Skip links

Universitas Indonesia Bahas Potensi Kolaborasi Pendidikan dan Riset dengan University of New South Wale Sydney

Universitas Indonesia (UI) sambut hangat kunjungan University of New South Wale (UNSW) Sydney, pada Kamis (4/8), di Gedung PAU Lantai 2, Kampus UI Depok. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas potensi kolaborasi yang mungkin dijalin kedua universitas guna meningkatkan kualitas pendidikan internasional agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Universitas UI, dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K); Dekan Fakultas Teknik UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU; Dekan Fakultas MIPA UI, Dede Djuhana, M.Si., Ph.D.; Direktur Riset dan Pengembangan UI, Munawar Khalil, Ph.D.; Kepala Kantor Urusan Internasional UI, drg. Baiduri Widanarko, M.KKK, Ph.D.; Kepala Biro Humas dan KIP UI, Dra. Amelita Lusia, M.Si; dan jajaran lainnya.

Sementara itu, perwakilan dari UNSW Sydney meliputi Associate Dean International, Faculty of Law, Professor Christine Forster; Associate Dean International, Faculty of Arts, Design and Architecture (ADA), Associate Professor Lisa Zamberlan; Deputy Director Indonesia, Nur Fatmah Syarbini; dan Relationship Manager Indonesia, Alim Chandra.

Menurut dr. Agustin, sebagaimana diamanahkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) melalui program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), UI menerapkan kebijakan independent learning sebagai upaya melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif. Kebijakan MBKM memberikan hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi, tidak hanya lintas fakultas, tetapi juga lintas universitas. Bahkan, UI membuka kesempatan berkolaborasi tidak hanya dengan universitas lain, tetapi juga lembaga dan industri.

“Ada banyak kolaborasi yang dapat dijalin UI dan UNSW, antara lain program pendidikan bergelar, riset kolaborasi, hingga pertukaran pelajar dan staf. UI memiliki 14 fakultas, 2 sekolah, dan 1 program pendidikan vokasi yang di dalamnya terdapat skema pendidikan internasional. Mahasiswa UI dapat menempuh pendidikan selama beberapa semester di universitas mitra luar negeri dan mahasiswa internasional dari universitas mitra juga dapat menempuh pendidikan di UI. Oleh karena itu, kolaborasi di bidang pendidikan dan riset sangat mungkin dikembangkan keduanya,” kata dr. Agustin.

UNSW dikenal karena pendekatan multidisiplin dalam penelitian dan pembelajaran di bidang kesehatan, entrepreneurship, dan sosial. Menurut Prof. Christine, Ada enam fakultas di universitas tersebut, yaitu Seni, Desain, dan Arsitektur; Sekolah Bisnis; Teknik; Hukum dan Keadilan; Kedokteran dan Kesehatan; serta Sains. UNSW memiliki inovasi berkelanjutan pada bidang-bidang penting di masa depan, seperti upaya mengatasi dampak perubahan iklim, menciptakan sistem baru untuk mendukung masyarakat paling rentan, hingga mengembangkan perawatan medis yang menyelamatkan jiwa dan teknologi terobosan

“Beragam kolaborasi dan inisiatif yang dijalin UNSW bertujuan untuk memicu inovasi yang paling dibutuhkan masyarakat. Kami mengambil pendekatan multidisiplin untuk berkolaborasi. Dengan menghubungkan organisasi eksternal dan kelompok masyarakat dengan akademisi, mahasiswa, dan pengusaha, kami berusaha memajukan dan mengoptimalkan dampak penelitian dan pengembangan bagi masyarakat dunia,” kata Prof. Christine.