Skip links

Promosi Doktor FFUI: Analisis Genomik untuk Penyesuaian Dosis Tamoksifen pada Pasien Kanker Payudara ER+

“Tamoksifen (TAM) merupakan pilihan terapi untuk kanker payudara, khususnya untuk kanker payudara jenis Reseptor Estrogen positif (ER+). Menurut penelitian terdahulu, terapi selama 5 tahun terbukti menurunkan angka kekambuhan 30-50% dan menurunkan 30% angka kematian pada kanker payudara stadium awal. Namun, diperlukan kesesuai dosis yang aktual bagi setiap pasien agar mencapai konsentrasi terapi yang baik,” kata Dr. apt. Baitha Palanggatan Maggadani, M.Farm., menyampaikan latar belakang penelitian pada sidang terbuka promosi doktornya yang diselenggarakan oleh Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI).

Dalam pidato disertasinya yang berjudul “Analisis Tamoksifen dan Metabolitnya dalam VAMS menggunakan KCKUT-SM/SM dan Analisis Genomik untuk Penyesuaian Dosis Tamoksifen pada Pasien Kanker Payudara ER+”, Baitha menjelaskan tujuan dilaksanakannya penelitian. Ia mengatakan untuk memberikan rekomendasi klinis dosis tamoksifen pada pasien, ia melakukan penelitian pada peningkatan dosis berdasarkan profil genetiknya terhadap konsentrasi endoksifen darah.

“Pada penelitian ini, dilakukan analisis kaitan profil metabolisme pasien dengan konsentrasi endoksifen dalam darah serta studi mengenai pengaruh peningkatan dosis berdasarkan profil genetiknya terhadap konsentrasi endoksifen darah untuk memberikan rekomendasi klinis dosis tamoksifen bagi masingmasing pasien,” ujar Baitha.

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode analisis biosampling, preparasi sampel, hingga analisis konsentrasi metabolit dan genotyping. Microsampling dalam bentuk sampel darah kering, baik Dried Blood Spot (DBS) dan Volumetric Absorptive Microsampling (VAMS) semakin diminati karena keuntungannya dibanding plasma dan serum. VAMS merupakan teknik biosampling terbaru yang lebih kuantitatif dan efisien dalam sampling serta mengoreksi kelemahan DBS terkait hematokrit, sehingga dalam penelitian ini efektivitas sampel darah kering terutama VAMS dieksplorasi lebih jauh. Lalu analisis konsentrasi metabolit dilakukan pada 151 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu positif kanker payudara tipe estrogen reseptor positif (ER+) yang mendapat terapi tamoksifen minimal 2 bulan.

Promovendus: Dr. apt. Baitha Palanggatan Maggadani, M.Farm

Hasil penelitian yang dilakukan Baitha menunjukkan bahwa polimorfisme CYP2D6 mempengaruhi kadar endoksifen darah. Pemeriksaan genotipe sangat direkomendasikan sebelum terapi tamoksifen agar dapat menjadi penuntun untuk dosis yang tepat sesuai dengan kondisi genetis masing-masing pasien. Pemeriksaan genotipe juga perlu disertai dengan pemantauan konsentrasi endoksifen sebenarnya dalam darah. Pemastian konsentrasi efektif dalam darah juga harus didukung dengan studi mengenai ambang batas konsentrasi endoksifen yang masih dapat memberikan efek terapi yang efektif. Data yang didapat pada penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya dalam menentukan dosis serta target konsentrasi endoksifen yang efektif dalam menurunkan rekurensi dan meningkatkan angka survival.

Setelah dilakukan pemaparan materi yang disertai dengan penyampaian argumentasi oleh Baitha selaku calon doktor kepada tim penguji, apt. Baitha Palanggatan Maggadani, M.Farm berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Farmasi dengan yudisium cumlaude dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna yakni 3,99.

Ketua Sidang, Prof. Dr. apt. Arry Yanuar.

Acara yang diadakan pada Selasa (14/6) tersebut diadakan secara hybrid di Gedung Fakultas Farmasi UI dan ditayangkan di kanal youtube Fakultas Farmasi UI. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Sidang, Prof. Dr. apt. Arry Yanuar; Promotor, Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, M.S; Ko-Promotor I, Prof. Dr. apt. Harmita; dan Ko-Promotor II, Dr. dr. Samuel J. Haryono, SpB(K)Onk; Penguji I, Prof. Dr. apt. Hayun, M.Si; Penguji II, Prof. Dr. apt. Mochamad Yuwono, M.S; Penguji III, Dr. apt. Herman Suryadi, MS; dan Penguji IV, Prof. Dr. dr. Noorwati Sutandyo, Sp.PD., KHOM.

Promotor Prof. Yahdiana mengatakan bahwa disertasi yang dilakukan oleh Dr. Baitha berhasil menghasilkan pengetahuan baru mengenai teknik biosampling VAMS yang aman dilakukan. Prof. Yahdiana juga berharap agar penelitian yang dilakukan oleh Dr. Baitha dapat meningkatkan kerasionalan penggunaan kemoterapi.

Promotor, Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, M.S.

“Dr. Baitha telah mengembangkan teknik biosampling VAMS menggunakan KCKUT-SM/SM yang tidak memerlukan pelarut yang banyak, sehingga sangat aman untuk dilakukan. Selain itu, Dr. Baitha telah memperoleh pengetahuan baru mengenai pengujian genotyping dan analisis menggunakan sampel DNA yang diambil menggunakan buccal swab dari mukosa pipi pasien,” kata Prof. Yahdiana.