iden sipp@ui.ac.id dan humas-ui@ui.ac.id +62 21 786 7222
https://uni.sesc.com.br/rajaslot303/slot gacor hari inislot gacorslot online gacor

Soroti Dampak Perubahan Iklim, Mahasiswa UI Jadi 1st Runner Up of SDGs Speak Up Competition Pada Global Goals Youth 2024

Universitas Indonesia > Berita > Berita Fakultas Kedokteran > Soroti Dampak Perubahan Iklim, Mahasiswa UI Jadi 1st Runner Up of SDGs Speak Up Competition Pada Global Goals Youth 2024

Berkat pidatonya yang berjudul “SYNTHESIS Project: Strengthening Community’s Resilience Through Enhanced Climate Education and Surveillance”, Aisha Inaya, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) menjadi 1st Runner Up of SDGs Speak Up Competition pada Global Goals Youth 2024 yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, Januari lalu. Aisha menyoroti fenomena perubahan iklim yang mengkhawatirkan, khususnya bagi kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), perubahan iklim berdampak pada meningkatnya waterborne diseases, heatstroke, malnutrisi, dan infectious diseases. Bahkan, dampak dari perubahan iklim ini mengarah pada bencana alam yang membuat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih berisiko, terutama bagi kelompok rentan. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang tepat untuk meningkatkan resiliensi kesehatan masyarakat terhadap perubahan iklim.

Aisha menyarankan adanya edukasi bagi masyarakat rentan dan masyarakat perkotaan mengenai perubahan iklim, dampaknya, serta cara menanganinya. Pengawasan terhadap risiko dampak perubahan iklim juga dapat dilakukan melalui aplikasi yang terintegrasi dengan penyedia layanan kesehatan. “Pengawasan yang terintegrasi ini dapat meningkatkan peringatan awal dan respons cepat dalam mengatasi risiko kesehatan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Target SYNTHESIS Project adalah masyarakat rentan yang tinggal di daerah dengan cuaca ekstrem dan rawan bencana, serta masyarakat yang mata pencahariannya bergantung pada cuaca, seperti petani, nelayan, dan kelompok lainnya. Proyek ini juga mencakup dukungan psikologis kepada masyarakat yang mengidap kesehatan mental akibat perubahan iklim. Bencana yang berhubungan dengan iklim seperti banjir, angin topan, dan kebakaran hutan sering dikaitkan dengan gangguan kejiwaan yang berhubungan dengan stres. Individu yang telah terpapar pada situasi yang mengancam nyawa mempunyai risiko yang cukup besar untuk mengalami gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, menilai gagasan ini penting untuk diimplementasikan karena dampak perubahan iklim belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat dan tingkat kesiagaan atau tanggapan terhadap risiko perubahan iklim oleh penyedia layanan kesehatan masih perlu ditingkatkan.

“Saya sangat mengapresiasi upaya Aisha dalam menghasilkan solusi melalui SYNTHESIS Project, yang tidak hanya mendidik masyarakat tentang perubahan iklim, tetapi juga membangun ketangguhan komunitas. Keberhasilannya dalam SDGs Speak Up Competition di Global Goals Summit 2024 menjadi bukti potensi luar biasa yang dimiliki mahasiswa FKUI. Semoga prestasi ini bisa menjadi pemantik untuk seluruh mahasiswa FKUI agar terus berprestasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia kesehatan,” kata Prof. Ari.

World SDG Speak-Up Forum merupakan wadah bagi kaum muda untuk menyuarakan ide dan solusi berdasarkan UN Sustainable Development Goals (SDGs) terkait permasalahan yang terjadi di dunia. Melalui forum ini, suara kaum muda diharapkan dapat didengar dan mereka dapat dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Sebanyak 150 delegasi dari 25 negara yang merupakan peserta dalam kegiatan ini dapat memilih satu dari lima topik, yakni Education and Social Areas, Innovation and Technology Areas, Environmental and Green Economy, Creative Industry and Food Beverage, serta Public Health and Medical.

Related Posts