunjukan wayang hari ini. Pada dasarnya, setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Saya berharap anak-anak mampu mendalami kemampuan yang dimiliki, baik kemampuan di bidang tari, wayang, musik, drama, lukisan, dan sejenisnya,” kata Dr. Zastrouw menutup sambutannya.